Sabtu, 20 Februari 2021

Menko PMK Sebut Vaksin Nusantara Tak Pakai APBN: Pak Terawan yang Tahu

 Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyebut pendanaan vaksin Nusantara bukan dari APBN. Dia pun tidak mengetahui pendanaan vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto itu.

Seperti diketahui, kini vaksin tengah memasuki tahap uji klinis. Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat berkunjung ke RS Universitas Sebelas Maret (UNS) di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.


"Itu Pak Terawan yang tahu. Yang jelas bukan dari APBN," kata Muhadjir, Jumat (19/2/2021).


Menurutnya, pengembangan vaksin sudah dimulai sejak Terawan menjabat Menkes. Muhadjir pun selalu mendapatkan laporan dari Terawan.


"Saya sudah mendapat laporan Pak Terawan waktu jadi Menkes. Secara sekilas prospeknya bagus. Walaupun saya bukan ahli di bidang pervaksinan," ujar dia.


Dia berharap uji klinis tahap kedua mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jika lolos uji klinis ketiga, maka vaksin Nusantara bisa menjadi alternatif untuk proses vaksinasi di Indonesia.


"Ya kan nanti uji klinis harus tahap ketiga kan. Kita doakan mudah-mudahan berhasil, dan ini suatu langkah yang bagus untuk memperbanyak alternatif-alternatif dari vaksin yang akan digunakan di Indonesia," ungkapnya.


Untuk sementara, pemerintah masih menggunakan vaksin COVID-19 Sinovac untuk vaksinasi tahap kedua. Namun ke depan, pemerintah membuka peluang agar lebih banyak vaksin yang bisa masuk ke Indonesia.


"Tahap dua masih Sinovac, kita kan mengejar waktu, pokoknya Sinovac akan terus kita gunakan sambil menunggu nanti ada vaksin Merah Putih, kemudian ada kontrak-kontrak vaksin lain, mungkin nanti AstraZeneca kemudian ada Pfizer sudah diendorse oleh Pak Menkes," ujarnya.


"Semua vaksin yang sudah mendapatkan izin edar emergency dari BPOM ya pasti kita digunakan. Kan ada namanya emergency use authorization dari BPOM," pungkasnya.

https://indomovie28.net/movies/sundown-2/


Untuk diketahui Vaksin Nusantara sudah menyelesaikan uji klinis tahap I dengan jumlah relawan yang disuntik 27 orang. Uji klinis pertama tersebut untuk memastikan keamanan dan hasilnya menurut tim peneliti sudah bagus.


Badan penelitian dan pengembangan kesehatan (Litbangkes) membenarkan bahwa riset vaksin Nusantara dibiayai kementerian Kesehatan. Selengkapnya di halaman berikut.


Cara kerja vaksin tersebut yaitu sel dendritik autolog yang diambil dari orang yang akan divaksin dipaparkan dengan antigen protein S dari SARS-CoV-2 di laboratorium. Sel dendritik yang telah mengenal antigen akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali. Di dalam tubuh, sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap SARS-CoV-2.

"Di laboratorium sel dendritik dikenalkan dengan rekombinan dari virus SARS-cov-2. Sel dendritik jadi pintar mengetahui dan antisipasi virus dan disuntikkan kembali. Kelebihannya tidak ada komponen virus ke tubuh manusia," kata salah satu peneliti Vaksin Nusantara, Dr. Yetty Movieta Nency SPAK hari Rabu (17/2) kemarin.


Sel dendritik diambil dari masing-masing orang yang akan divaksin sehingga bersifat personalized. Hal itulah yang juga menjadi kelebihan karena bisa digunakan untuk orang-orang yang tidak bisa masuk kriteria vaksinasi dari vaksin lain.


"Kelebihannya alternatif untuk orang-orang yang tidak masuk pada vaksin yang sudah beredar. Misal penyakit berat, mengalami kanker dan lainnya, dengan vaksin dendiritik dimungkinkan bisa," tegasnya.


Dibiayai Litbangkes Kemenkes

Peneliti vaksin Nusantara, Dr Yetti Movieta Nency mengatakan vaksin ini mulai dikembangkan Oktober 2020. Uji klinis dilakukan pada 23 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021 dengan melibatkan 27 subjek uji.


"Hasil Alhamdulillah dari 27 subyek, 20 keluhan ringan. Ada keluhan sustemik dan lokal. Hanya ada 20 keluhan. Ringan dan membaik tanpa obat. Sama kayak vaksin lain. Efektifitasnya ada peningkatan antibodi pada minggu keempat," jelasnya, Rabu (17/2/2021).


Selanjutnya, uji klinis fase II akan dilakukan setelah mendapat persetujuan BPOM dengna melibatkan 180 subjek uji untuk melihat keamanan dan efektivitas. Fase III direncanakan akan melibatkan 1.600 subjek uji dengan rentang usia 18-59 tahun.


Soal pembiayaan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan dr Slamet membenarkan adanya kerja sama dengan vaksin Nusantara.


"Jawabannya iya kita yang membiayai," demikian konfirmasi dr Slamet dalam konferensi pers FKUI terkait Studi Recovery di Indonesia Jumat (19/2/2021).

https://indomovie28.net/movies/sundown/

4 Ramuan Alami Penangkal Masuk Angin di Musim Hujan

  Cuaca mendung dan hujan sering kali membuat tubuh mudah drop. Tetapi, tidak perlu khawatir. Sebab, terdapat banyak ramuan alami yang dapat membantu menjaga kebugaran tubuh saat situasi seperti ini.

Tak hanya dapat dikonsumsi saat cuaca hujan untuk orang yang mengalami masuk angin, ramuan ini juga manjur bagi kamu yang merasa mual karena hamil maupun asam lambung.


Mudah ditemukan di rumah, berikut 4 obat alami yang dapat kamu gunakan untuk meredakan mual.


1. Jahe

Bumbu dapur yang mudah ditemukan di mana-mana ini, termasuk di rumah, sering kali dijadikan obat alami untuk mengatasi mual, muntah, dan kondisi lainnya terkait perut. Untuk mengonsumsinya, kamu bisa mengunyah secuil jahe segar, memasukkannya ke dalam masakan, atau mencampurkannya dengan teh. Namun, perlu diingat untuk tidak mengonsumsi jahe secara berlebihan.


2. Lemon

Rasa segar yang didapat dari lemon memiliki manfaat untuk mengatasi rasa mual. Pasalnya, lemon mengandung asam yang dapat menetralkan dan membentuk senyawa bikarbont yang dapat membantu meredakan rasa mual. Kamu bisa menambahkan perasan air lemon dan sejumput garam ke dalam segelas air hangat lalu mengaduknya jika kamu mengalami rasa mual.


3. Peppermint

Menghirup bau peppermint dalam bentuk apapun dapat meredakan rasa mual, lho. Berdasarkan sebuah studi, aromaterapi dari peppermint efektif untuk mengurangi rasa mual hingga 75 persen pada semua kasus.


4. Rempah-rempah

Selain jahe, beberapa bumbu dapur atau rempah yang kerap digunakan sehari-hari untuk memasak juga bisa mengurangi gejala mual. Contohnya adalah kayu manis dan jinten, yakni rempah yang sering digunakan untuk menangani rasa mual dan muntah. Untuk mendapatkan manfaat kedua rempah ini, kamu bisa mencampurkannya dalam segelas teh.

https://indomovie28.net/movies/forgetting-sarah-marshall/


Menko PMK Sebut Vaksin Nusantara Tak Pakai APBN: Pak Terawan yang Tahu


Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyebut pendanaan vaksin Nusantara bukan dari APBN. Dia pun tidak mengetahui pendanaan vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto itu.

Seperti diketahui, kini vaksin tengah memasuki tahap uji klinis. Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat berkunjung ke RS Universitas Sebelas Maret (UNS) di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.


"Itu Pak Terawan yang tahu. Yang jelas bukan dari APBN," kata Muhadjir, Jumat (19/2/2021).


Menurutnya, pengembangan vaksin sudah dimulai sejak Terawan menjabat Menkes. Muhadjir pun selalu mendapatkan laporan dari Terawan.


"Saya sudah mendapat laporan Pak Terawan waktu jadi Menkes. Secara sekilas prospeknya bagus. Walaupun saya bukan ahli di bidang pervaksinan," ujar dia.


Dia berharap uji klinis tahap kedua mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jika lolos uji klinis ketiga, maka vaksin Nusantara bisa menjadi alternatif untuk proses vaksinasi di Indonesia.


"Ya kan nanti uji klinis harus tahap ketiga kan. Kita doakan mudah-mudahan berhasil, dan ini suatu langkah yang bagus untuk memperbanyak alternatif-alternatif dari vaksin yang akan digunakan di Indonesia," ungkapnya.


Untuk sementara, pemerintah masih menggunakan vaksin COVID-19 Sinovac untuk vaksinasi tahap kedua. Namun ke depan, pemerintah membuka peluang agar lebih banyak vaksin yang bisa masuk ke Indonesia.


"Tahap dua masih Sinovac, kita kan mengejar waktu, pokoknya Sinovac akan terus kita gunakan sambil menunggu nanti ada vaksin Merah Putih, kemudian ada kontrak-kontrak vaksin lain, mungkin nanti AstraZeneca kemudian ada Pfizer sudah diendorse oleh Pak Menkes," ujarnya.


"Semua vaksin yang sudah mendapatkan izin edar emergency dari BPOM ya pasti kita digunakan. Kan ada namanya emergency use authorization dari BPOM," pungkasnya.

https://indomovie28.net/movies/my-name-is-sara/