Jumat, 13 November 2020

China Larang Kunjungan dari 8 Negara Kasus Corona Tinggi, Indonesia Termasuk?

 China, negara pertama yang menghadapi wabah Corona COVID-19 kini melarang kunjungan dari 8 negara dengan kasus Corona tinggi. Beberapa negara di antaranya termasuk negara di Asia.

Dikutip dari Reuters, China mengeluarkan larangan sementara bagi Rusia, Prancis, Italia, Inggris, Belgia, Filipina, India, dan Bangladesh masuk ke negaranya. Meski begitu, Indonesia tidak termasuk dalam daftar larangan masuk ke China.


Pembatasan ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki visa dan izin tinggal yang valid. Larangan sementara ini pun lantas mendapat respons dari negara-negara yang dimaksud termasuk Inggris.


"Kami prihatin dengan mendadaknya pengumuman dan larangan masuk secara menyeluruh, dan menunggu klarifikasi lebih lanjut tentang kapan itu akan dicabut," kata KBritish Chamber of Commerce di China saat larangan menyeluruh diumumkan oleh kedutaan besar China.


Bagaimana dengan negara yang tidak termasuk 8 negara tersebut?

China tetap memperketat aturan masuk warga asing ke negaranya. Persyaratan termasuk penyerahan sertifikat dari Kedubes China setempat dengan membawa hasil tes asam nukleat dan tes antibodi dalam waktu 48 jam terakhir perjalanan.


Langkah ini diterapkan untuk mencegah penularan Corona baru dari luar negeri. China berhasil menekan kasus COVID-19 dan tak ada kematian baru yang dilaporkan.


Berdasarkan laporan worldometers, ada 33 kasus COVID-19 yang terakhir dilaporkan di China. Sementara itu total kasus COVID-19 mencapai 86.245 kasus dengan pasien sembuh 81.187 kasus.

https://cinemamovie28.com/movies/in-dubious-battle/


Peneliti Temukan Gejala COVID-19 yang Terasa Saat Makan Pedas


Semakin banyak pasien COVID-19 yang mengeluhkan gejala tak biasa. Gejala COVID-19 gangguan indra penciuman dan perasa yang semula jarang ditemui, bahkan kini menjadi gejala khas COVID-19.

Baru-baru ini, sebuah penelitian dalam jurnal Chemicel Senses mengungkap gejala COVID-19 yang bisa menyebabkan masalah sensorik. Para peneliti mencatat adanya dampak kemestesis pada pasien COVID-19, apa itu?


Kemestesis adalah sensasi yang diinduksi secara kimiawi yang diaktifkan melalui sistem sentuh.


"Dengan kata lain, sensasi sejuk dari mentol atau iritasi, atau kesemutan atau rasa terbakar dari cabai," sebut peneliti, dikutip dari Express UK.


"Namun, laporan ini telah meremehkan atau gagal membedakan efek potensial pada rasa, mengabaikan kemestesis, dan umumnya kekurangan pengukuran kuantitatif," lanjut peneliti.


Sehubungan dengan hal ini, para peneliti berusaha untuk menyelidiki dampak COVID-19 terkait kemestesis.


Apa kaitan antara kemestesis dan COVID-19?

Untuk menyelidiki kaitan tersebut, para peneliti mensurvei 4.039 pasien memiliki gejala COVID-19 seperti ini. Ada 2.913 wanita, 1.118 pria, dan delapan lainnya, berusia 19 hingga 79 tahun.


Temuan penelitian menunjukkan bahwa kerusakan kemosensori terkait COVID-19 tidak terbatas pada bau tetapi juga memengaruhi rasa dan kemestesis. Namun, hingga saat ini gejala COVID-19 tersebut belum bisa dipastikan menjadi gejala umum yang ditemui pada pasien, beberapa gejala umum atau khas COVID-19 menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut.


Demam

Batuk kering

Sakit dan nyeri

Sakit tenggorokan

Diare

Konjungtivitis

Sakit kepala

Ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau kaki.

Gejala serius meliputi:


Kesulitan bernapas atau sesak napas

Nyeri atau tekanan dada.

https://cinemamovie28.com/movies/mobile-suit-gundam-thunderbolt-december-sky/

Jadi Presiden Terpilih AS di Usia 77, Begini Riwayat Kesehatan Joe Biden

 - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden dipastikan sehat dan kuat berdasarkan catatan medis Dr Kevin O'Connor dari The George Washington University, meski usianya sudah mencapai 77 tahun.

"Sehat, kuat, pria berusia 77 tahun, yang cocok untuk berhasil menjalankan tugas Kepresidenan termasuk mereka sebagai Kepala Eksekutif, Kepala Negara, dan Panglima Tertinggi," sebut Dr Kevin O Connor.


Namun, Biden ternyata memiliki beberapa riwayat penyakit yang pernah dideritanya saat menjabat sebagai Wakil Presiden. Dikutip dari berbagai sumber, berikut riwayat kesehatan Joe Biden.


1. Aneurisma otak

Di akhir tahun 1980-an, Biden sempat mengalami aneurisma otak. Beruntungnya, ia bisa berhasil sembuh dari penyakit tersebut.


2. Fibrilasi atrium nonvalvular

Biden juga sempat dirawat karena fibrilasi atrium nonvalvular. Penyakit ini menyebabkan darah mengumpul di jantung yang bisa meningkatkan risiko pembekuan darah dan stroke, jika tidak ditangani.


3. Hiperlipidemia

Berdasarkan riwayat kesehatannya, presiden terpilih AS ini juga pernah mengalami penyakit hiperlipidemia. Penyakit ini bisa terjadi saat ada konsentrasi tinggi lemak atau lipid di dalam darah.


Selain ketiga penyakit tersebut, Joe Biden pernah dirawat karena mengidap penyakit gastroesophageal reflux atau penyakit pencernaan dan alergi musiman. Meski begitu, kondisi Biden saat ini dipastikan sesuai untuk bertugas sebagai presiden AS menggantikan Donald Trump.

https://cinemamovie28.com/movies/on-the-road/


China Larang Kunjungan dari 8 Negara Kasus Corona Tinggi, Indonesia Termasuk?


China, negara pertama yang menghadapi wabah Corona COVID-19 kini melarang kunjungan dari 8 negara dengan kasus Corona tinggi. Beberapa negara di antaranya termasuk negara di Asia.

Dikutip dari Reuters, China mengeluarkan larangan sementara bagi Rusia, Prancis, Italia, Inggris, Belgia, Filipina, India, dan Bangladesh masuk ke negaranya. Meski begitu, Indonesia tidak termasuk dalam daftar larangan masuk ke China.


Pembatasan ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki visa dan izin tinggal yang valid. Larangan sementara ini pun lantas mendapat respons dari negara-negara yang dimaksud termasuk Inggris.


"Kami prihatin dengan mendadaknya pengumuman dan larangan masuk secara menyeluruh, dan menunggu klarifikasi lebih lanjut tentang kapan itu akan dicabut," kata KBritish Chamber of Commerce di China saat larangan menyeluruh diumumkan oleh kedutaan besar China.


Bagaimana dengan negara yang tidak termasuk 8 negara tersebut?

China tetap memperketat aturan masuk warga asing ke negaranya. Persyaratan termasuk penyerahan sertifikat dari Kedubes China setempat dengan membawa hasil tes asam nukleat dan tes antibodi dalam waktu 48 jam terakhir perjalanan.


Langkah ini diterapkan untuk mencegah penularan Corona baru dari luar negeri. China berhasil menekan kasus COVID-19 dan tak ada kematian baru yang dilaporkan.


Berdasarkan laporan worldometers, ada 33 kasus COVID-19 yang terakhir dilaporkan di China. Sementara itu total kasus COVID-19 mencapai 86.245 kasus dengan pasien sembuh 81.187 kasus.

https://cinemamovie28.com/movies/in-the-room/