Jumat, 05 Februari 2021

Mengenal Depresi Pasca Melahirkan, Gejala dan Penyebabnya

 Merawat dan menjaga buah hati yang baru lahir memang bukan hal mudah. Terkurasnya waktu dan tenaga, kurang istirahat, hingga ucapan dari orang sekitar tidak jarang memicu rasa tertekan bagi ibu.

Pada beberapa kasus, rasa lelah dan tertekan ini berdampak pada kesehatan mental seorang ibu. Jika ibu mulai mengalami gejala seperti rasa sedih terus-menerus, mudah marah, serta tidak mampu mengendalikan emosi, bisa jadi ibu mengidap Postpartum Depression atau depresi pasca melahirkan.


Dalam buku 'A-Z yang Datang Setelah Melahirkan' oleh Tikah Kumala, Postpartum Depression dipahami sebagai Baby Blues Syndrome yang tidak tertangani sampai tuntas.


Gejalanya pun mirip dengan baby blues. Akan tetapi, frekuensi, durasi, dan intensitasnya cenderung lebih tinggi.


Seorang ibu yang mengalami depresi pasca melahirkan akan mengalami suasana hati yang naik-turun secara intens dan berlangsung lama.


Umumnya, terdapat sembilan gejala umum depresi pasca melahirkan:


Sulit tidur

Tidak percaya diri

Bingung

Rasa marah dan sedih yang berlebihan

Kesulitan mengendalikan rasa cemas

Sensitif

Merasa lelah terus-menerus

Kadang muncul rasa putus asa

Terlintas rasa takut akan kemungkinan menyakiti anak

Postpartum depression tidak terjadi begitu saja. Lalu, apa saja penyebab depresi pasca melahirkan yang perlu ibu ketahui?


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://indomovie28.net/movies/my-little-nightmare-the-movie/


Efikasi 91,6 Persen, Vaksin Rusia Sputnik V Bakal Ada di Negara-negara Ini


Berdasarkan hasil analisis awal uji coba fase ketiga vaksin Corona dari Rusia, Sputnik V, menunjukkan efikasi 91,6 persen. Selain itu, vaksin ini juga disebut efektif untuk melawan gejala COVID-19, serta 100 persen bisa mencegah kondisi parah dan sedang akibat COVID-19.

Data yang dimuat dalam jurnal The Lancet ini menyebut dalam 21 hari pemberian dosis pertama pada 19.866 peserta, ada 16 kasus gejala COVID-19 ditemukan dalam kelompok vaksin. Selain itu, ada 62 kasus positif Corona lainnya dicatat pada kelompok plasebo.


Vaksin Sputnik V ini ternyata sudah mulai digunakan oleh beberapa negara di dunia. Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut negara-negara yang mulai menggunakan vaksin Sputnik V.


1. Hungaria

Hungaria telah menandatangani kesepakatan pembelian vaksin Corona Sputnik V buatan Rusia. Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto mengatakan, Hungaria menjadi negara di Uni Eropa pertama yang memiliki kesepakatan tersebut.


Dalam video yang diunggah di halaman Facebook miliknya, Szijjarto mengatakan dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Kesehatan Rusia bahwa vaksin akan tiba dalam tiga tahap. Sementara untuk detail tentang jumlah pengiriman akan dirilis nanti.


Kesepakatan itu didapatkan setelah regulator Hungaria memberikan persetujuan penggunaan vaksin AstraZeneca dari Inggris dan Sputnik V. Hal itu dilakukan sejak Hungaria berusaha mencabut kebijakan lockdown untuk meningkatkan ekonomi, meskipun pada saat itu regulator Uni Eropa sendiri belum menyetujui kedua vaksin tersebut.


"Saya sangat senang mengumumkan bahwa kami telah menandatangani kesepakatan di mana Hungaria dapat membeli sejumlah vaksin Rusia dalam tiga tahap," kata Szijjarto yang dikutip dari Reuters.

https://indomovie28.net/movies/female-war-a-nasty-deal/

GeNose Belum Dijual untuk Rumah Tangga dan Perorangan, Ini Alasannya

 Alat deteksi Corona GeNose C-19 ditargetkan sudah terdistribusi ke pelayanan medis, fasilitas publik dan pemerintahan hingga akhir Februari 2021. Lantaran membutuhkan protokol khusus, GeNose tidak dijual ke rumah tangga, termasuk lewat e-commerce.

GeNose C-19 adalah buatan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dikenal akan kepraktisannya, alat ini hanya membutuhkan waktu 3 menit untuk menunjukkan ada atau tidaknya infeksi Corona melalui hembusan napas.


Harganya pun relatif murah, dibanderol sekitar Rp 20 ribu per orang untuk sekali cek.


Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM Dr Hargo Utomo menjelaskan, prioritas target penjualan GeNose adalah layanan kesehatan seperti rumah sakit. Selanjutnya, fasilitas umum dan layanan pemerintahan yang rawan keramaian.


Alat ini sebenarnya bertujuan untuk mitigasi. Dengan begitu, sasaran penjualannya adalah tempat dan industri yang ramai agar tidak menjadi tempat penyebaran virus.


"Ini adalah alat mitigasi sehingga target utamanya adalah layanan kesehatan. Kedua, layanan publik dan govermental yang di dalamnya ada kementerian, perhubungan, atau kampus dan sekolah yang memerlukan mitigasi. Ketiga, kepentingan korporasi yang punya crowd seperti industri-industri yang memerlukan mitigasi," jelas Hargo saat dihubungi detikcom, Rabu (3/2/2021).


Mengacu pada fungsi tersebut, GeNose C-19 tidak ditargetkan untuk dijual ke rumah tangga atau perorangan. Pasalnya, penggunaan alat membutuhkan protokol khusus.


Distribusi ke pelayanan kesehatan dan fasilitas publik pun harus didampingi pelatihan terkait cara penggunaan dan pengolahan limbah medis.


"Belum ada rencana jangka pendek untuk mendistribusikan alat ini ke perorangan atau rumah tangga karena membutuhkan protokol, dilatih operasi penanganannya, handling-nya, dan pembuangan limbahnya. Kalau pembuangan limbah tidak dipedulikan bisa berbahaya," imbuhnya.


Hargo turut menegaskan, masyarakat harus berhati-hati menanggapi alat GeNose C-19 yang kini banyak diperdagangkan di e-commerce. Selain berpotensi penipuan mengatasnamakan UGM, alat ini juga bisa berbahaya lantaran tidak dibekali protokol penggunaan yang benar.


Hargo menambahkan, distribusi GeNose C-19 ke pelayanan kesehatan, fasilitas pubik, dan layanan pemerintahan ditargetkan sudah terlaksana sampai akhir Februari 2021.


GeNose C-19 akan digunakan dalam soft launching di Stasiun Pasar Senen, Jakarta dan Stasiun Tugu Yogyakarta pada Jumat ini (5/2/2021).

https://indomovie28.net/movies/mojin-the-lost-legend/


Mengenal Depresi Pasca Melahirkan, Gejala dan Penyebabnya


 Merawat dan menjaga buah hati yang baru lahir memang bukan hal mudah. Terkurasnya waktu dan tenaga, kurang istirahat, hingga ucapan dari orang sekitar tidak jarang memicu rasa tertekan bagi ibu.

Pada beberapa kasus, rasa lelah dan tertekan ini berdampak pada kesehatan mental seorang ibu. Jika ibu mulai mengalami gejala seperti rasa sedih terus-menerus, mudah marah, serta tidak mampu mengendalikan emosi, bisa jadi ibu mengidap Postpartum Depression atau depresi pasca melahirkan.


Dalam buku 'A-Z yang Datang Setelah Melahirkan' oleh Tikah Kumala, Postpartum Depression dipahami sebagai Baby Blues Syndrome yang tidak tertangani sampai tuntas.


Gejalanya pun mirip dengan baby blues. Akan tetapi, frekuensi, durasi, dan intensitasnya cenderung lebih tinggi.


Seorang ibu yang mengalami depresi pasca melahirkan akan mengalami suasana hati yang naik-turun secara intens dan berlangsung lama.


Umumnya, terdapat sembilan gejala umum depresi pasca melahirkan:


Sulit tidur

Tidak percaya diri

Bingung

Rasa marah dan sedih yang berlebihan

Kesulitan mengendalikan rasa cemas

Sensitif

Merasa lelah terus-menerus

Kadang muncul rasa putus asa

Terlintas rasa takut akan kemungkinan menyakiti anak

Postpartum depression tidak terjadi begitu saja. Lalu, apa saja penyebab depresi pasca melahirkan yang perlu ibu ketahui?


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://indomovie28.net/movies/the-midnight-special-legendary-performances-1975/