Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Senin (7/12/2020), bertambah 5.754 kasus. Total positif jadi 581.550, sembuh 479.202, dan meninggal 17.867.
Hari ini ada 26.873 spesimen yang diperiksa dengan jumlah suspek mencapai 72.986 orang.
Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Senin (7/12/2020), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 5.754 menjadi 581.550
Pasien sembuh bertambah 4.431 menjadi 479.202
Pasien meninggal bertambah 53 menjadi 17.867
Sebelumnya pada Minggu (6/12/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat sebanyak 575.796, sembuh 474.771, dan meninggal 17.740.
https://maymovie98.com/movies/body-of-evidence/
DKI-Jabar di Atas Seribu, Ini Sebaran 5.754 Kasus COVID-19 RI 7 Desember
Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Senin (7/12/2020). Ada penambahan 5.754 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 581.550 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.466 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 1.171 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 594 kasus baru per 7 Desember.
Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 4.431 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona tercatat 127 orang.
Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Senin (7/12/2020), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 5.754 menjadi 581.550
Pasien sembuh bertambah 4.431 menjadi 479.202
Pasien meninggal bertambah 53 menjadi 17.867
Sedangkan sebaran 6.089 kasus baru Corona di Indonesia pada Senin (7/12/2020) adalah sebagai berikut:
DKI Jakarta: 1.466 kasus
Jawa Barat: 1.171 kasus
Jawa Tengah: 594 kasus
Jawa Timur: 545 kasus
Sulawesi Selatan: 345 kasus
Kalimantan Tengah: 209 kasus
Riau: 164 kasus
Banten: 133 kasus
Sumatera Barat: 114 kasus
Bali: 102 kasus
DI Yogyakarta: 99 kasus
Kalimantan Timur: 89 kasus
Sumatera Utara: 85
Sulawesi Utara: 78 kasus
Sumatera Selatan: 63 kasus
Nusa Tenggara Timur: 58 kasus
Sulawesi Tengah: 56 kasus
Papua: 48 kasus
Kalimantan Utara: 46 kasus
Maluku: 46 kasus
Kepulauan Riau: 45 kasus
Sulawesi Tenggara: 36 kasus
Kampung: 34 kasus
Kalimantan Barat: 31 kasus
Kalimantan Selatan: 28 kasus
Nusa Tenggara Barat: 25 kasus
Bangka Belitung: 14 kasus
Bengkulu: 11 kasus
Papua Barat: 7 kasus
Maluku Utara: 6 kasus
Aceh: 4 kasus
Sulawesi Barat: 2 kasus
CDC Perbarui Pedoman, Wajib Pakai Masker di Rumah Pada Kondisi Ini
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) kembali memperbarui pedoman terkait masker. Kali ini, dalam pedoman terbarunya, CDC menyebut masyarakat wajib memakai masker di dalam rumah dalam kondisi tertentu.
"Masker sangat penting untuk mengendalikan penyebaran virus Corona, dan kadang-kadang itu termasuk di rumah," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) Jumat, dikutip dari CNN.
Analisis CDC terkait waktu yang berisiko tinggi penularan Corona yaitu, saat berada di ruangan sempit dan tidak adanya jaga jarak. Kapan saja wajib pakai masker di dalam rumah menurut CDC?
- Saat ada anggota keluarga terpapar COVID-19
- Seorang anggota keluarga berisiko tinggi tertular COVID-19 karena aktivitas di luar rumah
- Ruangan sempit
- Tidak bisa jaga jarak minimal 2 meter
"Tempat dalam ruangan, di mana tidak ada jaga jarak dan penggunaan masker secara konsisten telah diidentifikasi sebagai skenario penularan Corona berisiko tinggi," jelas CDC dalam pedoman terbarunya.
Meski di dalam ruangan risiko penularan COVID-19 terbilang tinggi, bukan berarti acara di luar ruangan minim risiko penularan COVID-19. Penggunaan masker disebut CDC harus tetap dijalankan bersamaan dengan pentingnya menjaga jarak di ruangan terbuka terlebih jika dipadati banyak orang.
"Meskipun dampak jarak fisik sulit untuk dipisahkan dari intervensi lain, satu studi memperkirakan bahwa jaga jarak menurunkan rata-rata jumlah kontak harian sebanyak 74 persen," tambah CDC.
Selain itu, CDC menyoroti penggunaan masker wajah yang konsisten demi menekan transmisi atau penularan COVID-19. Hal ini juga berdasarkan pada banyaknya kasus COVID-19 yang tak menunjukkan gejala Corona.
"Penggunaan masker wajah yang konsisten dan benar adalah strategi kesehatan masyarakat yang penting untuk mengurangi transmisi SARS-CoV-2, terutama mengingat perkiraan bahwa sekitar setengah dari infeksi baru ditularkan oleh orang yang tidak memiliki gejala," demikian panduan CDC.