Senin, 17 Februari 2020

Buka Diri untuk Wisatawan, Tambrauw Siapkan Pin Pariwisata

Tambrauw membuka diri sebagai pariwisata baru di Papua Baru. Dengan pin pariwisata, konsep yang diberikan adalah ecotourism.

Kabupaten Tambrauw gencar mempromosikan diri sebagai wisata baru di Papua Barat. Sebagai lahan konservasi Tambrauw berkomitmen untuk membangun wisata yang ecotourism dengan adanya pin pariwisata.

Salah satu cara untuk menjaga keasrian alamnya, Tambrauw meluncurkan pin pariwisata sebagai sistem pendanaan lahan konservasi.

"Pin ini memiliki logo penyu belimbing yang menjadi ciri khas Tambrauw. Pin ini menjadi tiket bagi pada wisatawan yang datang ke Tambrauw," ujar Gabriel Asem, Bupati Tambrauw, saat Peluncuran Tarif Masuk Pemeliharaan Lingkungan Strategis Pariwisata Tambrauw, di Hotel Je Meridien, Kota Sorong, baru-baru ini.

Wisatawan nantinya akan diwajibkan untuk membeli pin sebagai karcis masuk ke tempat-tempat wisata di Tambrauw. Untuk wisatawan domestik diberi harga Rp 200.000 per orang, sedangkan wisatawan asing Rp 400.000 per orang.

"Besok petugasnya sudah ada di Bandara Deo, Sorong. Begitu sampai di sini, wisatawan bisa membeli pin tersebut di dalam bandara," ujar Abraham Mayor, Kepala Dinas Pariwisata Tambrauw.

Pin pariwisata tersebut menjadi dana kontribusi wisatawan untuk lahan-lahan konservasi. Uang tersebut menjadi anggaran yanh di pakai untuk membangun kapasitas masyarakat.

"Nantinya akan ada guide lokal, jadi kalau mau ke tempat wisata harus tunjukkan pin itu. Pembelian pin sementara baru dibuka di Bandara Deo, Sorong," jelas Abraham.

Indonesia Masuk 20 Besar Negara Paling Berpolusi Tahun 2018

Tahun 2018 lalu, Indonesia tidak masuk 10 besar negara paling berpolusi. Namun, masuk ke peringkat 20 besar..

Melansir CNN, Rabu (6/3/2019), kota-kota yang ada di India dan China mendominasi predikat paling berpolusi. Selain Jakarta yang disebut paling berpolusi di Asia Tenggara tahun lalu, ternyata Indonesia juga masuk daftar 20 besar dunia.

Benua Asia telah mendominasi daftar baru kota paling tercemar di dunia pada 2018. Menurut laporan Air Visual yang mengukur 3.000 kota, polusi udara akan menyebabkan sekitar 7 juta kematian dini secara global tahun depan dan memiliki dampak ekonomi yang besar.

Air Visual mencatat bahwa negara-negara Asia Selatan dan China adalah yang paling parah terkena dampaknya. Namun, polusi udara adalah masalah global.

Walau tak sampai masuk 10 besar, Indonesia masuk 20 besar negara paling berpolusi bahkan di atas China. Berikut daftar negara dan urutannya:

1. Bangladesh
2. Pakistan
3. India
4. Afghanistan
5. Bahrain
6. Mongolia
7. Kuwait
8. Nepal
9. Uni Emirat Arab
10. Nigeria
11. Indonesia
12. China
13. Uganda
14. Bosnia Herzegovina
15. Macedonia
16. Uzbekistan
17. Vietnam
18. Sri Lanka
19. Kosovo
20. Kazakhstan

Pasca Nyepi, Wisatawan Mulai Datang ke Bromo

 Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka jatuh pada kemarin, Kamis (7/3/2019). Termasuk hari libur ekstra, wisatawan mulai datang ke kawasan Gunung Bromo.

Sejumlah titik di objek wisata Gunung Bromo, mulai dipadati pengunjung pasca Pelaksanaan Nyepi, yang berlangsung sejak Kamis hingga Jum'at 8 Maret pukul 05.00 WIB.

Para pengunjung terlihat di beberapa titik objek wisata setempat. Antara lain, rest area Cemoro Lawang, Bukit Mentigen dan Puncak Seruni Point.

Umumnya pengunjung datang ke Bromo, untuk mengisi akhir pekan baik bersama pasangan, kerabat ataupun keluarga.

Salah satunya Niko, Pengunjung Bromo asal Surabaya. Ia mengaku sengaja datang, untuk mengisi liburan bersama teman-teman kerjanya.

"Sengaja ke Bromo pak buat ngisi liburan, pingin liat juga suasana masyarakat Tengger pasca Nyepi,"ungkapnya, Jum'at (08/03/2019)

Mulai normalnya aktivitas wisatawan, dibenarkan oleh Camat Sukapura, Yulius Christian. Ia mengatakan, jika animo wisatawan yang berkunjung ke Bromo mulai berdatangan.

Hal itu terlihat, dari kondisi jalur ke Bromo yang sempat lengang sejak Kamis hingga Jum'at, dan lepas pukul 05.00 WIB pagi tadi sudah ada lalu lalu lalang angkutan wisatawan.

10 Obyek Wisata Gunung Bromo, Kapan Kamu Mau ke Sini? (2)

5. Pura Luhur Poten

Masih berada di kawasan pasir Bromo, ada salah satu tempat terbaik yang bisa Anda datangi, yaitu Pura Luhur Poten. Pura di sini merupakan tempat ibadah warga sekitar yang memeluk agama Hindu. Tidak heran saat perayaan Nyepi tiba, kawasan ini selalu diramaikan dengan kunjungan warga lokal yang ingin melakukan ibadah di sana. Biasanya kawasan Taman Nasional Bromo Tengger pun juga ikut ditutup demi kenyamanan warga yang ingin melaksanakan ibadahnya di Pura ini.

6. Bukit Kingkong

Bukit Kingkong menjadi salah satu tempat yang sering digunakan untuk melihat kecantikan sunrise di Bromo. Tempatnya tidak jauh dari penanjakan 1, jaraknya sekitar 2,5 km saja. Meskipun menjadi alternatif untuk melihat sunrise, namun tempat ini begitu populer di kalangan wisatawan. Sehingga untuk bisa menyaksikan keindahan sunrise pun Anda harus rela berdesakan dengan wisatawan lain yang sama-sama ingin menyaksikan keindahan sunrise dari bukit ini.

7. Bukit Cinta

Bukit cinta atau love hills merupakan tempat yang sangat populer untuk dikunjungi. Di sini selain bisa menyaksikan keindahan sunrise di pagi buta, Anda juga dapat memanjakan mata dengan deretan bukit yang mengelilinginya. Di pagi hari Anda bisa menyaksikan keindahan lembah dan bukit yang masih tertutup awan kabut. Namun di siang hari meskipun sedikit panas, namun Anda bisa menyaksikan hijaunya pegunungan dengan deretan bukit-bukit yang nampak cantik dan mempesona. Lokasi bukit cinta ini masih bersebelahan dengan bukit kingkong.

8. Bukit Teletabis Bromo

Nama bukit teletabis Bromo mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda. Bahkan obyek wisata Bromo ini menjadi tempat favorit untuk kalangan wisatawan. Selain bisa menikmati kecantikan gunung Bromo dengan deretan bukit hijau. area ini juga menjadi spot foto terbaik. Bukitnya dipenuhi dengan rerumputan hijau yang sangat cantik. Bahkan rumput di sini sangat terjaga sehingga nampak begitu rapi. Jadi, saat berkunjung ke kawasan Bromo Tengger, maka jangan lewatkan untuk berkunjung ke sini.

9. Desa Ngedas

Setelah melihat kecantikan Gunung Bromo yang khas dengan matahari terbitnya, tak ada salahnya untuk mempir ke Desa Ngedas. Desa ini merupakan area pemukiman warga asli suku Tengger. Lokasinya masuk ke wilayah Kecamatan Puncokusumo. Meskipun nampak seperti desa pada umumnya, namun saat datang dan berbaur dengan masyarakat sekitar, Anda akan merasakan tradisi dari suku Tengger yang hingga kini masih dipertahankan.

Bukan hanya wisatawan lokal, namun wisatawan dari luar negeri pun banyak yang menyempatkan diri untuk mampir ke desa ini. Kebanyakan mereka ingin mengenal lebih dekat kebiasaan-kebiasaan warga asli suku Tengger yang masih lekat dengan tradisinya. Selain itu, desa ini juga sering mengadakan acara tradisi yang bisa Anda saksikan secara langsung, seperti kuda kencak, atraksi kuda lumping, bentengan, dan masih banyak lagi.

10. Desa Ngadisari


Selain Desa Ngedas, ada satu desa lagi yang tak kalah menariknya. Desa bernama Ngadisari ini hampir sama dengan Desa Ngedas, yaitu warganya merupakan keturunan asli suku Tengger. Di desa ini selain bisa menikmati tradisi warga sekitar, Anda pun juga bisa berbaur langsung dengan mereka. Jangan takut, warga di Desa Ngadas dan Ngadisari ini umumnya sangat ramah dengan penduduk asing atau para wisatawan yang memang sengaja datang ke sini.

Selain bisa mengenal dan berbaur dengan mereka, Anda pun juga bisa menikmati keindahan alam yang ada di desa ini. Desa ini juga menyediakan beberapa fasilitas seperti penginapan, rumah makan, toilet umum, dan masih banyak lagi.

Kini pesona Bromo bukan hanya terkenal dengan keindahan sunrisenya saja. Melainkan terdapat beberapa obyek lain yang sayang untuk dilewatkan. Jadi kapan Anda mau ke Bromo?