Senin, 08 Februari 2021

Sekilas Mirip, Ini Cara Mengenali Flu Biasa Vs Gejala COVID-19

 Selama pandemi COVID-19, Anda mungkin pernah mendengar bahwa penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) mirip dengan flu (influenza). Baik COVID-19 dan flu adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus.

Flu biasa dan COVID-19 sekilas memiiki gejala yang mirip. Tetapi melalui perbandingan yang lebih dekat, kedua penyakit itu dapat mempengaruhi orang secara berbeda. Ini cara mengenali flu biasa vs COVID-19.


Kesamaan flu biasa dan COVID-19

Virus penyebab COVID-19 dan flu menyebar dengan cara yang serupa. Keduanya dapat menyebar di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat (dalam jarak 6 kaki, atau 2 meter).


Sama seperti COVID-19, flu juga menyebar melalui droplet yang dilepaskan melalui berbicara, bersin atau batuk. Kedua virus tersebut juga dapat menyebar jika seseorang menyentuh permukaan dengan salah satu virus di atasnya dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau matanya.


COVID-19 dan flu memiliki banyak tanda dan gejala yang sama, termasuk:


Demam

Batuk

Sesak napas atau kesulitan bernapas

Kelelahan

Sakit tenggorokan

Hidung berair atau tersumbat

Nyeri otot

Sakit kepala

Mual atau muntah


Dikutip dari Mayo Clinic, baik COVID-19 maupun flu dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, gagal organ, serangan jantung, radang jantung atau otak, stroke, dan kematian.


Banyak orang dengan flu atau pasien COVID-19 bergejala ringan dapat pulih di rumah dengan istirahat dan minum air yang banyak. Tetapi beberapa orang menjadi sakit parah karena flu atau COVID-19 dan perlu dirawat di rumah sakit.


Bagaimana cara mengenali flu biasa Vs COVID-19?

COVID-19 dan flu memiliki beberapa perbedaan. Gejala COVID-19 dan flu muncul pada waktu yang berbeda karena masa inkubasi virus yang tak sama. Dengan COVID-19, Anda mungkin mengalami kehilangan rasa atau bau.

https://indomovie28.net/movies/the-time-that-remains/


Gejala COVID-19 umumnya muncul dua hingga 14 hari setelah terpapar. Gejala flu biasanya muncul sekitar satu hingga empat hari setelah terpapar.


Infeksi Corona punya gejala yang sangat khas, berbeda dari flu. Klik laman selanjutnya untuk melanjutkan.


Subinoy Das, kepala petugas medis di Tivic Health, Amerika Serikat, mengatakan bahwa flu biasa jarang menyebabkan sesak napas setelah demam berkembang.

"Influenza sangat mirip dengan COVID-19. Tetapi, sesak napas yang muncul biasanya tidak separah COVID-19," ucap Das.


Infeksi Corona tampaknya lebih menular dan menyebar lebih cepat daripada flu. Penyakit parah seperti cedera paru-paru lebih sering terjadi dengan COVID-19 dibandingkan dengan influenza. Angka kematian juga lebih tinggi dengan COVID-19 daripada flu.


COVID-19 dapat menyebabkan komplikasi yang berbeda dari flu, seperti pembekuan darah, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal. Gejala infeksi virus Corona yang berat ini lebih sering terjadi pada lansia dan orang yang memiliki kondisi medis tertentu.


Cara menghindari penularan

Kabar baiknya adalah Anda dapat mengambil langkah yang sama untuk mengurangi risiko infeksi virus penyebab COVID-19, flu, dan infeksi saluran pernapasan lainnya dengan mengikuti beberapa tindakan pencegahan standar.


Beberapa penelitian telah menemukan bahwa mengikuti langkah-langkah pencegahan COVID-19, seperti menjaga jarak sosial dan mengenakan masker wajah, mungkin telah membantu mempersingkat durasi musim flu dan mengurangi jumlah orang yang terkena dampak musim flu 2019-2020.


Berikut cara menghindari penularan flu dan COVID-19


Menghindari kerumunan

Sering mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer

Mengenakan masker saat Anda berada di ruang publik

Menutup mulut dan hidung dengan siku atau tisu saat batuk atau bersin

Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu, sakelar lampu, dan barang-barang elektronik

Melakukan tindakan pencegahan ini dapat membantu Anda tetap sehat dan mengurangi risiko terkena COVID-19 atau flu.

https://indomovie28.net/movies/all-that-remains-2/

Jangan Lupa! DKI Gelar Vaksinasi Massal Pagi Ini, Catat Lokasinya

 Masih ada tenaga kesehatan yang belum suntik vaksin COVID-19? Pagi dan sore hari ini, DKI Jakarta kembali mengadakan vaksinasi massal di sejumlah puskesmas.

Dikutip dari laman resmi media sosial Dinkes DKI, vaksinasi massal ini ditujukan untuk tenaga kesehatan yang belum mendapat vaksinasi. Artinya, yang akan disuntikkan adalah dosis pertama.


Vaksinasi massal digelar pada 6-7 Februari pada pukul 08:30 dan 15:30 WIB dengan target 6.000 nakes per lokasi puskesmas.


Syarat-syarat yang harus disiapkan sebagai berikut:

Datang langsung ke lokasi sesuai jadwal dan tempat

Untuk nakes memiliki STR/SIP/ID CARD bekerja di faskes DKI Jakarta

Untuk koas/residen (mahasiswa pendidikan kedokteran) yang bekerja di faskes DKI Jakarta

Relawan kesehatan di faskes DKI Jakarta

Untuk admin/tenaga penunjang terdaftar di SI SDMK dan membawa ID Card/surat keterangan bekerja di faskes DKI Jakarta

Belum pernah divaksinasi COVID-19

Belum pernah terkonfirmasi COVID-19

Berusia 18-59 tahun (sebelum ulang tahun ke-60)

Lolos pemeriksaan kesehatan di lokasi vaksinasi


Sedangkan lokasi vaksinasi massal adalah sebagai berikut:


Jakarta Pusat

Puskesmas Kec. Sawah Besar

Puskesmas Kec. Kemayoran

Puskesmas Kec. Senen

Puskesmas Kec. Menteng

Puskesmas Kec. Tanah Abang

Jakarta Utara

Puskesmas Kec. Cilincing

Puskesmas Kec. Penjaringan

Puskesmas Kec. Rawa Badak

Puskesmas Kec. Papanggo Tj Priok

Puskesmas Kec. Pademangan

Puskesmas Kel. Pengangsaan Dua B Kelapa Gading

Jakarta Barat

Puskesmas Kel. Meruya Selatan 1 Kembangan

Puskesmas Kec. Kebon Jeruk

Puskesmas Kel. Palmerah 2

Puskesmas Kec. Grogol Petamburan

Puskesmas Kec. Cengkareng

Puskesmas Kec. Tambora

Puskesmas Kec. Kalideres

Jakarta Selatan

Puskesmas Kec. Pesanggrahan

Puskesmas Kec. Jagakarsa

Puskesmas Kec. Setiabudi

Jakarta Timur

Puskesmas Kec. Pasar Reno

Puskesmas Kec Duren Sawit

Puskesmas Kec Ciracas

Dari target sasaran vaksinasi sebesar 1.593.620 nakes di seluruh Indonesia, vaksinasi COVID-19 tahap pertama hingga Sabtu (6/2/2021) baru menjaring 777.096 nakes atau 49,66 persen dari target. Dari angka tersebut, baru sebanyak 137.207 nakes yang mendapat dosis kedua.

https://indomovie28.net/movies/love-loyalty-the-making-of-the-remains-of-the-day/


Sekilas Mirip, Ini Cara Mengenali Flu Biasa Vs Gejala COVID-19


Selama pandemi COVID-19, Anda mungkin pernah mendengar bahwa penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) mirip dengan flu (influenza). Baik COVID-19 dan flu adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus.

Flu biasa dan COVID-19 sekilas memiiki gejala yang mirip. Tetapi melalui perbandingan yang lebih dekat, kedua penyakit itu dapat mempengaruhi orang secara berbeda. Ini cara mengenali flu biasa vs COVID-19.


Kesamaan flu biasa dan COVID-19

Virus penyebab COVID-19 dan flu menyebar dengan cara yang serupa. Keduanya dapat menyebar di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat (dalam jarak 6 kaki, atau 2 meter).


Sama seperti COVID-19, flu juga menyebar melalui droplet yang dilepaskan melalui berbicara, bersin atau batuk. Kedua virus tersebut juga dapat menyebar jika seseorang menyentuh permukaan dengan salah satu virus di atasnya dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau matanya.


COVID-19 dan flu memiliki banyak tanda dan gejala yang sama, termasuk:


Demam

Batuk

Sesak napas atau kesulitan bernapas

Kelelahan

Sakit tenggorokan

Hidung berair atau tersumbat

Nyeri otot

Sakit kepala

Mual atau muntah


Dikutip dari Mayo Clinic, baik COVID-19 maupun flu dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, gagal organ, serangan jantung, radang jantung atau otak, stroke, dan kematian.


Banyak orang dengan flu atau pasien COVID-19 bergejala ringan dapat pulih di rumah dengan istirahat dan minum air yang banyak. Tetapi beberapa orang menjadi sakit parah karena flu atau COVID-19 dan perlu dirawat di rumah sakit.

https://indomovie28.net/movies/the-remains-of-nothing/