Menjelang Lebaran, parsel atau hampers marak dijual. Selain menjadi tradisi merayakan hari Raya Idul Fitri, penjualan hampers Lebaran semakin laris di tengah pandemi Corona saat banyak orang tak bisa bertemu tatap muka.
Namun, tak sedikit di antara mereka yang kerap menyepelekan keamanan hampers. Padahal, kualitas utama hampers tentu perlu jadi hal utama yang diperhatikan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membagikan beberapa tips memilih hampers Lebaran yang aman dikonsumsi atau dibagikan ke kerabat dekat atau keluarga. Apa saja?
1. Mengecek kemasan
Ada baiknya, konsumen memilih sendiri bahan makanan yang akan dijadikan hampers. Sebab, penting untuk mengecek kemasan dalam keadaan baik.
"Pastikan kemasan produk pangan dalam keadaan tidak sobek, tidak bolong, tidak bocor, tidak penyok, tidak karatan, dan masih tersegel rapat," jelas BPOM dalam akun resminya Minggu (9/5/2021).
2. Mengecek label
Mengecek label tidak kalah pentingnya dengan mengecek kemasan. Beberapa informasi pada label harus tercantum dengan jelas.
Apa saja informasi yang perlu ada pada label?
- Nama dagang
- Komposisi
- Nama jenis pangan olahan
- Logo halal bagi yang dipersyaratkan
- Tanggal dan kode produksi
- Nama dan alamat importir
- Keterangan kedaluwarsa
- Berat bersih
- Nomor izin edar
3. Izin edar
Salah satu hal yang kerap dilupakan saat membeli produk makanan adalah izin edar. Wajib mengetahui produk pangan yang sudah memiliki izin edar BPOM.
Contoh izin edar yang dikeluarkan BPOM:
- Pangan olahan dalam negeri
BPOM RI MD xxxxxxxxx (12 digit angka)
- Pangan olahan impor
BPOM RI ML xxxxxxxxx (12 digit angka)
Kamu bisa pula mengecek daftar izin edar di aplikasi BPOM 'BPOM mobile' atau situs resmi di SINI.
4. Mengecek kedaluwarsa
Hal terpenting dari seluruh poin yang dijelaskan, yaitu memastikan tanggal kedaluwarsa. Hal ini demi meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan saat mengkonsumsi bahan pangan yang tidak lagi layak dimakan.
"Keterangan kedaluwarsa merupakan batas akhir suatu pangan dijamin mutunya, sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen," pesan BPOM.
https://maymovie98.com/movies/kizumonogatari-part-3-reiketsu/
Riset di AS: Kematian Global akibat COVID-19 Dua Kali Lipat dari Angka Resmi
Para ilmuwan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington memperkirakan bahwa kematian akibat COVID-19 secara global telah mencapai lebih dari dua kali lipat daripada jumlah yang dilaporkan secara resmi.
IHME menyebut pandemi telah menyebabkan hampir 6,9 juta kematian akibat virus Corona COVID-19 di seluruh dunia, dua kali lipat dari jumlah resmi kematian yang dilaporkan.
Banyak kematian tidak dilaporkan karena sebagian besar negara hanya mencatat yang terjadi di rumah sakit atau pasien dengan kasus infeksi yang dikonfirmasi. Kematian COVID-19 yang dilaporkan sangat terkait dengan tingkat pengujian di suatu negara.
"Mungkin belum mencapai jumlah korban global flu Spanyol dan tentunya belum pada tingkat kematian akibat flu Spanyol. Tetapi mengingat apa yang sedang terjadi di India saat ini, mengingat perkiraan kami akan kematian yang berkelanjutan," kata Direktur IHME Christopher Murray.
"COVID akan menyaingi flu Spanyol di tingkat global dalam hal penghitungan, kemungkinan, sebelum kita melihat akhir dari epidemi ini," tambahnya.
Sementara itu, menurut data Universitas Johns Hopkins, dilaporkan saat ini ada lebih dari 155 juta kasus infeksi COVID-19 di seluruh dunia dengan angka kematian sedikitnya 3,25 juta jiwa.
Kematian COVID-19 di AS
Di Amerika Serikat (AS), kematian akibat virus Corona COVID-19 diperkirakan lebih dari 905.000. Jumlah tersebut jauh di atas angka resmi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Rabu (5/5/2021) lalu ada 575.491.
"Banyak negara telah mengerahkan upaya luar biasa untuk mengukur jumlah korban pandemi, tetapi analisis kami menunjukkan betapa sulitnya melacak secara akurat penyakit menular baru dan yang menyebar dengan cepat," pungkas Murray