Minggu, 23 Mei 2021

Banyak Promo, Shopee Jadi Pilihan Marketplace Utama UMKM

  Banyaknya promo yang dihadirkan membuat UMKM menjadikan Shopee sebagai pilihan utama untuk berjualan online. Berdasar riset Katadata Insight Center (KIC) sebanyak 82% responden UMKM memilih Shopee, sementara kompetitornya berada pada rentang 9%-64%.

Manajer Survei KIC, Vivi Zabkie mengatakan sebanyak 86% UMKM yang disurvei menggunakan 1-3 marketplace untuk memasarkan produk. Sisanya bahkan ada yang menggunakan 4-6 marketplace berbeda. Survei ini dilakukan ke 392 UMKM di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan pada 24 Maret-9 April 2021.


"Platform digital menjawab tuntutan konsumen di masa pandemi yang mewajibkan mereka tak banyak bepergian, tetap berada di rumah serta menjaga jarak. UMKM menyadari adanya tren peralihan konsumen ke belanja digital. Maka marketplace akhirnya menjadi tempat yang diandalkan untuk mempertemukan UMKM dengan konsumen," kata Vivi dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).


Vivi menjelaskan dari skala 1-10, responden UMKM memberi nilai 9 atau sangat setuju marketplace telah membantu memperluas jaringan bisnis serta memicu tumbuhnya bisnis baru. Responden juga memberi nilai 8 atau setuju marketplace membantu UMKM bertahan serta mendukung keberlangsungan UMKM Indonesia di masa pandemi.


UMKM memilih Shopee sebagai marketplace pilihan utama salah satu faktornya adalah karena banyaknya promo yang dihadirkan Shopee. Mulai dari gratis ongkir, cashback, dan diskon yang diberikan dianggap memberi dampak untuk meningkatkan penjualan UMKM.


Sebanyak 89% UMKM pengguna Shopee mengaku sangat merasakan dampak berbagai program promo yang diberikan. Sementara para pesaingnya berada pada angka 11%-45%.


Survei juga menyebut Shopee unggul dari sisi membantu memasarkan produk atau toko, sebanyak 85% UMKM yang menggunakan Shopee merasakan manfaat ini. Dari sisi keamanan, marketplace ini juga dinilai aman untuk bertransaksi (69%) dan user friendly (69%).


Shopee juga unggul dari sisi keamanan. Sebanyak 92% UMKM merasakan manfaat keamanan dari platform Shopee. Tidak hanya itu, sebanyak 57% UMKM juga menyebut Shopee mendatangkan omzet atau nilai penjualan terbesar, unggul dari para kompetitornya di angka 3%-28%.

https://maymovie98.com/movies/the-story-of-my-son/


Mengapa Masih Ada yang Percaya COVID-19 adalah Konspirasi?


Sudah begitu banyak bukti, masih ada saja yang percaya COVID-19 adalah konspirasi. Tak cuma satu dua orang, kejadian di Indonesia soal pelanggaran kepatuhan menjalankan protokol kesehatan saja masih banyak. Contoh kasus viral adalah pria yang membodohkan pengunjung mal bermasker di Surabaya dan jemaah di Bekasi yang dilarang bermasker saat ingin shalat di masjid.

Apa alasannya? detikINET telah merangkum beberapa pertanyaan seputar teori konspirasi dari RTE yang ditulis oleh Dr Joanne McVeigh dosen di Department of Psychology and the ALL (Assisting Living & Learning) Institute di Maynooth University dan Prof Malcolm MacLachlan Professor of Psychology and Social Inclusion.


Bagaimana bisa orang percaya teori konspirasi?

Dari sekian banyak informasi ilmiah yang ada, sebagian orang memilih untuk berinteraksi dengan informasi berbasis konspirasi. Ini dikarenakan mereka mengalami bias konfirmasi atau 'bias diri sendiri', di mana orang mencari informasi yang menegaskan keyakinan mereka dan mengabaikan bukti yang bertentangan dengan keyakinan mereka. Bukti menunjukkan, individu yang percaya pada teori konspirasi tertentu mengenai fenomena seperti pandemi juga cenderung percaya pada teori konspirasi lain dalam konteks yang tidak terkait.


Sebagai pembelajaran di masa depan, penelitian menunjukkan bahwa argumen faktual yang menentang teori konspirasi dapat efektif dalam mengurangi kepercayaan konspirasi, tetapi hanya sebelum orang tersebut kekeuh terhadap teori konspirasi tersebut. Oleh karena itu, informasi ilmiah harus tepat waktu sehingga dapat mencegah orang terjerat pada konspirasi.

https://maymovie98.com/movies/run-with-the-hunted/

Mengingat Lagi Kekompakan Bill Gates dan Melinda

  Kabar perceraian Bill Gates dan Melinda Ann French mengejutkan publik sedunia. Orang-orang mengingat lagi betapa kompak keduanya, salah satunya dalam berkomunikasi lewat Annual Letter Bill and Melinda Gates Foundation.

Siapa saja yang terjun atau menyukai bidang komunikasi, akan tertarik mengikuti Annual Letter atau surat tahunan yang disampaikan Bill Gates dan Melinda setiap tahunnya.


Baik Bill maupun Melinda sama-sama merupakan ahli komunikasi. Surat tahunan ini ditulis langsung oleh keduanya. Mereka sangat jeli menggunakan berbagai teknik penulisan dan penyampaian untuk membuat informasi yang kompleks menjadi mudah dipahami dan menarik untuk dibaca.


Penulis buku 'Five Stars: The Communication Secrets to Get from Good to Great' Carmine Gallo lewat tulisannya yang dimuat di Forbes, menyebutkan bahwa 'The 2021 Bill and Melinda Gates letter' menyampaikan informasi berdasarkan data tentang pandemi dengan cara yang menarik.

https://maymovie98.com/movies/ride-like-a-girl/


"Keterlibatan sangat penting karena jika orang tidak memahami sains, mereka cenderung tidak akan bertindak berdasarkan informasi tersebut," ujarnya seperti dikutip dari Forbes, Selasa (4/5/2021). Gallo pun merangkum 3 strategi komunikasi yang membuat surat tahunan Bill dan Melinda memikat.


1. Menggunakan bahasa sangat sederhana

Kebanyakan ahli mencoba membuat orang terkesan dengan seberapa banyak yang mereka ketahui. Mereka menggunakan kata-kata besar dan jargon misterius yang hanya dapat dipahami oleh sedikit orang di luar bidang tersebut.


Komunikator yang efektif seperti Bill dan Melinda, melakukan yang sebaliknya. Semakin kompleks topiknya, semakin sederhana kata-kata yang mereka gunakan. Bill dan Melinda juga lebih sering membuat kalimat pendek agar lebih mudah diingat. Karenanya, kalimat yang sering dikutip dari surat tahunan itu adalah kalimat yang pendek. Singkat, tetapi mereka berbicara banyak:


2. Memakai metafora yang familiar

Bill berfokus pada bagaimana mencegah pandemi di masa depan. "Pertama, kita perlu tahu wabah penyakit segera setelah terjadi, dimanapun itu terjadi," tulisnya.


Jika virus ternyata sangat menular atau sama sekali baru, Bill merekomendasikan agar sekelompok orang yang tahu lebih dulu agar segera bertindak. Dia menggunakan metafora untuk menjelaskan ini:


Kelompok ini ibarat regu tembak di tengah pandemi. Sama seperti petugas pemadam kebakaran, mereka adalah para profesional terlatih yang siap menanggapi potensi krisis pada saat itu juga.


Seperti petugas pemadam kebakaran yang terus berlatih, para responden ini perlu secara teratur menjalankan 'latihan' yang mensimulasikan wabah di dunia nyata. Ini sama seperti permainan perang yang memungkinkan militer bersiap untuk peperangan di kehidupan nyata.


Bill dan Melinda percaya bahwa otak manusia memproses dunia dalam metafora. Mereka berusaha agar analogi yang kompleks bisa tergambar lebih konkret.


3. Membagikan cerita untuk mendukung data

"Salah satu hal yang paling saya rindukan selama setahun terakhir adalah bepergian untuk melihat langsung yayasan kami bekerja. Di rumah kami, saya memajang foto-foto wanita yang saya temui dalam setiap perjalanan ini. Sekarang, saya bekerja dari rumah sambil memandangi wajah mereka sepanjang waktu," tulis Melinda.


Melinda percaya pada kekuatan bercerita. Dia sering menggunakan cerita nyata dari orang-orang yang ditemui atau dikenalnya untuk mendukung argumen dan datanya.


Misalnya, Melinda membuat argumen: "Jika pemerintah mengabaikan fakta bahwa pandemi dan resesi memengaruhi kaum perempuan secara berbeda, hal itu akan semakin memperpanjang krisis dan memperlambat pemulihan ekonomi bagi semua orang."

https://maymovie98.com/movies/hope-ranch/