Jumat, 13 Desember 2019

Ada Proyek Mahaka di Peluncuran Pesawat Baru Garuda, Ini Kata BUMN

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjelaskan soal proyek Mahaka Media dalam peluncuran pesawat baru Garuda Indonesia, Airbus A330-900 Neo. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga buka suara soal kerja sama perusahaan milik Erick Thohir dengan maskapai pelat merah.

Arya mengatakan bahwa Mahaka menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia dengan penawaran Rp 800 juta. Namun akhirnya disepakati Rp 300 juta.

"Soal isu Rp 800 juta itu kan penawaran bukan hasil akhir, terakhir Rp 300 juta didapat itu pun urusan artis doang," kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2019).

Kerja sama antara Mahaka Media dengan Garuda Indonesia merupakan hal yang wajar. Arya menambahkan adanya kerja sama tersebut juga tidak membuat Erick gentar mencopot direktur Garuda Indonesia yang bermasalah.

"Tapi kan terbukti juga walau ada bisnisnya bukan berarti direksinya aman kalau bikin kesalahan," tambah Arya.

Lebih jauh, Arya menambahkan Mahaka Media mendapatkan kontrak untuk artis dalam peluncuran pesawat baru Garuda Indonesia. Erick juga sudah hengkang dari perusahaan yang didirikannya.

"Itu proyek EO Mahaka itu kebagian pengadaan artis waktu peluncuran Airbus itu," katanya.

Ahok Punya Waktu Sebulan Ungkap 142 Anak Usaha Pertamina

 Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan tenggat waktu 1 bulan terhadap Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menyampaikan data lengkap mengenai 142 anak usaha perseroan.

Erick mengatakan, data mengenai anak usaha Pertamina itu harus dilaporkan kepadanya pada bulan Januari mendatang. Penyampaian data tersebut diperlukan, karena Erick tak mengetahui bidang apa saja yang dikerjakan anak usaha Pertamina itu.

"Ini saya minta juga untuk Komut dan Direksi, di rapat bulan Januari saya minta mapping 142 perusahaan ini usahanya apa? Terus bagaimana kesehatan perusahaannya?" ungkap Erick di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Jumlah anak usaha itu ia temukan ketika menggelar rapat perdana dengan Ahok dan juga Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

"Kemarin dengan Pertamina kan saya sudah mulai rapat bulanan dengan Komut dan Dirut Pertamina. Yang kemarin Pertamina juga kita rapatkan ternyata di Pertamina ada 142 perusahaan," terang dia.

Erick pun sangat menanti laporan dari Ahok dan Nicke mengenai 142 anak usaha tersebut. Ia juga secara tegas mengatakan bahwa anak usaha yang hanya diisi oleh oknum dan menggerogoti Pertamina akan ia sikat.

"Saya juga nggak mau nanti ternyata ya, mohon maaf yang seperti kemarin saya bicara, 142 perusahaan yang ada di Pertamina ini hanya oknum-oknum yang akhirnya menggerogoti Pertamina. Ini yang saya juga sudah minta laporan dari Dirut dan Komut," tutup Erick.

Erick Thohir Bakal Periksa 142 Anak Usaha Pertamina

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir heran akan jumlah anak usaha yang dimiliki PT Pertamina (Persero). Pertamina sendiri punya 142 anak perusahaan.

"Yang kemarin Pertamina juga kita rapatkan ternyata di Pertamina ada 142 perusahaan," ungkap Erick di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Erick sendiri tak tahu bidang apa saja yang dikerjakan oleh ratusan anak usaha Pertamina itu. Erick mengatakan, dirinya sudah meminta Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, dan juga direksi Pertamina untuk memeriksa ratusan anak usaha itu.

Erick memberi batas waktu terhadap Ahok dan direksi Pertamina untuk menyampaikan daftar lengkap mengenai 142 perusahaan tersebut pada bulan Januari 2020.

"Ini saya minta juga untuk Komut dan Direksi, di rapat bulan Januari saya minta mapping 142 perusahaan ini usahanya apa? Terus bagaimana kesehatan perusahaannya?" imbuh dia.

Secara tegas, Erick mengatakan bahwa anak usaha yang hanya diisi oleh oknum dan menggerogoti Pertamina akan ia sikat.

"Saya juga nggak mau nanti ternyata ya, mohon maaf yang seperti kemarin saya bicara, 142 perusahaan yang ada di Pertamina ini hanya oknum-oknum yang akhirnya menggerogoti Pertamina. Ini yang saya juga sudah minta laporan dari Dirut dan Komut," tutup Erick.

Tegas! Erick Thohir Larang BUMN Bentuk Anak Usaha

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperketat perizinan pembentukan anak, cucu sampai cicit BUMN. Hal ini dipertegas lewat penerbitan Keputusan Menteri (Permen) BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019.

Beleid ini baru saja diterbitkan per 12 Desember 2019 kemarin sekaligus telah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, serta pejabat Kementerian BUMN lainnya.

Keputusan Menteri ini pun sudah mulai berlaku pada tanggal diterbitkannya aturan tersebut.

Pasca-penerbitan kebijakan tersebut, maka pendirian anak perusahaan maupun perusahaan patungan di lingkungan BUMN bakal dihentikan sementara sampai Menteri BUMN melakukan pencabutan atas kebijakan tersebut.

Aturan ini juga dapat berlaku pada perusahaan afiliasi yang terkonsolidasi ke BUMN termasuk cucu perusahaan dan turunannya.

Selanjutnya, Kementerian BUMN akan melakukan review terhadap keberadaan Anak Perusahaan dan Perusahaan Patungan yang kinerjanya tidak baik dan mengambil keputusan terbaik berdasarkan pengkajian dengan melibatkan Direksi BUMN.

Meski demikian, beberapa anak perusahaan masih diberikan pengecualian. Mereka adalah yang masuk dalam syarat pada diktum kedua beleid tersebut sebagai berikut :

1. Dikecualikan kepada pendirian anak perusahaan atau perusahaan patungan yang mengikuti tender dan atau tengah melaksanakan proyek-proyek BUMN di bidang usaha jasa konstruksi dan atau pengusahaan jalan tol.

2. Anak perusahaan atau perusahaan patungan yang tengah melaksanakan kebijakan atau program pemerintah.

Meski demikian, keduanya tetap harus mengerjakan tender atau proyek yang sudah disetujui oleh Menteri BUMN serta telah direview pengerjaannya oleh Tim yang dibentuk oleh Menteri BUMN.

Keputusan Menteri ini berlaku untuk seluruh BUMN, termasuk Persero Terbuka, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan. Keputusan Menteri dinyatakan mulai berlaku pada tanggal diterbitkannya aturan tersebut.

Pertamina Beli Minyak dari AS, Erick Thohir: Hemat Rp 280 M

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan sejumlah upaya penghematan negara dalam pemenuhan kebutuhan minyak mentah dalam negeri. Salah satunya yakni membeli minyak mentah atau crude oil langsung dari kilang minyak di Amerika Serikat (AS).

Erick mengatakan, transaksi pembelian minyak mentah dari AS yang dilakukan PT Pertamina (Persero) menghemat sekitar US$ 5-6 per barrel.

"Kita sudah mulai membeli langsung dari produsen. Jadi kemarin tender di Pertamina, kita lihat juga crude oil dari AS. Alhamdulillah harganya lebih murah US$ 5-6," kata Erick di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Dengan total pembelian minyak 1,2 juta barrel dari AS itu, Pertamina menghemat biaya hingga Rp 280 miliar.

"Jadi itu ada penghematan hampir Rp 280 miliar. Itu baru 1,2 juta barrel, bagaimana kalau sekarang kebutuhan crude oil yang 30 juta barrel. Kita bisa balance dengan pembelian yang lebih murah dan tanpa trader. Langsung ke produsen ini kan juga menguntungkan," jelas Erick.

Menurut Erick, jika RI membeli minyak dalam jumlah yang lebih besar ke AS, penghematannya akan mencapai Rp 1 triliun. Namun, tentu saja hal itu tak bisa dilakukan mengingat Indonesia juga harus menggenjot produksi minyak mentahnya sendiri.

"Bisa saja kalau kita pembelian minyak dari Amerika kita besarkan. Bukan semua ya, nanti jadi KKN baru. Itu bisa menghemat Rp 1 triliun," tutup Erick.