Sabtu, 22 Mei 2021

Mau Dapat 'Swipe Kanan' di Aplikasi Kencan? Vaksinasi COVID-19 Dulu!

 Beberapa situs dan aplikasi kencan populer kini bisa menunjukkan status vaksinasi COVID-19 para penggunanya. Hal ini disebut bisa jadi nilai tambah bagi mereka yang ingin berkencan.

Tinder, Match, OkCupid, Hinge, Plenty of Fish, BLK dan Chispa yang tergabung dalam Match Group menawarkan 'lencana' khusus bagi para pengguna yang sudah divaksinasi. Bersamaan dengan itu pengguna juga akan mendapatkan akses fitur premium.


Penasehat Gedung Putih Amerika Serikat (AS), Andy Slavitt, menjelaskan hal ini merupakan kerja sama dengan pemerintah untuk mendukung program vaksinasi.


Menurut Andy data menunjukkan orang-orang dengan status sudah divaksinasi COVID-19 bisa sampai 14 persen lebih sukses mendapatkan kencan.


Karena itu pemerintah bekerja sama dengan pengembang aplikasi dan situs pencari jodoh agar lebih banyak orang yang mau divaksinasi COVID-19.


"Kita akhirnya menemukan satu hal yang bisa membuat kita semua jadi lebih menarik: vaksinasi," ungkap Andy seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/5/2021

https://tendabiru21.net/movies/motley-crue-xxx-30-years-of-girls-girls-girls/


India Ingin Corona B1617 Tak Disebut Varian India, Minta Sensor Medsos


Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India baru-baru ini meminta perusahaan media sosial menyensor konten terkait virus Corona 'varian India'. Pemerintah India keberatan dengan sebutan tersebut karena dianggap tidak berdasar dan tidak diakui oleh komunitas sains.

India ingin agar varian disebut dengan nama yang telah ditentukan oleh peneliti yaitu B1617.


"Sebutan itu TIDAK BENAR. Tidak ada varian Corona dengan nama itu yang disebut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO tidak pernah mengaitkan istilah 'varian India' pada varian B1617 dalam semua laporannya," tulis pihak kementerian dalam surat yang dikutip dari Reuters, Sabtu (22/5/2021).


Salah satu narasumber pejabat di India mengaku ini merupakan pesan yang jelas untuk menghilangkan istilah varian India. Tujuannya demi menjaga citra negara.


Saat ini pemerintah India diketahui sedang mendapat sorotan dan kritik keras terkait penanganannya terhadap pandemi. Pemerintah dinilai gagal karena tidak menghiraukan peringatan ahli terhadap ancaman gelombang kedua COVID-19 dan sekarang akhirnya menghadapi wabah parah.


Dalam sehari India bisa mencatat sekitar 200.000 sampai 400.000 kasus COVID-19. Varian virus baru disebut-sebut sebagai salah satu pendorong meningkatnya kasus selain karena pelonggaran protokol kesehatan.


Evos Legends Jadi Juara MPL ID Season 7


 Berakhir sudah gelaran MPL ID Season 7. Sang Macan Putih, Evos Legends berhasil mengalahkan Bigetron Alpha di partai puncak dan menjadi juara di Mobile Legends Professional League Season 7.

Setelah berhasil mengalahkan Genflix Aerowolf di final lower bracket, Evos Legends mengamankan slot di grand final MPL ID Season 7. Sang macan Putih harus berhadapan kembali dengan Bigetron Alpha yang telah mengalahkan mereka di hari kedua.


Meskipun tertinggal poin kemenangan di game pertama, semangat juang yang mereka tunjukkan membuahkan hasil yang sangat baik. Alhasil, Evos Legends membalikkan keadaan dan mengalahkan Bigetron Alpha dengan skor 4 - 2.


Kemenangan Evos Legends sebagai juara MPL ID Season 7 terasa manis, karena ini adalah untuk kedua kalinya event yang mereka juarai. Untuk gelar juara MPL ID, pertama kali mereka dapatkan pada MPL ID Season 4.


Perjalanan Evos Legends untuk menjadi juara tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi team-team Mobile Legends terkuat di Indonesia.


Belum lagi naik turunnya performa mereka di babak regular season MPL ID Season 7, hingga Evos Legends berhasil mengamankan upper bracket. Kemenangan di hari pertama babak playoff, belum cukup memberikan modal untuk bisa mengalahkan Bigetron Alpha di hari kedua.

https://tendabiru21.net/movies/kung-fu-panda-2/

Klaster Keluarga Bermunculan, Picu Lonjakan COVID-19 di Kudus

 Kasus penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengalami lonjakan. Bupati Kudus menyebut lonjakan kasus Corona berasal dari klaster keluarga.

"Kasus Corona naik lagi, ada 300 an kasus saat ini. kemarin sudah saya suruh pembukaan isolasi COVID-19, karena di sana sudah banyak 80an pasien di rumah sakit umum," kata Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan ditemui di pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (21/5/2021).


"Setelah vaksinasi ternyata masyarakat banyak yang abai untuk prokes sendiri, pemahamannya kurang. Karena dianggap vaksinasi ini bisa menolak virus. Padahal tidak seperti itu, karena hanya untuk menambah antibodi saja. Supaya terpapar tidak ada gejala," sambung Hartopo.


Hartopo menuturkan peningkatan kasus Corona di Kudus berasal dari klaster keluarga. Menurutnya warganya banyak yang bepergian ke daerah lain. Hal tersebut pun kembali ke Kudus membawa virus Corona.


"Di sini, rata-rata merupakan klaster keluarga. Karena sini kita perketat wisata. Aturan kemarin, dengan Perbup kemarin. Kapasitas 30 persen dari sebelumnya. Tapi tetangga sebelah wisata dibuka semua. Termasuk Jepara, Rembang. Jadi orang Kudus banyak ke sana. Pulang-pulang membawa COVID-19, terus disebarkan ke keluarga. Lokal aman, pemudik juga aman," kata Hartopo.


Hartopo menjelaskan meski ada 3 pemudik terkonfirmasi positif Corona, namun hasil tracingnya nol. Kata dia pemudik yang terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa ada gejala. Mereka pun sudah menjalani isolasi mandiri.


"Hasil kajian, karena kalau pemudik kemarin hanya 3 saja yang terpapar, dan setelah di-tracing tidak ada. Jadi menemukan 3 positif, tidak ada klaster di situ. Setelah kita tracing tidak ada, hasilnya nol. Karena dia terpaparnya di luar kota. Ada temuan kita lakukan isolasi mandiri," ucapnya.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Badai Ismoyo, mengatakan ada lonjakan kasus Corona di Kudus hingga 60 kasus dalam sehari. Saat ini kata dia ada sebanyak 137 orang terkonfirmasi positif Corona dirawat di rumah sakit. Sedangkan ada 170 orang terpapar Corona menjalani isolasi mandiri.


"Per 20 Mei 2021 ada penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 60 kasus," kata Badai dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (21/5/2021).


"Dirawat saat ini ada sebanyak 137 pasien. Isolasi mandiri ada sebanyak 170 orang. Meninggal 552 orang, sembuh 5.458. Jumlah keseluruhan 6.317 orang," sambungnya.

https://tendabiru21.net/movies/como-filmar-una-xxx/


Mau Dapat 'Swipe Kanan' di Aplikasi Kencan? Vaksinasi COVID-19 Dulu!


Beberapa situs dan aplikasi kencan populer kini bisa menunjukkan status vaksinasi COVID-19 para penggunanya. Hal ini disebut bisa jadi nilai tambah bagi mereka yang ingin berkencan.

Tinder, Match, OkCupid, Hinge, Plenty of Fish, BLK dan Chispa yang tergabung dalam Match Group menawarkan 'lencana' khusus bagi para pengguna yang sudah divaksinasi. Bersamaan dengan itu pengguna juga akan mendapatkan akses fitur premium.


Penasehat Gedung Putih Amerika Serikat (AS), Andy Slavitt, menjelaskan hal ini merupakan kerja sama dengan pemerintah untuk mendukung program vaksinasi.


Menurut Andy data menunjukkan orang-orang dengan status sudah divaksinasi COVID-19 bisa sampai 14 persen lebih sukses mendapatkan kencan.


Karena itu pemerintah bekerja sama dengan pengembang aplikasi dan situs pencari jodoh agar lebih banyak orang yang mau divaksinasi COVID-19.


"Kita akhirnya menemukan satu hal yang bisa membuat kita semua jadi lebih menarik: vaksinasi," ungkap Andy seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/5/2021

https://tendabiru21.net/movies/kung-fu-panda/