Pemprov DKI Jakarta memperbarui data jumlah rukun warga (RW) berstatus zona rawan penularan virus Corona COVID-19. Dilaporkan, kini ada 32 RW yang termasuk zona rawan COVID-19 di ibu kota.
Berdasarkan data corona.jakarta.go.id, zona rawan ini tersebar di berbagai wilayah di ibu kota, termasuk di Petamburan.
Jakarta Pusat menjadi wilayah dengan zona rawan COVID-19 terbanyak, yakni 12 RW. Sementara, di Jakarta Utara sebanyak 1 RW, Jakarta Timur 6 RW, Jakarta Selatan 11 RW, dan Jakarta Barat 2 RW.
Jumlah ini bertambah jika dibandingkan dengan data update sebelumnya pada 29 November 2020, yakni 21 RW yang termasuk zona rawan COVID-19 di DKI Jakarta.
Dari data tersebut juga diketahui, saat ini pada Senin (7/12/2020) siang, total kasus COVID-19 di DKI Jakarta sudah mencapai 143.961 kasus. Sementara total pasien sembuh sudah sebanyak 130.136 orang dan 2.799 lainnya meninggal dunia.
Berikut detail 32 RW yang termasuk ke dalam zona rawan penularan COVID-19 di DKI Jakarta per 3 Desember 2020, dikutip dari data corona.jakarta.go.id.
Jakarta Utara:
Kelurahan Kelapa Gading Timur RW 010.
Jakarta Timur:
Kelurahan Bali Mester RW 005
Kelurahan Batu Ampar RW 002
Kelurahan Bidara Cina RW 010
Kelurahan Cawang RW 006
Kelurahan Cipinang RW 005
Kelurahan Malaka Sari RW 007.
Jakarta Selatan:
Kelurahan Cilandak Barat RW 013
Kelurahan Cipete Selatan RW 006
Kelurahan Cipulir RW 006
Kelurahan Pasar Minggu RW 006
Kelurahan Rawajati RW 005
Kelurahan Srengseng Sawah RW 002
Kelurahan Srengseng Sawah RW 007
Kelurahan Srengseng Sawah RW 009
Kelurahan Srengseng Sawah RW 016
Kelurahan Tebet Barat RW 005
Kelurahan Tebet Barat RW 006.
Jakarta Pusat:
Kelurahan Bendungan Hilir RW 003
Kelurahan Bendungan Hilir RW 004
Kelurahan Gambir RW 001
Kelurahan Gondangdia RW 002
Kelurahan Johar Baru RW 005
Kelurahan Kebon Kelapa RW 002
Kelurahan Kenari RW 006
Kelurahan Petamburan RW 003
Kelurahan Petamburan RW 004
Kelurahan Rawasari RW 009
Kelurahan Serdang RW 003
Kelurahan Sumur Batu RW 002.
Jakarta Barat:
Kelurahan Jelambar RW 005
Kelurahan Slipi RW 002.
https://maymovie98.com/movies/resident-evil-afterlife/
Efek Samping Vaksin COVID-19 Sinovac, Vaksin yang Baru Tiba di Indonesia
Vaksin COVID-19 pertama di Indonesia dikabarkan telah tiba pada hari Minggu (6/12/2020). Vaksin Corona buatan perusahaan Sinovac Biotech ini didatangkan secara bertahap menggunakan pesawat, mulai dari 1,2 juta dosis dalam pengiriman pertama.
Maraknya kabar vaksin COVID-19 pertama di Indonesia membuat sebagian orang penasaran. Salah satu hal yang sering ditanyakan adalah apakah vaksin aman digunakan, bebas dari efek samping berbahaya.
Sekretaris Eksekutif Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Dr dr Julitasari Sundoro, MSc-PH, menjelaskan memang ada efek samping dari vaksin COVID-19. Hanya saja efek samping yang dihasilkan tidak sampai membahayakan nyawa atau menimbulkan kecacatan.
"Misalnya efek samping lokal. Jadi nyeri pada tempat suntikan. Kita kan namanya dimasukkin jarum, dimasukkin vaksin, berarti ada reaksi lokal," kata dr Julitasari dalam diskusi Tolak dan Tangkal Hoaks yang disiarkan kanal Youtube Forum Merdeka Barat 9, Senin (7/12/2020).
"Ada juga reaksi sistemik, misalnya pegal-pegal kemudian demam ringan. Tapi itu sangat kecil karena vaksin yang tiba ini adalah vaksin yang inactivated, vaksin yang mati. Jadi efek sampingnya itu jauh lebih kecil dari vaksin-vaksin lain yang live attenuated atau vaksin-vaksin hidup," lanjutnya.
Sebelum menerima vaksin, dr Julitasari menyarankan agar seseorang berada dalam kondisi sehat. Tujuannya agar tubuh bisa menerima vaksin dengan baik.
"Jangan sampai nanti vaksin ini jadi kambing hitam (efek samping -red). Padahal dia memang sedang sakit, masa tunas, atau masa inkubasi," pungkas dr Julitasari.