Jumat, 11 Desember 2020

3 Tahun Berturut-turut Adik Prabowo 'Betah' di Daftar Orang Terkaya RI

 Adik dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, yakni Hashim Djojohadikusumo bertahan tiga tahun berturut-turut dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes. Ia menduduki posisi ke-35 pada tahun 2018, lalu posisi ke-40 pada tahun 2019 dan 2020.

Dilansir Forbes, Jumat (11/12/2020), harta kekayaan Hashim tercatat sebesar US$ 685 juta atau sekitar Rp 9,66 triliun (kurs Rp 14.112). Ia adalah pemilik dari perusahaan konglomerasi Arsari Group.


Hashim dan Prabowo adalah anak dari Soemitro Djojohadikoesoemo, Menteri Keuangan serta Menteri Perdagangan dan Perindustrian pada era pemerintahan Presiden Soekarno. Sang Ayah juga pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Menteri Negara Riset Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.


Berbeda dengan sang Kakak yang fokus di dunia militer dan politik, Hashim memang sejak awal sebagai pebisnis. Perusahaannya fokus pada bisnis kelapa sawit, pulp dan kertas, pertambangan, logistik, dan layanan kargo.


Baru-baru ini, nama Hashim kembali mencuat setelah mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK sebagai tersangka kasus suap ekspor benih lobster.


Usai Edhy ditangkap, Hashim membeberkan perasaan Prabowo. Ia mengatakan, Prabowo merasa dikhianati oleh Edhy, dan menyinggung soal anak yang diangkat dari selokan.


"Pak Prabowo itu marah, kecewa, dan merasa dikhianati! Dia kecewa, kok dia dari anak yang diangkat dari 'selokan', 25 tahun lalu kok dia berlaku seperti ini," tutur Hashim di bilangan Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).


Hashim mengatakan Prabowo mengungkapkan kekecewaannya dengan bahasa Inggris.


"I lift him up from the gutter and this is what he does to me," kata Hashim.

https://movieon28.com/movies/doraemon-nobitas-great-battle-of-the-mermaid-king/


Sri Mulyani Mau Ekonomi RI 0% di 3 Bulan Terakhir 2020


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di 3 bulan terakhir tahun 2020 berada di level 0%. Menurut dia, angka pertumbuhan tersebut akan berdampak terhadap laju perekonomian di 2021.

Perekonomian Indonesia saat ini berada dalam tren pembalikan menuju zona positif setelah terjatuh dalam di minus 5,32% pada kuartal II dan minus 3,49% di kuartal III-2020.


"Kontraksinya sekarang di sekitar 3% dan kita berharap di Kuartal IV akan makin mendekati nol sehingga di tahun 2021 kita akan mendapatkan perekonomiannya masuk di dalam zona positif atau rebound yang cukup kuat," kata Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (11/12/2020).


Untuk membuat ekonomi nasional berada di level 0% pada kuartal IV-2020, Sri Mulyani mengatakan pemerintah dan semua kalangan termasuk masyarakat serta pelaku usaha bisa memutus rantai penyebaran COVID-19. Salah satunya melalui penerapan protokol kesehatan.


Selain protokol kesehatan, Sri Mulyani mengatakan pemerintah juga tetap mengalokasikan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada tahun 2021. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 356,5 triliun.


Secara rinci dana PEN 2021 sebesar Rp 365,5 triliun akan diarahkan untuk kesehatan sebesar Rp 25,4 triliun, perlindungan sosial Rp 110,20 triliun, dan insentif usaha Rp 20,40 triliun. Kemudian dukungan UMKM 28,80 triliun, pembiayaan korporasi Rp 14,90 triliun, pemulihan ekonomi lewat sektoral kementerian dan lembaga sebesar Rp 136,7 triliun.


"Pemerintah menggunakan seluruh resources agar negara kita, rakyat kita, dunia usaha kita bisa ikut berpartisipasi di dalam pemulihan ekonomi ini," ungkap Sri Mulyani.

https://movieon28.com/movies/doraemon-nobitas-chronicle-of-the-moon-exploration/

Lebih Murah dari Rapid dan Swab, Tes Corona Ini Cuma Rp 15 Ribu

 Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan ada alat tes Corona yang harganya lebih murah daripada rapid dan swab test. Alat itu adalah GeNose, alat deteksi Corona dengan embusan napas.

Bambang memperkirakan satu kali tes Corona dengan alat tersebut hanya perlu biaya Rp 15 ribu. Rinciannya, biaya itu digunakan untuk operatornya, energinya, dan plastik khusus sebagai media pengecekan napas.


"Perkiraannya per pemeriksaannya itu, kalau dihitung sama operator, listrik, dan lalu plastiknya Rp 7-8 ribu rupiah, maka perkiraannya per satu tes itu sekitar Rp 15 ribu aja. Jadi ini murah dan akurat," jelas Bambang dalam sebuah webinar, Jumat (11/12/2020).


Bambang menjelaskan alatnya sendiri harganya sebesar Rp 60 juta dan bisa digunakan untuk 100 ribu kali pemeriksaan. Bila sudah melewati batas maksimal itu, alat bisa dibetulkan lagi dan bisa digunakan kembali.


"Perkiraan harganya, kalau satu unit alatnya memang sekitar Rp 60 juta, tapi bisa untuk 100 ribu pemeriksaan, kemudian bisa dibetulkan lagi dan bisa dipakai lagi," papar Bambang.


GeNose sendiri ditemukan oleh para peneliti Universitas Gajah Mada (UGM). Bambang menjelaskan alat ini pun cukup cepat untuk mendeteksi virus Corona, menurutnya waktu tes yang dibutuhkan cuma 3 menit. Bila dibandingkan rapid dan swab test pun, menurut Bambang akurasi GeNose sudah mencapai 90% lebih, hasil dari validasi di beberapa rumah sakit.


"Waktu pemeriksaan mereka ini pun cepat, saya coba sendiri itu hasilnya bisa di bawah 3 menit. Tingkat akurasinya dari validasi di beberapa rumah sakit itu di atas 90% akurasinya," ujar Bambang.

Sayangnya, alat ini hingga kini belum bisa diedarkan di masyarakat. Meski dia mengatakan alat ini siap diproduksi massal, masih ada beberapa laporan yang harus disiapkan untuk mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.


"Pada dasarnya, alat ini sudah siap semua. Siap juga diproduksi masal dan dipakai. Cuma dari pembicaraan terakhir dengan para pengembang di UGM, mereka bilang masih ada satu final report yang harus di-submit ke Kemenkes untuk dapat izin edar," jelas Bambang.

https://movieon28.com/movies/resident-evil-vendetta/


3 Tahun Berturut-turut Adik Prabowo 'Betah' di Daftar Orang Terkaya RI


Adik dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, yakni Hashim Djojohadikusumo bertahan tiga tahun berturut-turut dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes. Ia menduduki posisi ke-35 pada tahun 2018, lalu posisi ke-40 pada tahun 2019 dan 2020.

Dilansir Forbes, Jumat (11/12/2020), harta kekayaan Hashim tercatat sebesar US$ 685 juta atau sekitar Rp 9,66 triliun (kurs Rp 14.112). Ia adalah pemilik dari perusahaan konglomerasi Arsari Group.


Hashim dan Prabowo adalah anak dari Soemitro Djojohadikoesoemo, Menteri Keuangan serta Menteri Perdagangan dan Perindustrian pada era pemerintahan Presiden Soekarno. Sang Ayah juga pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Menteri Negara Riset Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.


Berbeda dengan sang Kakak yang fokus di dunia militer dan politik, Hashim memang sejak awal sebagai pebisnis. Perusahaannya fokus pada bisnis kelapa sawit, pulp dan kertas, pertambangan, logistik, dan layanan kargo.


Baru-baru ini, nama Hashim kembali mencuat setelah mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK sebagai tersangka kasus suap ekspor benih lobster.


Usai Edhy ditangkap, Hashim membeberkan perasaan Prabowo. Ia mengatakan, Prabowo merasa dikhianati oleh Edhy, dan menyinggung soal anak yang diangkat dari selokan.


"Pak Prabowo itu marah, kecewa, dan merasa dikhianati! Dia kecewa, kok dia dari anak yang diangkat dari 'selokan', 25 tahun lalu kok dia berlaku seperti ini," tutur Hashim di bilangan Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).


Hashim mengatakan Prabowo mengungkapkan kekecewaannya dengan bahasa Inggris.


"I lift him up from the gutter and this is what he does to me," kata Hashim.

https://movieon28.com/movies/followed/