Rabu, 21 April 2021

Berkurang Dibanding Pekan Lalu, Zona Merah COVID-19 RI Tersisa di 6 Wilayah Ini

 Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkap zona merah COVID-19 di Indonesia menurun jumlahnya di minggu ini. Pekan sebelumnya, ada 11 wilayah zona merah COVID-19 dan tak ada kab/kota di pulau Jawa yang masuk zona merah Corona di 11 April 2021.

"Dari 11 kabupaten kota di minggu lalu, menjadi hanya 6 kabupaten kota di minggu ini," tutur Prof Wiku terkait perkembangan zona merah Corona di konferensi pers Selasa (20/4/2021).


Penurunan jumlah zona merah COVID-19 menurutnya salah satu perkembangan yang baik. Namun, warga tetap harus waspada lantaran zona oranye atau wilayah risiko sedang COVID-19 tercatat meningkat.


"Yang harus jadi perhatian utama adalah masih tingginya jumlah kabupaten dan kora di zona oranye, yang minggu ini naik dari 316 kab kota menjadi 332 kab kota," jelasnya.


Sementara jumlah zona hijau COVID-19 masih sama seperti sebelumnya yaitu 8 wilayah nol kasus, dan 1 wilayah yang tak terdampak COVID-19 sejak wabah merebak di Indonesia.


Dirangkum detikcom, ada 6 wilayah atau kab/kota di zona merah COVID-19 dan 8 kab/kota yang nol kasus Corona, berikut data terbaru yang dihimpun Satgas COVID-19 per 18 April 2021.

Zona merah COVID-19

Sumatera Selatan

-Kota Palembang


Sumatera Barat

-Solok


Sulawesi Tengah

-Buol


Riau

-Kota Pekanbaru


Nusa Tenggara Timur

-Sumba Timur


Kalimantan Tengah

-Kota Palangkaraya


Zona hijau COVID-19 (tidak ada kasus)

Sumatera Utara

-Nias Barat


-Nias Utara


-Nias Selatan


Papua Barat

-Pegunungan Arfak


Papua

-Yahukimo


-Mamberamo Raya


Maluku Utara

-Pulau Taliabu


Maluku

-Seram bagian Timur

https://trimay98.com/movies/spider-man-3/


COVID-19 di India Banyak Serang Pemuda, Timbulkan Gejala yang Berbeda


 India kini tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19. Lebih banyak kelompok usia muda yang diserang virus dan kali ini pola gejalanya berbeda bila dibandingkan pada awal pandemi.

"Lebih banyak pemuda yang positif COVID-19 bila dibandingkan lansia. Gejalanya berbeda. Banyak orang mengeluhkan mulut kering, masalah pencernaan, mual, diare, mata merah, dan sakit kepala. Hampir semua tidak mengeluhkan demam," komentar Direktur Genestrings Diagnostic Centre, Dr Gauri Agarwal, seperti dikutip dari Hindustan Times, Rabu (21/4/2021).


Sebagian kasus COVID-19 di India diketahui disebabkan oleh varian mutan ganda B1617. Ada kekhawatiran bahwa varian ini bisa menyebabkan gejala yang lebih parah pada usia muda, termasuk anak-anak.


"Kami melihat pasien yang termuda berusia 14 tahun. Pada gelombang sebelumnya kami tidak melihat ada orang di bawah usia 25 tahun dengan gejala," komentar ahli penyakit infeksi Dr Nitin Shinde dari Alexis Multispecialty Hospital.


Sampai saat ini masih belum diketahui pasti sifat dari varian mutan ganda B1617. Diperlukan lebih banyak data untuk membuktikan fenomena yang terjadi di India.


"Sequencing akan memberitahu Anda soal mutan yang kini bermunculan," kata virolog Shahid Jameel.


Ibu Kota India Kehabisan Oksigen, PM: Gelombang Kedua COVID-19 Seperti Badai


- India yang kini tengah menghadapi gelombang kedua COVID-19 mulai kehabisan suplai oksigen medis. Hal ini terjadi bahkan di rumah sakit besar milik pemerintah di Ibu kota India, Delhi.

Wakil Ketua Menteri Delhi, Manish Sisodia, menjelaskan rumah sakit besar pemerintah hanya memiliki suplai oksigen untuk delapan sampai 24 jam ke depan. Sementara rumah sakit swasta yang lebih kecil memiliki suplai oksigen yang lebih sedikit, yaitu sampai empat atau lima jam.


"Bila sampai besok pagi kita tidak mendapat suplai oksigen, akan terjadi bencana," kata Manish yang meminta bantuan pemerintah pusat seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/4/2021).


Perdana Menteri India, Narendra Modi, kini menghadapi kritikan keras. Ia meyakinkan seluruh penduduk India di atas 19 tahun akan segera mendapat vaksin COVID-19.


"Negara ini sekarang sedang menghadapi perjuangan besar melawan COVID-19. Situasinya sempat membaik, tapi gelombang kedua COVID-19 ini datang seperti badai," kata Modi dalam pidatonya.


"Saya mengucapkan belasungkawa pada semua orang yang telah kehilangan orang dicintai karena COVID-19. Sama seperti anggota keluarga Anda, saya bersama Anda dalam menghadapi masa berduka ini. Perjuangan panjang dan sulit, tapi kita harus bersama-sama menghadapinya dengan dedikasi dan keberanian," pungkas Modi.

https://trimay98.com/movies/guilty-2/

4 Fakta Tren Viral Sujud 'Freestyle' yang Meresahkan

 Belakangan, media sosial dihebohkan tren viral sujud 'freestyle' yang meresahkan. Tidak patut karena ibadah dijadikan bahan bercandaan, dan meresahkan karena risikonya bisa sangat fatal.

Tren yang diramaikan bocah-bocah cilik ini disebut-sebut dilakukan saat salat taraweh. Saat melakukan gerakan sujud, beberapa anak malah melakukan gerakan semacam handstand dengan bertumpu pada siku dan pergelangan.


Ada banyak sekali video viral dengan gerakan seperti itu. Awalnya banyak yang menganggapnya lucu, tetapi makin lama banyak juga yang menghujatnya.


Beberapa fakta yang terangkum seputar tren ini adalah sebagai berikut:


1. Dikaitkan dengan emoji game online

Gerakan sujud 'freestyle' mirip handstand ini disebut-sebut terinspirasi salah satu emoji game online Free Fire. Tidak jelas betul kenapa dari sekian banyak emoji, yang dicontoh malah yang membahayakan.


2. Berisiko fatal

Dokter ortopedi dari Royal Sport Medicine Center, dr Bobby Nelwan SpOT(K-Sport), menyebut tren ini berisiko memicu patah tulang leher yang fatal. Terlebih karena yang melakukan kebanyakan anak-anak.


"Ada perbedaan kondisi tulang pada anak-anak dan dewasa termasuk itu potensi patah dan lepas sendi atau dislokasi. Pada anak-anak tulangnya relatif tipis, lebih kecil dibandingkan pada orang dewasa sehingga pada anak-anak lebih mudah patah dibandingkan orang dewasa," jelas dr Bobby saat dihubungi detikcom Selasa (20/4/2021).


3. Tingkat kesulitan tinggi

Gerakan serupa sebenarnya tidak asing bagi para pegiat olahraga kebugaran, khususnya yoga. Beberapa gerakan seperti chinstand dan peacock atau mayurasana juga mirip seperti pose sujud 'freestyle' yang viral.


Instruktur yoga Astrid Amalia menegaskan, pose-pose atau gerakan seperti ini punya tingkat kesulitan tinggi dan tidak untuk pemula. Melakukannya tanpa latihan dan persiapan yang cukup bisa berakibat cedera serius.


"Sangat advance dan sangat berbahaya. Kenapa? Yoga sendiri sebetulnya bukan mengajarkan kehebatan, tapi lebih kepada awareness meditasi bernapas," kata Astrid.


4. Perlu edukasi, jangan hanya di-bully

Kecaman dan hujatan terhadap bocah-bocah cilik yang melakukan tren viral ini saat beribadah, bermunculan media sosial. Psikolog klinis Rosdiana Setyaningrum mengingatkan, anak hanya mencontoh sesuatu yang diamatinya dalam keseharian, sehingga peran orang tua sangat penting.


Mengingat tren sujud 'freestyle' ini disebut-sebut terinspirasi oleh game online, orang tua bisa mendampingi anak untuk memilih hiburan sesuai usia. Pendampingan dibutuhkan karena anak-anak belum bisa berpikir sebab-akibat secara hipotetikal.


"Anak-anak itu melakukan karena mereka tidak tahu kalau itu berbahaya, karena tidak ada yang kasih tahu. Sedangkan yang mem-bully tahu, jadi yang bully yang salah dong? Nggak pernah ada cara ngomong ke anak-anak dengan bully. Itu pasti salah," tegas Rosdiana.

https://trimay98.com/movies/spider-man-2/


Berkurang Dibanding Pekan Lalu, Zona Merah COVID-19 RI Tersisa di 6 Wilayah Ini


Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkap zona merah COVID-19 di Indonesia menurun jumlahnya di minggu ini. Pekan sebelumnya, ada 11 wilayah zona merah COVID-19 dan tak ada kab/kota di pulau Jawa yang masuk zona merah Corona di 11 April 2021.

"Dari 11 kabupaten kota di minggu lalu, menjadi hanya 6 kabupaten kota di minggu ini," tutur Prof Wiku terkait perkembangan zona merah Corona di konferensi pers Selasa (20/4/2021).


Penurunan jumlah zona merah COVID-19 menurutnya salah satu perkembangan yang baik. Namun, warga tetap harus waspada lantaran zona oranye atau wilayah risiko sedang COVID-19 tercatat meningkat.


"Yang harus jadi perhatian utama adalah masih tingginya jumlah kabupaten dan kora di zona oranye, yang minggu ini naik dari 316 kab kota menjadi 332 kab kota," jelasnya.


Sementara jumlah zona hijau COVID-19 masih sama seperti sebelumnya yaitu 8 wilayah nol kasus, dan 1 wilayah yang tak terdampak COVID-19 sejak wabah merebak di Indonesia.


Dirangkum detikcom, ada 6 wilayah atau kab/kota di zona merah COVID-19 dan 8 kab/kota yang nol kasus Corona, berikut data terbaru yang dihimpun Satgas COVID-19 per 18 April 2021.

https://trimay98.com/movies/the-guilty/