Selasa, 18 Mei 2021

Studi Terbatas, Vaksin AstraZeneca 97 Persen Efektif Lawan Varian Corona India

 Sebuah studi yang dilakukan pada tenaga kesehatan di India yang diberi vaksin AstraZeneca menemukan vaksin Corona tersebut efektif melawan varian India atau B1617.

Studi yang dilakukan di Rumah Sakit Indraprastha Apollo di New Delhi mencatat dari 3.235 petugas kesehatan yang mendapat vaksin AstraZeneca, hanya 85 yang melaporkan gejala COVID-19 dan dua yang memerlukan perawatan di rumah sakit.


Studi tersebut juga tidak mencatat adanya kematian atau perawatan intensif pada mereka yang diberi vaksin AstraZeneca.


"Penelitian kami menunjukkan bahwa 97,38 persen dari mereka yang divaksinasi terlindung dari infeksi dan tingkat rawat inap hanya 0,06 persen," kata Dr Anupam Sibal, direktur medis RS tersebut, dikutip dari India Today.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi hanya terjadi dalam persentase kecil dan tidak menyebabkan keparahan penyakit.


Temuan ini sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan dalam jurnal medis peer-review.


Namun para peneliti mencatat bahwa vaksin pun tidak memberi 100 persen kekebalan. Setelah imunisasi penuh, risiko tertular Corona tetap ada.


Politisi India Sebut Virus Corona Punya Hak Hidup Seperti Manusia


 Seorang politisi di India jadi bulan-bulanan warganet setelah menyebut virus Corona adalah makhluk yang juga punya hak untuk hidup.

Dikutip dari laman Hindustian Times, politisi papan atas India yang juga dikenal sebagai mantan menteri utama Uttarakhand, Trivendra Singh Rawat, dalam sebuah postingan menuliskan virus Corona adalah organisme, makhluk yang juga memiliki hak untuk hidup.


"Kalau kita bicara filosofis, maka virus COVID-19 juga merupakan organisme hidup yang ingin hidup dan berhak hidup layaknya manusia," tuturnya.


Trivendra Singh Rawat juga menyalahkan manusia atas 'ganasnya' mutasi virus corona.


"Namun, kita menganggap diri kita lebih cerdas daripada organisme hidup lainnya. Kita sekarang mengejarnya dan untuk melarikan diri, virus jadi terus bermutasi," sambungnya.


Rawat mengatakan kepada saluran berita lokal dalam wawancara tentang pandemi COVID-19 yang telah menewaskan lebih dari 4.100 orang di Uttarakhand, lebih dari 258.300 di seluruh negeri telah memaksa sebagian besar negara bagian untuk memberlakukan pembatasan ketat.


Namun, dia mengatakan manusia perlu melampaui virus Corona untuk tetap aman.


Postingannya tersebut langsung dikomentari oleh warganet, mengingat banyaknya korban jiwa akibat virus Corona.

https://maymovie98.com/movies/body-bags/


Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Jokowi Harap Herd Immunity Segera Terbentuk


Pelaksanaan vaksinasi gotong royong resmi dimulai di Indonesia hari ini, Selasa (18/5/2021). Presiden Joko Widodo juga hadir dalam pelaksanaan perdana vaksinasi gotong royong di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat.

"Kita harapkan ini akan segera membangun sebuah herd immunity, kekebalan komunal dan penyebaaran COVID bisa ktia hilangkan dari negara yang kita cintai ini," katanya dalam keterangan pers di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).


Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan ada 18 perusahaan yang telah melaksanakan vaksinasi dengan program gotong royong hari ini.


Ia mengharapkan dengan dimulainya vaksinasi gotong royong di kawasan industri maka produktivitas karyawan bisa meningkat tanpa perlu takut akan penularan Corona.


"Dengan dimulainya vaksinasi di industri, di lokasi-lokasi produktif kawasan industri, kita harapkan semua terlindungi dari penyebaran COVID," paparnya,


Pelaksanaan vaksinasi gotong royong menggunakan vaksin Corona Sinopharm yang didistribusi oleh PT Kimia Farma. Pelayanan vaksinasi gotong royong dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) milik swasta yang memenuhi persyaratan.

https://maymovie98.com/movies/hair/

Ada-ada Saja, Sopir Taksi Ini Pasang 100 Jimat di Mobilnya Biar Nggak Kena Corona

  Setelah memanjatkan doa, sopir taksi asal Thailand bernama Sopee Silpakit mengikatkan rantai jimat di lehernya lalu melompat ke belakang kemudi, didukung oleh ketenangan pikiran yang diberikan oleh ritual melawan COVID-19.

Pria berusia 65 tahun tersebut bekerja sebagai sopir taksi di Bangkok. Mata pencariannya membuat dia harus berhubungan dengan orang setiap harinya.


Hidupnya sekarang kembali diliputi kekhawatiran, sebab ibu kota Thailand menjadi pusat gelombang ketiga COVID-19.


"Saya berdoa pada jimat ini setiap hari: 'Jangan biarkan virus mendekati saya,'" ucapnya, seperti dikutip dari laman Manila Times.


"Saya benar-benar percaya bahwa mereka dapat melindungi saya dari virus dan menjaga saya dalam kesehatan yang baik," lanjutnya.


Thailand yang mayoritas beragama Buddha. Sebagian besar penduduknya percaya akan keberuntungan, yang salah satunya diharap bisa diperoleh melalui benda-benda yang diberkati pemuka agama.


Penggunaan jimat ini menyebar ke berbagai demografi. Tidak jarang seorang wirausaha terlihat memakainya di balik kaos polo mereka.


Jimatnya mungkin terlihat sederhana, seperti patung Buddha kecil. Atau lebih rumit, menampilkan ukiran yang dibungkus di balik penutup plastik untuk perlindungan.


Sopee, yang taksinya memiliki lebih dari seratus benda suci yang menghiasi mobilnya, mengaku lebih yakin taksinya bebas virus, daripada jika dia tidak memiliki perlindungan spiritual tersebut.


"Saya tidak terlalu peduli berapa harga jimat di taksi saya ini," tambahnya.


"Itu benar-benar tergantung pada seberapa besar nilainya bagi pikiran saya," lanjut Sopee.

Perlindungan spiritual

Tradisi mengumpulkan, membeli dan menjual jimat sangat populer di Thailand.


Bangkok bahkan memiliki pasar khusus di kawasan bersejarahnya, di mana jimat yang diberkati oleh kepala biara populer mendapat harga yang cukup mahal.


Pemerintah telah menutup pasar setiap kali infeksi COVID-19 melonjak selama setahun terakhir. Pasalnya bazaar benda ini sangat populer di antara orang Thailand yang lebih tua.


"Yang paling mahal yang saya miliki adalah sekitar 10.000-20.000 baht atau setara dengan Rp 4,5-9 juta," kata sopir taksi Wasan Sukjit, 43 (tahun). Dia mengaku menerima jimat langka dari berbagai provinsi sebagai hadiah.

https://maymovie98.com/movies/2-lava-2-lantula/


Studi Terbatas, Vaksin AstraZeneca 97 Persen Efektif Lawan Varian Corona India


Sebuah studi yang dilakukan pada tenaga kesehatan di India yang diberi vaksin AstraZeneca menemukan vaksin Corona tersebut efektif melawan varian India atau B1617.

Studi yang dilakukan di Rumah Sakit Indraprastha Apollo di New Delhi mencatat dari 3.235 petugas kesehatan yang mendapat vaksin AstraZeneca, hanya 85 yang melaporkan gejala COVID-19 dan dua yang memerlukan perawatan di rumah sakit.


Studi tersebut juga tidak mencatat adanya kematian atau perawatan intensif pada mereka yang diberi vaksin AstraZeneca.


"Penelitian kami menunjukkan bahwa 97,38 persen dari mereka yang divaksinasi terlindung dari infeksi dan tingkat rawat inap hanya 0,06 persen," kata Dr Anupam Sibal, direktur medis RS tersebut, dikutip dari India Today.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi hanya terjadi dalam persentase kecil dan tidak menyebabkan keparahan penyakit.


Temuan ini sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan dalam jurnal medis peer-review.


Namun para peneliti mencatat bahwa vaksin pun tidak memberi 100 persen kekebalan. Setelah imunisasi penuh, risiko tertular Corona tetap ada.

https://maymovie98.com/movies/hair-wolf/