Jumat, 23 April 2021

Akhir Kisah TikTok 'Mesum' Dokter Magang Kevin Samuel

  Konten Tiktok kontroversial dr Kevin Samuel menuai kecaman lantaran dinilai melecehkan perempuan. Tindakan tegas diberikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Di hadapan wartawan, dr Kevin menyampaikan permohonan maaf dan rasa menyesalnya pada publik.


"Saya meminta maaf dan di video tersebut saya memang tidak berhati-hati. Saya tidak berpikir panjang untuk dampak ke depannya seperti apa. Saya minta maaf karena tidak berhati-hati membuat video tersebut. Sama sekali tidak ada terpikirkan oleh saya untuk melakukan hal-hal seperti yang dibilang (publik)," ujarnya dalam konferensi pers bersama IDI, Kamis (21/4/2021).


Video berdurasi 15 detik tersebut diunggah oleh akun Tiktok miliknya @drkepinsamuelmpg yang kini sudah dihapus. Dalam videonya, dr Kevin berlagak seolah-olah sedang mengobrol dengan perawat, diminta melakukan vaginal touche pada wanita hamil yang baru pembukaan 3.


Sembari bergoyang dan memincingkan mata, dr Kevin menyebut adegan tersebut 'Awkward Moment'. Mimik inilah yang kemudian dikecam oleh publik, dinilai sebagai muka mesum.


Diketahui, Kevin Samuel belum menyandang status sebagai dokter tetap. Ketika video tersebut diunggah, dr Kevin masih menjalani kerja magang sebagai dokter di rumah sakit.


Oleh IDI, tindakan dr Kevin dikategorikan pelanggaran kategori 1 dan 2, dengan saksi berupa pembekuan selama terukur 6 bulan.

Pesan IDI untuk para perempuan

Pihak IDI berharap, tindakan Kevin tidak membekaskan trauma pada wanita. Ditegaskan, seluruh dokter di Indonesia diikat sumpah, termasuk untuk bekerja sebagai dokter dengan bersusila.


"Pertama bahwa seluruh dokter di Indonesia ini telah mengucapkan, berikrar, berjanji, melafalkan sumpah dan kode etik dokter di Indonesia. Di salah satu sisi, telah menyatakan saya (dokter) bersumpah menjalankan tugas dengan cara terhormat, bersusila, serta dengan tanggung jawab saya sebagai dokter," tegas Ketua IDI Kota Jakarta Selatan, dr M Yadi Permana, SpB(K).


Menurutnya, dokter kandungan yang berjenis kelamin laki-laki biasanya bekerja didampingi oleh seorang perawat atau bidan perempuan. Tujuannya, tak lain membuat pasien wanita tetap merasa nyaman sepanjang pemeriksaan.


Sekjen Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr Ulul Albab, SpOG turut berharap, tindakan dr Kevin ini tidak membuat para wanita mogok berkonsultasi ke dokter. Ditegaskan, tindakan Kevin mengunggah video berbau pelecehan tersebut adalah pelanggaran etik.


"Kasus ini bukan berarti teman-teman wanita nggak berobat. Kita juga bingung kalau mereka semua enggan, siapa yang menolong? Kalau sampai enggan, takutnya ada masalah-masalah lainnya. Kami akan bertindak tegas kalau sampai ada pelanggaran etik seperti kemarin," ujarnya.

https://cinemamovie28.com/movies/executioners/


ITAGI Ingatkan Orang Tua Pentingnya Imunisasi Anak di Tengah Pandemi


Pandemi COVID-19 berimbas pada berbagai layanan kesehatan, termasuk jadwal imunisasi anak. Hal ini terlihat dari jumlah orang tua yang ragu membawa anaknya ke rumah sakit atau puskesmas untuk melakukan imunisasi karena takut tertular virus COVID-19.

Padahal, Dokter Spesialis Anak/ITAGI, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko menjelaskan bahwa imunisasi penting untuk melindungi orang-orang yang rentan dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Bahkan, semua negara telah mengakui imunisasi aman dan bermanfaat untuk mencegah sakit berat, cacat, dan kematian.


"Oleh karena itu, negara-negara berusaha memberikan vaksin gratis kepada rakyatnya, supaya bayi balita anak hingga remaja terhindar dari kesakitan dan kematian," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/4/2021).


Hal ini ia sampaikan dalam acara Dialog Produktif bertema Penting Imunisasi di Tengah Pandemi, yang digelar KPCPEN dan disiarkan di FMB9ID_IKP hari ini. Dalam kesempatan tersebut, Soedjatmiko pun menyampaikan penyakit seperti difteri, campak, pneumonia, masih ada dan perlu ditekan penularannya.


Ia menyampaikan sebelum pandemi COVID-19, banyak bayi yang terancam terinfeksi penyakit tersebut. Sementara di masa pandemi COVID-19, penyakit tersebut seolah-olah berkurang.


"Tapi sebenarnya apabila vaksinasi tidak dilakukan lengkap, terutama bagi bayi-bayi yang lahir sejak tahun 2020, bisa berpotensi ada wabah baru selain COVID-19," paparnya.

https://cinemamovie28.com/movies/cintapuccino/

Ledakan COVID-19 Bisa Dihindari, Ini yang Bisa Dipelajari RI dari India

 Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan untuk mematuhi aturan terkait penanganan pandemi Corona di Indonesia. Salah satunya adalah larangan mudik lebaran 2021.

Menurut Wiku, larangan mudik ini dibuat dengan berbagai pertimbangan dan pengalaman Indonesia dalam menghadapi COVID-19. Selain itu, ia juga mengatakan kebijakan ini diberlakukan setelah melihat lonjakan kasus Corona di dunia, salah satunya di India.


"Sebagai catatan adanya aturan terkait peniadaan mudik juga merupakan hasil dari pembelajaran dari lonjakan kasus di India beberapa waktu lalu," kata Wiku dalam konferensi pers BNPB, Kamis (22/4/2021).


Sebelumnya Wiku mengatakan bahwa sejumlah negara di dunia saat ini tengah menghadapi lonjakan kasus Corona. Misalnya, India dari pertengahan Februari 2021 hingga saat ini angka penularan kasusnya meningkat tajam.


"(India) Sejak pertengahan Februari hingga hari ini angka kasus positif melonjak sangat tajam, dari yang sebelumnya hanya sekitar 9.000 kasus baru menjadi lebih dari 300.000 kasus baru per harinya," jelasnya.


Kemudian, kata Wiku, Turki dan Brasil juga mengalami nasib yang sama. Disebutkan, tiga negara itu menjadi penyumbang kasus baru Corona terbanyak di dunia.


"Setengah dari total kenaikan kasus harian disumbangkan oleh tiga negara ini. Sebagai gambaran pada tanggal 21 April 2021, terjadi lonjakan kasus baru di tingkat global sebesar 880.000 kasus, di mana di antaranya 450.000 kasus atau lebih dari 50 persen disumbangkan dari India, Brasil, dan Turki," ungkapnya.


Wiku mengatakan bahwa tren kasus di Indonesia saat ini tren mengalami penurunan, namun bukan berarti lonjakan kasus Corona tidak akan terjadi di Tanah Air.


Oleh karena itu, Wiku meminta untuk tetap patuh dalam menjalankan protokol kesehatan dan membatasi mobilisasi, seperti tidak melakukan mudik lebaran, demi mencegah meningkatnya kasus penularan COVID-19.


"Apabila Indonesia tidak hati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan kita dapat mengalami lonjakan kasus yang signifikan dan tentunya sangat berpotensi berujung fatal," tuturnya.

https://cinemamovie28.com/movies/supercop-2/


Akhir Kisah TikTok 'Mesum' Dokter Magang Kevin Samuel


 Konten Tiktok kontroversial dr Kevin Samuel menuai kecaman lantaran dinilai melecehkan perempuan. Tindakan tegas diberikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Di hadapan wartawan, dr Kevin menyampaikan permohonan maaf dan rasa menyesalnya pada publik.


"Saya meminta maaf dan di video tersebut saya memang tidak berhati-hati. Saya tidak berpikir panjang untuk dampak ke depannya seperti apa. Saya minta maaf karena tidak berhati-hati membuat video tersebut. Sama sekali tidak ada terpikirkan oleh saya untuk melakukan hal-hal seperti yang dibilang (publik)," ujarnya dalam konferensi pers bersama IDI, Kamis (21/4/2021).


Video berdurasi 15 detik tersebut diunggah oleh akun Tiktok miliknya @drkepinsamuelmpg yang kini sudah dihapus. Dalam videonya, dr Kevin berlagak seolah-olah sedang mengobrol dengan perawat, diminta melakukan vaginal touche pada wanita hamil yang baru pembukaan 3.


Sembari bergoyang dan memincingkan mata, dr Kevin menyebut adegan tersebut 'Awkward Moment'. Mimik inilah yang kemudian dikecam oleh publik, dinilai sebagai muka mesum.


Diketahui, Kevin Samuel belum menyandang status sebagai dokter tetap. Ketika video tersebut diunggah, dr Kevin masih menjalani kerja magang sebagai dokter di rumah sakit.


Oleh IDI, tindakan dr Kevin dikategorikan pelanggaran kategori 1 dan 2, dengan saksi berupa pembekuan selama terukur 6 bulan.

https://cinemamovie28.com/movies/the-watch/