OnePlus moncer dengan reputasinya sebagai ponsel kualitas flagship dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan para pemain besar. Kini mereka ingin membuat perubahan besar di sektor kamera, kabarnya dengan bantuan Leica.
Hasil foto dan video dari kamera ponsel OnePlus memang tidak jelek, hanya saja tidak mampu bersaing dengan Samsung, Huawei, bahkan Xiaomi saat ini. Dan hal ini terjadi bahkan ketika OnePlus menggunakan hardware yang hampir sama dengan vendor ponsel cerdas lainnya.
Lewat akun media sosial Weibo-nya, CEO OnePlus Pete Lau mengumumkan perusahaannya berkomitmen terhadap fokus di ranah fotografi tahun ini. Dia mengatakan, OnePlus berinvestasi besar dalam R&D di kamera dan berambisi jadi nomor satu di bidang fotografi ponsel.
Dikutip dari Slash Gear, Jumat (8/1/2021) bagian dari strategi ini adalah dengan melibatkan kemitraan dengan Leica, setidaknya demikian rumor yang beredar. Lau memang tidak berkomentar tentang isu ini, tapi kabar tersebut bukan pertama kalinya berembus.
Hingga saat ini, Huawei telah menjadi mitra jangka panjangnya. Tetapi banyak hal mungkin telah berubah dalam beberapa bulan terakhir setelah diberlakukannya sanksi AS kepada Huawei.
OnePlus 9, yang akan diluncurkan dalam satu atau dua bulan mendatang, akan menjadi yang pertama mendapat keuntungan dari fokus baru perusahaan pada teknologi fotografi. OnePlus 9 Pro, khususnya, bisa menjadi satu-satunya yang mendapatkan kamera yang didesain oleh Leica, bersama dengan fitur-fitur canggih lainnya.
Namun tentu saja, kabar ini baru sebatas rumor yang beredar. Untuk mengetahui kepastiannya, kita baru bisa mengonfirmasinya saat perangkat ini resmi dirilis.
https://tendabiru21.net/movies/happy-end-4/
Facebook Didenda Rp 66,5 Miliar Karena Tiru Aplikasi
Jejaring media sosial terbesar Facebook telah dituntut untuk membayar uang sebesar USD 4,72 juta atau sekitar Rp 66,5 miliar sebagai ganti rugi kepada pengembang asal Italia karena Facebook telah meniru fitur mereka.
Dilansir detikINET dari Reuters, Jumat (8/1/2021) hukuman ini dijatuhkan oleh pengadilan di Milan dengan menguatkan putusan tahun 2019 dan mengatakan bahwa Facebook telah menyalin fitur dari aplikasi Faraound yang dikembangkan oleh Business Competence.
Kasus ini bermula pada taun 2012, pada tahun tersebut Business Competence meluncurkan aplikasi Faraound yang dirancang untuk membantu pengguna menemukan teman Facebook di dekat lokasi mereka.
Alhasil aplikasi tersebut dengan cepat mendapatkan kepopuleran di pasar Italia. Namun sayangnya hanya beberapa bulan kemudian Facebook meluncurkan fitur Nearby yang juga bersaing dengan perusahaan seperti Foursquare dan Yelp.
Hadirnya fitur Nearby di Facebook, dilaporkan unduhan Faraound pun anjlok. Pada tahun 2013 Business Competence mengajukan gugatan. Dilaporkan Reuters juga bahwa pengadilan telah mengeluarkan putusan awal yang mendukungnya pada tahun 2016, yang diumumkan pada tahun 2017.
Facebook setuju untuk menghentikan fitur tersebut di Italia saat mengajukan banding atas keputusan tersebut, tetapi pengadilan selanjutnya telah memihak Business Competence.
Menanggapi keputusan tersebut, seorang juru bicara Facebook mengatakan bahwa perusahaan telah menerima keputusan pengadilan dan sedang memeriksanya dengan cermat.