Rabu, 21 April 2021

4 Cara Mendongkrak Semangat di Pagi Hari Selama Bulan Puasa

 Bulan Ramadhan membuat jadwal tidur menjadi berubah. Untuk menghindari kantuk pada jam kerja, beberapa orang memilih untuk tidur lagi.

Namun, imbasnya malah tubuh susah diajak kompromi ketika harus bangun pagi lagi untuk kedua kalinya.


Nah, untuk mendongkrak semangat pagi kamu di bulan puasa, detikcom sudah siapin nih tips-tipsnya agar kamu tetap semangat.


1. Jangan snooze alarm

Dikutip dari laman Huffpost, seperti yang kita tahu, jika alarm berbunyi kita sering kali memencet tombol snooze.


Nah, langkah pertama agar kamu bisa bangun, adalah jangan menekan tombol ini ya detikers. Berpikir beberapa menit untuk menunda bangun justru akan mengacaukan jam tidur tubuh kamu.


Biasakanlah bangun tepat waktu ya, kalau bisa setiap hari di jam yang sama. Jika kamu meneruskan selama satu minggu, maka tubuh akan mengikuti pola yang ada.


2. Segera mandi

Agar tubuh tetap terjaga setelah bangun tidur, cobalah mandi menggunakan air dingin. Suhu dingin biasanya bisa menyiagakan tubuh. Sedangkan air hangat, bisa membuat saraf tenang dan mengantarkan tubuh pada kantuk.


Itulah sebabnya jika kamu kelelahan di malam hari, disarankan untuk mandi dengan air hangat, agar istirahat kamu bisa lebih nyaman.


3. Berjemur

Berjemur di bawah sinar matahari sangat penting dilakukan untuk membuat tubuh segera terbangun. Sebab, sinar matahari adalah sinyal alami yang akan diterima tubuh sebagai penanda bahwa jam tidur sudah usai.


4. Dengarkan musik

Nah, cara untuk mendongkrak semangat pagi kamu yang lain adalah dengan mendengarkan musik. Dengan menyetel musik, maka semangat pagi akan terbentuk.


Musik yang dimaksud tak harus musik yang kamu sukai. Apapun jenis musiknya, yang dibutuhkan adalah irama dan kebisingan suaranya.


Bising suara dari musik adalah yang akan mengusik waktu tidur kamu, sehingga bisa terjaga dengan penuh.

https://trimay98.com/movies/spider-man/


Kegagalan India Cegah Gelombang Kedua COVID-19 yang Mematikan


 Kondisi pandemi COVID-19 di India menjadi contoh apa yang bisa terjadi ketika orang-orang lengah dan tidak lagi mempedulikan virus. Dengan kasus harian COVID-19 mencapai lebih dari 200.000, India kini menjadi hotspot penyebaran virus.

"Saya melihat terlalu banyak orang meninggal di ambulans. Rumah sakit menolak pasien karena tempat tidur penuh, apoteker kehabisan obat, dan oksigen langka," komentar salah satu warga, Vimal Kapoor, seperti dikutip dari BBC pada Rabu (21/4/2021).


Menteri Kesehatan India, Harsh Vardhan, di awal Maret 2021 padahal sempat mengatakan bahwa negaranya sudah memasuki 'tahap akhir' perang melawan pandemi COVID-19. Ini berdasarkan data kasus infeksi rata-rata di bulan Februari mencapai 11.000, jauh di bawah puncak tahun lalu yang mencapai 93.000 kasus per hari.


Euforia mengalahkan pandemi di India sudah terbentuk dan diyakini oleh sebagian politisi dan media setempat sejak akhir tahun lalu. Keyakinan ini diperkuat dengan upaya vaksinasi yang menempatkan India sebagai salah satu negara penghasil vaksin COVID-19 terbesar di dunia.


Hingga kemudian di bulan Februari, India melaksanakan pemilu yang melibatkan 186 juta orang. Kampanye dimulai pada bulan Maret tanpa memperhatikan protokol kesehatan.


Acara olahraga dan keagamaan besar pun mulai dilakukan lagi-lagi tanpa protokol kesehatan.


Kurang dari sebulan, kondisi pandemi memburuk. Di pertengahan April kasus harian COVID-19 India mencapai 100.000 dengan rekor tertingginya mencapai lebih dari 270.000. Laporan oleh The Lancet COVID-19 Commission memperkirakan akan ada sekitar 2.300 orang meninggal setiap hari di India pada awal bulan Juni.


Media sosial di India kini penuh oleh video pemakaman, kerabat yang berduka di rumah sakit, antrean ambulans, dan mayat yang menumpuk. Netizen ramai saling meminta informasi kamar rumah sakit yang kosong, obat-obatan, suplai oksigen, dan tes COVID-19.


Kelalaian karena terlena oleh herd immunity atau kekebalan kelompok disebut ahli jadi penyebab akhirnya India menghadapi gelombang kedua COVID-19 yang lebih mematikan. Ungkapan bahwa India sudah berada pada tahap akhir pandemi ternyata menjadi sebuah pernyataan prematur.


"Sudah ada rasa kemenangan... Sebagian orang merasa kita sudah mencapai herd immunity. Sebagian orang lainnya ingin bisa kembali kerja. Narasi ini didengarkan oleh banyak orang, sehingga suara-suara yang memperingatkan sudah tidak lagi didengar," komentar K Srinath Reddy dari Public Health Foundation of India.

https://trimay98.com/movies/collider-2/

Bahaya! Instruktur Yoga Sebut Tren Sujud 'Freestyle' Risikonya Fatal

 - Baru-baru ini, media sosial dibuat heboh oleh tren viral sujud 'freestyle' yang kebanyakan dilakukan anak-anak. Saat salat, mereka bukannya sujud malah berpose handstand, atau tepatnya chinstand, konon meniru salah satu emoji di game Free Fire.

Tidak bisa dianggap remeh, instruktur yoga Astrid Amalia mengingatkan risiko fatal di balik gerakan ekstrem ini. Mending kalau cuma keseleo, risiko terburuk yang bisa dialami adalah cedera pada bagian tubuh lain, termasuk kepala.


"Banget (bahaya), jelas. Itu sudah jelas ya. Risikonya pertama di bahu dan di tangan, sudah jelas itu. Lalu kemudian kepala karena tangan dan bahunya nggak kuat, kepalanya bisa kejedot ke lantai pecah kan," ujarnya saat dihubungi detikcom, Selasa (20/4/2021).


Yang dikhawatirkan, jika anak terjatuh saat bergaya freestyle dengan posisi kepala terbentur duluan, kerusakannya bisa berkepanjangan. Misalnya, gangguan pada otak yang bahkan bisa menyebabkan gangguan mental.


Menurut Astrid, tangan tidak didesain untuk menopang berat badan. Kaki yang terbiasa menopang tubuh saja kerap kali cedera, apalagi tangan yang normalnya tidak bekerja menopang beban tubuh.


"Logikanya adalah jika kaki sendiri itu bisa mengalami cedera padahal kaki adalah yang paling kuat, bagaimana dengan tangan? Tangan itu kan tidak dipakai untuk menopang tubuh. Tangan dipakai untuk melakukan kegiatan. Sekarang kalau dipakai seperti itu pose handstand, secara logika pasti akan cedera. Pasti, itu sudah pasti," tegas Astrid.


Ia menjelaskan, cedera bisa langsung terjadi saat berkegiatan, atau baru timbul beberapa hari setelah berkegiatan. Biasanya, cedera 'susulan' ini berupa nyeri, linu, pegal, atau kelelahan.


Jangankan orang awam, Astrid yang berpengalaman menjadi instruktur yoga pun memerlukan latihan lebih dulu sebelum melakukan handstand. Bahkan, terbiasa dengan yoga sekalipun tidak menjamin seseorang bisa melakukan handstand, sangat tergantung kondisi tubuh.


"Untuk plank saja butuh belajar, tidak semua orang bisa plank. Lah kemudian anak-anak ini melakukan posisi handstand. Pertanyaannya, apakah mereka sudah latihan? Apakah mereka tahu bahwa itu perlu latihan? Apakah mereka tahu bahwa itu kalau dilakukan tanpa latihan bisa membuat mereka cedera?" pungkas Astrid.

https://trimay98.com/movies/collider/


4 Cara Mendongkrak Semangat di Pagi Hari Selama Bulan Puasa


Bulan Ramadhan membuat jadwal tidur menjadi berubah. Untuk menghindari kantuk pada jam kerja, beberapa orang memilih untuk tidur lagi.

Namun, imbasnya malah tubuh susah diajak kompromi ketika harus bangun pagi lagi untuk kedua kalinya.


Nah, untuk mendongkrak semangat pagi kamu di bulan puasa, detikcom sudah siapin nih tips-tipsnya agar kamu tetap semangat.


1. Jangan snooze alarm

Dikutip dari laman Huffpost, seperti yang kita tahu, jika alarm berbunyi kita sering kali memencet tombol snooze.


Nah, langkah pertama agar kamu bisa bangun, adalah jangan menekan tombol ini ya detikers. Berpikir beberapa menit untuk menunda bangun justru akan mengacaukan jam tidur tubuh kamu.


Biasakanlah bangun tepat waktu ya, kalau bisa setiap hari di jam yang sama. Jika kamu meneruskan selama satu minggu, maka tubuh akan mengikuti pola yang ada.


2. Segera mandi

Agar tubuh tetap terjaga setelah bangun tidur, cobalah mandi menggunakan air dingin. Suhu dingin biasanya bisa menyiagakan tubuh. Sedangkan air hangat, bisa membuat saraf tenang dan mengantarkan tubuh pada kantuk.


Itulah sebabnya jika kamu kelelahan di malam hari, disarankan untuk mandi dengan air hangat, agar istirahat kamu bisa lebih nyaman.


3. Berjemur

Berjemur di bawah sinar matahari sangat penting dilakukan untuk membuat tubuh segera terbangun. Sebab, sinar matahari adalah sinyal alami yang akan diterima tubuh sebagai penanda bahwa jam tidur sudah usai.


4. Dengarkan musik

Nah, cara untuk mendongkrak semangat pagi kamu yang lain adalah dengan mendengarkan musik. Dengan menyetel musik, maka semangat pagi akan terbentuk.


Musik yang dimaksud tak harus musik yang kamu sukai. Apapun jenis musiknya, yang dibutuhkan adalah irama dan kebisingan suaranya.


Bising suara dari musik adalah yang akan mengusik waktu tidur kamu, sehingga bisa terjaga dengan penuh.

https://trimay98.com/movies/the-thinning/