Senin, 22 Februari 2021

Internet Cepat Jadi Solusi Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi

 Era internet cepat dinilai menjadi kunci pemulihan ekonomi di masa depan. Pemanfaatan teknologi mencipta peluang usaha dan lapangan kerja.

Hal tersebut diungkapkan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam webinar bertajuk 'Trend & Peluang Ekonomi Kreatif di Era Internet Cepat' yang digelar Sandilogi Bersama Bhumi Varta Technology (BVT) dan Aden & Co pada Kamis (18/02/21) dalam rilis yang diterima detikINET. Webinar ini dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Gerard Plate, Martyn Terpilowski selaku Founder / President Director BVT dan Benny Emor selaku Co-Founder / COO BVT.

https://tendabiru21.net/movies/life-on-the-line/


Sandiaga Uno membahas peluang ekonomi kreatif di era digital lewat e-commerce. Indonesia katanya kini mulai mengejar ketertinggalan dengan membangun infrastruktur pita lebar (broadband), baik fix broadband maupun mobile broadband.


Namun, katanya tidak mudah, dan butuh fondasi yang kuat dalam mencapai masa internet of thing, yakni kemampuan mengirimkan data lewat jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer.


"Di tengah pandemi, para profesional banyak yang bekerja dengan berpindah tempat dan mengandalkan internet. Tentu ini akan mendorong ekonomi kreatif, salah satu hal yang kami fokuskan adalah internet cepat," ujar Sandiaga Uno.


"Kini sektor media online terus bertumbuh di tegah pandemi COVID-19 dan sudah saatnya kita bangkit," tambahnya.


Momen tersebut diungkapkan Sandi menjadi peluang yang baik dalam pengembangan sektor ekonomi nasional. Sebab, di tengah keterbatasan pelaku usaha lewat pembatasan sosial berskala besar (PSBB), mereka tetap dapat mengembangkan usahanya lewat e-commerce.


"Artinya, pengembangan teknologi lewat Internet of Thing ini menjadi kunci pengembangan Ekraf nasional yang membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan sebesar-besarnya pasca pandemi COVID-19," tambahnya.


Sementara itu, Johnny G Plate menjelaskan kebutuhan riil pembangunan infrastruktur mobile broadband berbasis 4G di Indonesia akan selesai di tahun 2022.


Tercatat ada sebanyak 12.548 dari total 83.218 desa / kelurahan di Indonesia yang belum terjangkau 4G. Namun kebutuhan tersebut katanya akan dibarengi dengan pengembangan 5G.


"Kominfo juga sedang membuat rencana pembangunan pusat data dengan kapasitas total 43.000 core proccesor dan 72 petabytes storage," jelas Johnny.


Lebih lanjut dipaparkannya, pemerintah telah menargetkan penyelesaian pembangunan serta pengoperasian sebesar 75 persen pusat data nasional pada tahun 2024. Oleh karena itu, penguatan backbone dan backhaul sangat penting untuk meningkatkan quality of experience (QoE) jaringan 5G.


Bersamaan dengan pengembangan 5G, penyelesaian Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 menjadi pedoman strategis untuk memfasilitasi transformasi digital. Kominfo juga mendorong ruang digital yang sehat dan produktif sesuai dengan RUU Perlindungan Data Pribadi.


Dalam hal ini, era internet cepat merupakan kunci peluang ekonomi kreatif Indonesia. "Karena Kemenparekraf adalah sisi hilir Kominfo," tutup Johnny.

https://tendabiru21.net/movies/i-fine-thank-you-love-you/

Sabtu, 20 Februari 2021

Hujan Semalaman Sampai Banjir, Waspadai Penyakit Ini

 Curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah wilayah di Jabodetabek terendam banjir. Hujan yang tak kunjung berhenti sejak Jumat malam (19/2/2021) hingga pagi ini (20/2/2021) membuat rumah-rumah terendam banjir bahkan ketinggian air mencapai 1 meter.

Berbicara soal banjir, ada risiko kesehatan yang bisa muncul. Mereka yang terkena dampak banjir berisiko terinfeksi penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung dengan air yang tercemar.


Berikut penyakit-penyakit yang bisa muncul saat banjir:


1. Diare

Saat banjir melanda, akses air bersih menjadi sulit. Bagi mereka yang akhirnya harus mengungsi, dapur umum bisa jadi salah satu titik rawan penyebab diare. Bila tidak dimasak dengan baik, makanan bisa terkontaminasi kuman yang mengganggu pencemaran hingga menyebabkan diare.


2. Leptospirosis

Bangkai dan kencing tikus juga harus diwaspadai sebagai sumber penyakit di musim hujan, apalagi bila terjadi banjir. Bakteri Leptospira yang ditularkan lewat kencing tikus bisa memicu leptospirosis.


Penularannya bisa terjadi melalui luka terbuka atau melalui kulit yang berada di dalam air dalam waktu yang lama atau selaput lendir mata dan mulut. Gejalanya adalah flu normal dengan sakit kepala, demam, nyeri otot, infeksi mata merah dan mata berair.


3. ISPA

Lembab dan dingin saat banjir akan meningkatkan risiko infeksi karena daya tahan tubuh cenderung menurun, alhasil Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan keluhan umum yang banyak dijumpai saat banjir terjadi.


4. Hipotermia

Anak-anak dan orang tua berisiko mengalami hipotermia selama banjir. Gejalanya tergantung pada tingkat keparahan hipotermia.


Hipotermia adalah keadaan darurat medis yang terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada menghasilkan panas. Kondisi ini menyebabkan suhu tubuh sangat rendah yaitu di bawah 35 derajat celcius.

https://indomovie28.net/movies/sundown-4/


FDA: Pulse Oximeter Bukan Alat Pendeteksi Virus Corona


- Pulse oximeter, alat mengukur kadar oksigen dalam darah, tidak boleh digunakan untuk mendiagnosis atau mendeteksi COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada Jumat (19/2/2021).

Pada bulan Januari, Organisasi Kesehatan Dunia memasukkan penggunaan oximeter untuk mengidentifikasi pasien yang mungkin memerlukan rawat inap dalam saran klinisnya untuk mengobati COVID-19.


Tetapi FDA mengatakan perangkat ini tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis COVID-19, dan disarankan untuk tidak mengandalkannya untuk menilai kondisi kesehatan.


Dikutip dari laman Reuters, Badan kesehatan AS mengatakan perangkat itu mungkin berguna untuk memperkirakan kadar oksigen dalam darah, tetapi beberapa faktor dapat memengaruhi keakuratan pembacaan oximeter, seperti sirkulasi yang buruk, pigmentasi kulit, ketebalan kulit, suhu kulit, penggunaan dan penggunaan tembakau sampai penggunaan cat kuku.


Peringatan ini muncul hampir dua bulan setelah sebuah penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa oximeter tiga kali lebih mungkin memberikan pembacaan yang salah di antara pasien Afrika-Amerika.


Selama pandemi, oximeter tersebut juga telah menjadi barang yang banyak terjual secara online, digunakan oleh orang untuk memantau kadar oksigen mereka sendiri di rumah.


FDA mengingatkan oximeter tak bisa dianggap sebagai tes screening untuk COVID-19. Alih-alih menjadikan oximeter sebagai alat deteksi infeksi virus corona, para ahli tetap menyarankan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang tepat.

https://indomovie28.net/movies/sundown-3/