Selasa, 16 Februari 2021

3 Poin Penjelasan Hary Tanoe soal Proyek 'Disneyland' di Lido

 Proyek kawasan pariwisata terintegrasi milik MNC Group di Lido, Sukabumi, Jawa Barat kembali ramai menjadi perbincangan. Proyek itu memasuki babak baru dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

MNC Lido City mendapatkan persetujuan dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK Pariwisata).


Akhirnya pada Sabtu kemarin PT MNC Studios International Tbk (MSIN) melalui anak usahanya PT MNC Movieland Indonesia menggelar prosesi cut and fill sebagai tanda dimulainya pembangunan Movieland di kawasan tersebut.


Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo pun buka suara terkait kehebohan proyek tersebut. Ada 3 poin dari penjelasannya:


1. Sepenuhnya Proyek MNC

Dia menjelaskan MNC Lido City adalah kawasan dengan luas 2.000 hektare yang sudah dibebaskan, mencakup Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Proyek tersebut seluruhnya milik MNC.


"100% milik PT MNC Land Tbk," ucapnya kepada detikcom, Senin (15/2/2021).


2. Perusahaan Trump Cuma Operator

Dengan begitu dia meluruskan bahwa KEK Pariwisata di Lido itu bukanlah proyek dengan perusahaan milik Donald Trump. Pihak asing tersebut hanya menjadi operator di salah satu hotel dan golf course, bukan seluruh KEK.


Hary Tanoesoedibjo juga menegaskan bahwa proyek Movieland merupakan 100% milik PT MNC Studios International Tbk. Artinya tidak ada mitra dalam proyek tersebut.


3. Luas KEK Pariwisata

Sementara untuk KEK Pariwisata sendiri di mencakup separuh dari total kawasan MNC Lido City atau sekitar 1.000 ha tepatnya di wilayah Kabupaten Bogor. Nah di kawasan itulah yang memperoleh izin KEK, bukan secara keseluruhan.


Dari total proyek MNC Lido City tersebut telah dilakukan pembangunan tahap I dengan luas 700 ha. Salah satu dari wilayah yang dibangun termasuk Movieland yang baru dibangun kemarin.


"Salah satu proyek yang ada di dalam Tahap I adalah Movieland milik PT MNC Studios International Tbk. Dengan luas tanah 21 hektar akan dibangun kompleks studio outdoor dan indoor yang dibutuhkan untuk produksi film dan program drama OTT/TV berkualitas internasional, berikut seluruh fasilitas post production-nya," terang Hary Tanoe.

https://indomovie28.net/movies/a-mothers-revenge/


Stok Masker Medis Lokal-Impor Melimpah, Harga Masih Tinggi


Beberapa bulan awal pandemi virus Corona (COVID-19) merebak di Indonesia, sejak Maret 2020 stok masker medis sempat langka dan menyebabkan harga melambung tinggi.

Tak heran jika pada awal pandemi harga masker medis per box bisa mencapai Rp 500.000-an. Apotek-apotek juga sempat kehabisan stok masker medis karena diborong masyarakat.


Namun, seiring berjalannya waktu muncullah gerakan pakai masker kain. Gerakan itu sukses membuat masyarakat yang tak kedapatan membeli masker medis, mau menggunakan masker kain untuk melindungi diri.


Kini, kondisinya jauh berbeda. Pemakaian masker medis kembali marak, apalagi dengan kemunculan jenis-jenis baru masker medis. Untungnya, stok masker medis di pasaran juga tersedia banyak.


Dari catatan Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki), selama Juli-Desember 2020, angka produksi masker medis dalam negeri mencapai 3,1 miliar lembar, dengan rincian 350,5 juta lembar per bulan. Sementara, kebutuhan dalam negeri selama periode tersebut hanya 129,8 juta lembar. Artinya, ada kelebihan stok hingga 2,97 miliar lembar.


"Kesimpulannya, kapasitas industri dalam negeri sudah jauh melampaui kebutuhan dalam negeri," kata Kepala Bidang I Promosi Produk Dalam Negeri Aspaki Erwin Hermanto kepada detikcom," Senin (15/2/2021).


1. RI Masih Impor 12 Ribu Ton Masker Medis

Walaupun stok dalam negeri melimpah, Indonesia masih mengimpor masker medis dengan jumlah yang cukup besar. Bahkan, karena banyaknya masker medis impor di pasaran, para produsen terpaksa menahan sebagian kapasitas produksinya.


"Bahkan pada saat ini mayoritas produsen masker dalam negeri hanya menggunakan sebagian dari kapasitas produksi karena banyaknya ketersediaan produk masker di pasar terutama produk impor," jelas Erwin.

https://indomovie28.net/movies/mothers-revenge/

Apple Pay Kini Dukung Transaksi Bitcoin

 Benci menjadi cinta, beginilah gambaran hubungan Apple dengan bitcoin. Apple pada akhirnya menganggap cryptocurrency bukan sesuatu yang secara realistis dapat dihindari atau diabaikan.

Baru-baru ini, pengguna dapat menggunakan Apple Pay untuk melakukan pembayaran bitcoin dan mata uang kripto lainya. Hal ini diumumkan oleh BitPay melalui keterangannya. BitPay adalah dompet digital yang dapat digunakan bersama dengan Apple Pay dan aplikasi Apple Wallet.


"Kami memiliki ribuan pelanggan aplikasi BitPay Wallet yang menggunakan kartu BitPay yang selalu mencari tempat baru dan cara baru untuk menggunakan kripto mereka," kata CEO BitPay, Stephen Pair dikutip dari bgr.com, Selasa (16/2/2021).


"Menambahkan Apple Pay, dan dalam waktu dekat Google serta Samsung Pay akan membuat pengguna Kartu BitPay menjadi mudah dan nyaman di lebih banyak tempat," tambahnya.


Aplikasi BitPay Wallet mendukung dan memberikan opsi untuk membeli dan menyimpan uang digital, serta melakukan pembayaran online. Pengguna bisa langsung membeli kartu hadiah dari ratusan pengecer teratas di toko maupun secara online.


Kartu BitPay memungkinkan pelanggannya untuk secara cepat mengubah uang digital menjadi mata uang fiat, yang kemudian dimuat ke dalam kartu dan dapat digunakan di debit Mastercard mana saja dan diterima di seluruh dunia.


BitPay sendiri mendukung penggunaan uang digital seperti bitcoin, bitcoin Cash, Ether, serta stablecoin yang dipatok 4 dolar, USDC, GUSD, PAX, dan BUSD.


Pengguna iOS sekarang dapat menggunakan Apple Pay untuk pembayaran bitcoin. Namun demikian, uang kripto tidak benar-benar menggantikan bentuk pembayaran tradisional seperti yang diantisipasi banyak orang dalam beberapa tahun yang lalu.

https://indomovie28.net/movies/the-king-of-the-streets/


3 Poin Penjelasan Hary Tanoe soal Proyek 'Disneyland' di Lido


Proyek kawasan pariwisata terintegrasi milik MNC Group di Lido, Sukabumi, Jawa Barat kembali ramai menjadi perbincangan. Proyek itu memasuki babak baru dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

MNC Lido City mendapatkan persetujuan dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK Pariwisata).


Akhirnya pada Sabtu kemarin PT MNC Studios International Tbk (MSIN) melalui anak usahanya PT MNC Movieland Indonesia menggelar prosesi cut and fill sebagai tanda dimulainya pembangunan Movieland di kawasan tersebut.


Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo pun buka suara terkait kehebohan proyek tersebut. Ada 3 poin dari penjelasannya:


1. Sepenuhnya Proyek MNC

Dia menjelaskan MNC Lido City adalah kawasan dengan luas 2.000 hektare yang sudah dibebaskan, mencakup Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Proyek tersebut seluruhnya milik MNC.


"100% milik PT MNC Land Tbk," ucapnya kepada detikcom, Senin (15/2/2021).


2. Perusahaan Trump Cuma Operator

Dengan begitu dia meluruskan bahwa KEK Pariwisata di Lido itu bukanlah proyek dengan perusahaan milik Donald Trump. Pihak asing tersebut hanya menjadi operator di salah satu hotel dan golf course, bukan seluruh KEK.


Hary Tanoesoedibjo juga menegaskan bahwa proyek Movieland merupakan 100% milik PT MNC Studios International Tbk. Artinya tidak ada mitra dalam proyek tersebut.

https://indomovie28.net/movies/time-renegades/