Jumat, 20 November 2020

Kasus Kematian COVID-19 Indonesia Tembus 15 Ribu, Terbanyak di 5 Provinsi Ini

  Total kasus kematian virus Corona COVID-19 di Indonesia sudah tembus di angka 15.148 kasus. Per hari ini Sabtu (14/11/2020) kasus meninggal bertambah sebanyak 111 kasus, sementara kemarin 104 kasus.

Sementara itu, total kasus positif sudah mencapai 463.007 kasus dan sembuh sebanyak 388.094 kasus.


Jika dilihat dari angka kumulatifnya, Jawa Timur menduduki peringkat pertama tertinggi kasus kematian COVID-19 di Indonesia, disusul DKI Jakarta mencatat lebih dari 2.000 kasus kematian COVID-19.


Berikut detail 5 provinsi yang mencatat kasus kematian kumulatif COVID-19 tertinggi di Indonesia per Sabtu (14/11/2020):


Jawa Timur: 4.007 kasus


Jawa Tengah: 1.990 kasus


DKI Jakarta: 2.440 kasus


Jawa Barat: 804 kasus


Sumatera Utara: 578 kasus


Sementara jumlah spesimen yang diperiksa di 5 hari terakhir adalah sebagai berikut.


14 November: 41.336 spesimen


13 November: 42.333 spesimen


12 November: 42.165 spesimen


11 November: 39.341 spesimen


10 November: 33.063 spesimen

https://nonton08.com/movies/hunting-list/


Satgas COVID-19 Bagikan Masker untuk Acara Pernikahan Anak Habib Rizieq


 Habib Rizieq Syihab hari ini menggelar acara pernikahan putri keempatnya sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara tersebut digelar di kediaman Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Lilik Sumardji mengatakan pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas. Dia mengatakan untuk kendaraan dari Tanah Abang akan dialihkan menuju Jalan Petamburan 2.


"Yang dari Tanah Abang dialihkan di Jalan Petamburan 2 ke belakang RS Pelni," ujar Lilik saat dihubungi, Sabtu (14/11/2020).


Menanggapi hal ini, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo membenarkan jika Satgas pusat mengirim masker dan hand sanitizer pada Satgas panitia pernikahan anak Habib Rizieq dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal ini semata-mata untuk memastikan protokol dalam kegiatan tersebut dilaksanakan dengan baik.


"Betul sekali Satgas Penanganan COVID-19 pusat memberikan masker kain dan juga masker medis kepada satgas yang mengelola atau panitia Maulid Nabi serta panitia perayaan pernikahan putri Habib Rizieq," ungkap Doni dalam siaran pers melalui kanal YouTube BNPB Sabtu (14/11/2020).


Doni mengingatkan risiko tertular COVID-19 pada lansia yang bisa berakibat fatal. Kebanyakan dari lansia tertular COVID-19 dari usia muda.


"Oleh karenanya pemberian bantuan berupa masker dan hand sanitizer kepada panitia bukan hanya untuk menegakkan protokol kesehatan di lingkungan tersebut tetapi juga upaya untuk mengajak seluruh komponen masyarakat di sekitarnya mau menggunakan masker," lanjut Doni.


Ia juga berpesan agar masyarakat tak lagi menjalankan protokol hanya karena ancaman dikenakan denda. Ia pun menghimbau hal ini pada tokoh-tokoh masyarakat di Indonesia.


"Semua tokoh-tokoh yang ada bisa bekerja sama agar kepatuhan protokol ini bukan karena sanksi tapi karena kesadaran untuk melindungi diri sendiri dan juga diri yang lainnya," pungkasnya.

https://nonton08.com/movies/blood-in-the-water/

Ditemukan di Kediaman Syeima Salsabila, Ini Dampak Ganja Pada Tubuh

 Selebgram berinisial SS ditangkap polisi terkait penyalahgunaan narkoba. Saat dikonfirmasi, Kanit I Narkoba Polres Jakarta Barat AKP Arif Purnama Oktora membenarkan SS yang ditangkap adalah Syaima Salsabila, dan sudah dites urine hasilnya positif narkoba.

"Sudah (dites urine), positif," ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona saat dihubungi detikcom, Sabtu (14/11/2020).


Syaima Salsabila ditangkap di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Senin 11 November 2020. Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti berupa narkoba jenis ganja.


Seperti jenis narkoba lainnya, penggunaan ganja juga sangat berpengaruh pada tubuh pemakainya. Dikutip dari Healthline, berikut beberapa efek pemakaian ganja pada organ tubuh manusia.


1. Sistem pernapasan

Asap dari ganja terdiri dari beberapa bahan kimia beracun, seperti amonia dan hidrogen sianida yang bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan.


Pengguna ganja sangat berisiko mengalami berbagai penyakit saluran pernapasan, seperti bronkitis, infeksi paru-paru, asma, dan cystic fibrosis atau mengentalnya lendir yang ada di dalam tubuh.


2. Merusak sistem peredaran darah

Salah satu ciri khas dari pengguna ganja adalah mata yang merah. Mata merah ini disebabkan salah satu efek ganja yaitu membuat pembuluh darah di sekitar mata membesar.


3. Berpengaruh pada sistem saraf pusat

Efek ganja bisa meluas sampai ke seluruh sistem saraf pusat (SPP), terutama pada otak kecil dan ganglia basal, yang sangat berperan dalam gerakan dan keseimbangan.


Jika terjadi, hal ini bisa membuat koordinasi, keseimbangan, dan juga respon refleks dari penggunanya terganggu.


4. Sistem pencernaan

Saat seseorang merokok dengan ganja, akan muncul sensasi terbakar di dalam mulut dan tenggorokan. Selain itu, ganja juga bisa menyebabkan masalah pada sistem pencernaan hingga merusak liver saat dikonsumsi dengan cara oral. Akibatnya, penggunanya akan merasa mual dan muntah.


5. Sistem kekebalan rusak

Ganja juga bisa merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Saat seseorang menggunakan ganja, ia akan lebih rentan terserang penyakit.

https://nonton08.com/movies/the-student/


Kasus Kematian COVID-19 Indonesia Tembus 15 Ribu, Terbanyak di 5 Provinsi Ini


 Total kasus kematian virus Corona COVID-19 di Indonesia sudah tembus di angka 15.148 kasus. Per hari ini Sabtu (14/11/2020) kasus meninggal bertambah sebanyak 111 kasus, sementara kemarin 104 kasus.

Sementara itu, total kasus positif sudah mencapai 463.007 kasus dan sembuh sebanyak 388.094 kasus.


Jika dilihat dari angka kumulatifnya, Jawa Timur menduduki peringkat pertama tertinggi kasus kematian COVID-19 di Indonesia, disusul DKI Jakarta mencatat lebih dari 2.000 kasus kematian COVID-19.


Berikut detail 5 provinsi yang mencatat kasus kematian kumulatif COVID-19 tertinggi di Indonesia per Sabtu (14/11/2020):


Jawa Timur: 4.007 kasus


Jawa Tengah: 1.990 kasus


DKI Jakarta: 2.440 kasus


Jawa Barat: 804 kasus


Sumatera Utara: 578 kasus


Sementara jumlah spesimen yang diperiksa di 5 hari terakhir adalah sebagai berikut.


14 November: 41.336 spesimen


13 November: 42.333 spesimen


12 November: 42.165 spesimen


11 November: 39.341 spesimen


10 November: 33.063 spesimen

https://nonton08.com/movies/student-a/