Senin, 08 Februari 2021

Koma 10 Bulan, Remaja Ini Tak Tahu Ada Pandemi Meski Pernah Kena Corona

 Seorang remaja yang baru pulih dari koma selama 10 bulan tidak memiliki pengetahuan tentang pandemi virus Corona meski sudah dua kali terjangkit penyakit tersebut.

Adalah Joseph Flavill, 19, koma setelah ditabrak mobil saat berjalan di Burton upon Trent, Staffordshire, pada 1 Maret 2020, tiga minggu sebelum penguncian nasional pertama Inggris dimulai. Dia telah menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam keadaan koma setelah menderita cedera otak traumatis tetapi perlahan mulai pulih dan mulai merespons.


Kepada Guardian, bibinya, Sally Flavill Smith, mengatakan Joseph tidak tahu apa-apa tentang pandemi karena sudah tidur selama 10 bulan. Kesadarannya mulai meningkat sekarang, tetapi masih tidak tahu apa yang terjadi.


Sally mengatakan keluarganya telah mencoba menjelaskan kepada Joseph melalui panggilan video bahwa mereka tidak dapat bersamanya secara langsung karena pembatasan virus Corona, tetapi belum bisa menjelaskan secara spesifik tentang pandemi.


"Ketika dia berhasil mengatasi ini, hidup tidak akan seperti yang dia tahu sama sekali. Bagaimana Anda menggambarkannya? Saya pikir ini akan mengejutkan. Kami semua masih memprosesnya - saya tidak yakin Anda benar-benar dapat menggambarkan bagaimana perasaan pandemi ini," kata bibinya yang lain, Kate Yarbo.


Joseph, yang dirawat di Rumah Sakit Umum Leicester dan sekarang telah dipindahkan ke pusat perawatan Adderley Green di Stoke-on-Trent untuk melanjutkan pemulihannya, telah mulai menggerakkan anggota tubuhnya ketika ditanya dan berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman melalui kedipan dan senyuman.


Ia juga telah mampu mengikuti perintah seperti menyentuh telinga kiri dan kanannya, menggerakkan kedua kakinya, dan menjawab ya dan tidak dengan mengedipkan mata, sementara senyum pertamanya membuat keluarga itu menangis.


Joseph sendiri telah terinfeksi COVID-19 dua kali selama pemulihannya ketika koma tetapi berhasil sembuh pada kedua kesempatan tersebut.


Ibu Joseph, Sharon, mengunjungi putranya pada bulan Desember lalu. Namun, ia harus mematuhi aturan jaga jarak dan mengenakan Alat Pelindung Diri sepanjang waktu.


"Ibunya sangat sedih karena dia tidak yakin bahwa Joseph dapat melihat siapa dia. Ia sudah menunggu berbulan-bulan untuk bisa pergi dan menemuinya," kata Sally.


Sebelum kecelakaan itu, Joseph, dari Tutbury, Staffordshire, adalah seorang remaja yang aktif di bidang olahraga dan dijadwalkan menerima penghargaan emas Duke of Edinburgh pada bulan Mei 2020.

https://indomovie28.net/movies/all-that-remains/


Jangan Lupa! DKI Gelar Vaksinasi Massal Pagi Ini, Catat Lokasinya


Masih ada tenaga kesehatan yang belum suntik vaksin COVID-19? Pagi dan sore hari ini, DKI Jakarta kembali mengadakan vaksinasi massal di sejumlah puskesmas.

Dikutip dari laman resmi media sosial Dinkes DKI, vaksinasi massal ini ditujukan untuk tenaga kesehatan yang belum mendapat vaksinasi. Artinya, yang akan disuntikkan adalah dosis pertama.


Vaksinasi massal digelar pada 6-7 Februari pada pukul 08:30 dan 15:30 WIB dengan target 6.000 nakes per lokasi puskesmas.


Syarat-syarat yang harus disiapkan sebagai berikut:

Datang langsung ke lokasi sesuai jadwal dan tempat

Untuk nakes memiliki STR/SIP/ID CARD bekerja di faskes DKI Jakarta

Untuk koas/residen (mahasiswa pendidikan kedokteran) yang bekerja di faskes DKI Jakarta

Relawan kesehatan di faskes DKI Jakarta

Untuk admin/tenaga penunjang terdaftar di SI SDMK dan membawa ID Card/surat keterangan bekerja di faskes DKI Jakarta

Belum pernah divaksinasi COVID-19

Belum pernah terkonfirmasi COVID-19

Berusia 18-59 tahun (sebelum ulang tahun ke-60)

Lolos pemeriksaan kesehatan di lokasi vaksinasi

https://indomovie28.net/movies/the-remaining/

Efektifkah Vaksin Oxford-AstraZeneca pada Varian Corona Afsel? Ini Jawabannya

 Hasil uji awal menunjukkan vaksin COVID-19 buatan Oxford-AstraZeneca memberikan perlindungan terbatas pada varian virus Corona B.1.351 dari Afrika Selatan. Vaksin ini dijadwalkan tiba di Indonesia pada kuartal pertama 2021.

Penelitian oleh University of Witwatersrand di Afrika Selatan bersama Oxford University ini melibatkan 2.000 partisipan dan tidak ada satupun yang dirawat di rumah sakit maupun meninggal. Hasil penelitian awal ini belum menjalani peer review.


"Dalam uji klinis kecil fase I/II, data awal menunjukkan efikasi terbatas melawan penyakit ringan terutama karena varian B.1.351 dari Afrika Selatan," kata juru bicara AstraZeneca dalam laporan Financial Times, dikutip dari Reuters, Minggu (7/2/2021).


AstraZeneca meyakini vaksin buatannya bisa mencegah penyakit parah mengingat aktivitas antibodi yang dihasilkan ekivalen dengan vaksin COVID-19 lain yang menunjukkan perlindungan terhadap penyakit parah.


Vaksin Oxford-AstraZeneca merupakan salah satu yang akan digunakan di Indonesia. Melalui kerjasama multilateral GAVI, Indonesia akan mendapatkan 13,7 juta hingga 23,1 juta dosis yang dikirim dalam 2 tahap.


Perngiriman tahap pertama dijadwalkan pada kuartal pertama 2021 sebanyak 25-35 persen, sedangkan pada kuartap kedua sebanyak 65-75 persen dari alokasi tahap awal.

https://indomovie28.net/movies/remains/


Koma 10 Bulan, Remaja Ini Tak Tahu Ada Pandemi Meski Pernah Kena Corona


Seorang remaja yang baru pulih dari koma selama 10 bulan tidak memiliki pengetahuan tentang pandemi virus Corona meski sudah dua kali terjangkit penyakit tersebut.

Adalah Joseph Flavill, 19, koma setelah ditabrak mobil saat berjalan di Burton upon Trent, Staffordshire, pada 1 Maret 2020, tiga minggu sebelum penguncian nasional pertama Inggris dimulai. Dia telah menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam keadaan koma setelah menderita cedera otak traumatis tetapi perlahan mulai pulih dan mulai merespons.


Kepada Guardian, bibinya, Sally Flavill Smith, mengatakan Joseph tidak tahu apa-apa tentang pandemi karena sudah tidur selama 10 bulan. Kesadarannya mulai meningkat sekarang, tetapi masih tidak tahu apa yang terjadi.


Sally mengatakan keluarganya telah mencoba menjelaskan kepada Joseph melalui panggilan video bahwa mereka tidak dapat bersamanya secara langsung karena pembatasan virus Corona, tetapi belum bisa menjelaskan secara spesifik tentang pandemi.


"Ketika dia berhasil mengatasi ini, hidup tidak akan seperti yang dia tahu sama sekali. Bagaimana Anda menggambarkannya? Saya pikir ini akan mengejutkan. Kami semua masih memprosesnya - saya tidak yakin Anda benar-benar dapat menggambarkan bagaimana perasaan pandemi ini," kata bibinya yang lain, Kate Yarbo.


Joseph, yang dirawat di Rumah Sakit Umum Leicester dan sekarang telah dipindahkan ke pusat perawatan Adderley Green di Stoke-on-Trent untuk melanjutkan pemulihannya, telah mulai menggerakkan anggota tubuhnya ketika ditanya dan berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman melalui kedipan dan senyuman.


Ia juga telah mampu mengikuti perintah seperti menyentuh telinga kiri dan kanannya, menggerakkan kedua kakinya, dan menjawab ya dan tidak dengan mengedipkan mata, sementara senyum pertamanya membuat keluarga itu menangis.

https://indomovie28.net/movies/the-remains-of-the-day/