Senin, 05 April 2021

Kominfo Bikin Pusat Monitoring, Pantau Layanan Internet Cs Biar Oke

 Untuk memantau kualitas layanan operator seluler, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membangun Pusat Monitoring. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan alasannya.

"(Pusat Monitoring) untuk memonitoring kemampuan jaringan telekomunikasi dalam menyediakan layanan, baik kuantitas maupun kualitas ketersediaan bandwidth," kata Menkominfo kepada detikINET, Kamis (1/4/2021).


Pusat Monitoring tersebut nantinya akan memantau kualitas layanan operator seluler di 515 kabupaten/kota. Adapun penerapannya pemantauan ini dijanjikan akan dilakukan secara komprehensif.


Mengenai pengukuran kualitas layanan operator seluler yang dipantau Kominfo melalui Pusat Monitoring ini, Johnny mengatakan hal itu meliputi kualitas layanan telekomunikasi, mulai dari layanan telepon, SMS, dan internet.


"Pengukuran QOS/QOE dilakukan di semua kab/kota, untuk perangkat QOS yang dapat menghasilkan pengukuran secara komprehensif, diutamakan di jalan-jalan arteri dan pusat-pusat strategis di 514 kab/kota dan secara benchmarking (seluruh operator bersamaan dalam 1 lokasi dan waktu yang sama) untuk QOE yang dijadikan sebagai data awal pengukuran kualitas layanan," tuturnya.


Kominfo akan memanfaatkan staf Balai Monitor (Balmon) dan juga bekerjasama dengan instansi terkait yang memiliki SDM di seluruh wilayah Indonesia, seperti Kemendes, dan lainnya.


"Agar seluruh SDM-nya dapat menginstal aplikasi tersebut, sehingga mendapatkan gambaran layanan telekomunikasi secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Dapat pula disampaikan, bahwa aplikasi QOE tersebut akan secara berkala mengirimkan data ke pusat monitoring," kata Menkominfo.


Kominfo akan melakukan publikasi terhadap hasil pengukuran tersebut kepada masyarakat. Diharapkan terjadi kompetisi yang baik diantara masing-masing operator seluler dalam melayani pelanggannya.


Terkait kapan akan mulai diberlakukan pemantauan kualitas layanan beserta sanksinya, Johnny menyebutkan hal itu akan dilakukan akhir tahun ini.


"Pemantauan secara menyeluruh dilakukan sekitar bulan September," pungkasnya.

https://tendabiru21.net/movies/back-to-the-90s-2/


Fitur Apple Maps Makin Canggih Buat Saingi Google Maps


 Apple terus memperbarui layanan peta onlinenya yakni Apple Maps dengan fitur dan tools baru yang membuatnya lebih dekat popularitasnya dengan pesaingnya Google Maps.

Dilansir detikINET dari Ubergizmo, Kamis (1/4/2021) pembaruan pada Apple Maps ini memperkenalkan kemampuannya untuk menampilkan kecepatan kamera di peta sehingga pengemudi tahu dan kapan di mana mereka harus memperlambat kendaraan untuk kemungkinannya menghindari sebuah tilang.


Ketersediaan awal fitur kecepatan kamera ini masih terbatas seperti yang diharapkan, tetapi sekarang tampaknya ada laporan baru yang mengklaim bahwa fitur tersebut telah diluncurkan ke negara lain.


Saat peluncuran awal masih terbatas untuk negara-negara di AS, Inggris, dan Irlandia, tetapi kini dalam laporan baru mengklaim bahwa fitur tersebut sekarang sudah tersedia di Australia, Austria, Belgia, Brasil, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Swedia, dan Taiwan.


Persentase ini masih sangat kecil di dunia tetapi karena informasi ini mungkin berasal dari crowdsourced, Apple mungkin memerlukan beberapa saat untuk mengumpulkan semua informasi itu.


Pengguna yang ingin mencoba fitur tersebut dapat beralih ke layanan pemetaan atau navigasi yang berbeda seperti Google Maps atau Waze sebab keduanya memiliki fitur yang serupa termasuk kemampuan untuk melaporkan kecelakaan atau penampakan polisi.

https://tendabiru21.net/movies/back-to-the-90s/

Pandemi Lagi-lagi Bikin Google Tak Rayakan April Mop

 Tahun 2021 ini adalah tahun kedua tak dirayakannya April Mop oleh Google. Hal ini pertama-tama diketahui dalam email internal yang dikirimkan Google untuk para karyawannya.

Dalam email internal tersebut, Google menegaskan bahwa mereka tak akan menciptakan lelucon untuk merayakan April Mop, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (1/4/2021).


Kemudian Google pun mengkonfirmasi kabar ini lewat juru bicaranya. Dalam pernyataan tersebut Google mengaku tak akan menyebar lelucon terkait perayaan April Mop untuk 2021.


Padahal, lelucon April Mop bagi Google tampaknya adalah sebuah tradisi. Di mana mereka biasanya menyebar lelucon, yang biasanya digarap dengan serius. Lengkap dengan video-video penjelasannya, layaknya sesuatu yang benar-benar terjadi.


Langkah tersebut diambil untuk menghormati orang-orang yang berjuang melawan COVID-19.


"Pada 2020 kami memutuskan untuk menyetop tradisi lama kami untuk merayakan hari April Mop untuk menghormati orang-orang yang berjuang melawan COVID-19. Dengan banyaknya negara yang masih berjuang dengan tantangan yang serius, kami lagi-lagi menyetop lelucon untuk hari April Mop di 2021," tulis Google dalam pernyataannya.


Pada 2020 lalu, selain tak merayakan April Mop secara besar-besaran, Google juga melarang pegawainya untuk tak melakukan lelucon April Mop dalam tahap kecil, dan meminta lelucon itu disimpan saja untuk tahun depan.


"Tujuan terbesar kami saat ini adalah untuk membantu banyak orang, jadi simpan leluconnya untuk April tahun depan, yang tentu saja akan menjadi lebih ceria dibanding saat ini," tulis Head of Marketing Google Lorraine Twohill dalam email internal untuk semua karyawan.


Namun tampaknya kini, setahun setelah email itu dikirimkan, kondisi dunia akibat pandemi Corona belum membaik, dan Google pun memutuskan untuk kembali tak merayakan April Mop di 2021.


Tradisi April Mop di Google memang telah berlangsung sejak lama, tepatnya sejak tahun 2000. Setiap tahunnya, perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California ini menampilkan lelucon dan prank di beberapa produk miliknya.


Sebut saja pada tahun 2019 aplikasi Google Maps memiliki fitur untuk memainkan game Snake dengan latar belakang beberapa kota besar di dunia. Selain itu Google Belanda juga meluncurkan video prank di YouTube tentang aplikasi baru yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi menggunakan tulip.

https://tendabiru21.net/movies/the-caretaker-4/


Kominfo Bikin Pusat Monitoring, Pantau Layanan Internet Cs Biar Oke


Untuk memantau kualitas layanan operator seluler, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membangun Pusat Monitoring. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan alasannya.

"(Pusat Monitoring) untuk memonitoring kemampuan jaringan telekomunikasi dalam menyediakan layanan, baik kuantitas maupun kualitas ketersediaan bandwidth," kata Menkominfo kepada detikINET, Kamis (1/4/2021).


Pusat Monitoring tersebut nantinya akan memantau kualitas layanan operator seluler di 515 kabupaten/kota. Adapun penerapannya pemantauan ini dijanjikan akan dilakukan secara komprehensif.


Mengenai pengukuran kualitas layanan operator seluler yang dipantau Kominfo melalui Pusat Monitoring ini, Johnny mengatakan hal itu meliputi kualitas layanan telekomunikasi, mulai dari layanan telepon, SMS, dan internet.


"Pengukuran QOS/QOE dilakukan di semua kab/kota, untuk perangkat QOS yang dapat menghasilkan pengukuran secara komprehensif, diutamakan di jalan-jalan arteri dan pusat-pusat strategis di 514 kab/kota dan secara benchmarking (seluruh operator bersamaan dalam 1 lokasi dan waktu yang sama) untuk QOE yang dijadikan sebagai data awal pengukuran kualitas layanan," tuturnya.


Kominfo akan memanfaatkan staf Balai Monitor (Balmon) dan juga bekerjasama dengan instansi terkait yang memiliki SDM di seluruh wilayah Indonesia, seperti Kemendes, dan lainnya.


"Agar seluruh SDM-nya dapat menginstal aplikasi tersebut, sehingga mendapatkan gambaran layanan telekomunikasi secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Dapat pula disampaikan, bahwa aplikasi QOE tersebut akan secara berkala mengirimkan data ke pusat monitoring," kata Menkominfo.

https://tendabiru21.net/movies/finding-dory/