Sabtu, 10 Oktober 2020

Tangkal Virus Corona, Tidak Semua Masker Sama

  Grafik penularan COVID-19 di Indonesia belum menunjukkan penurunan. Hingga 5 Oktober 2020 tercatat sudah ada 307.120 orang yang terpapar virus Corona di Indonesia.WHO dan pemerintah telah berulang kali mengimbau langkah-langkah pencegahan dengan mengajak masyarakat untuk memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Terutama untuk masker, sangat disayangkan banyak masker yang beredar tidak memiliki kualitas yang baik.

Terbukti dengan larangan pemerintah dengan melarang penggunaan masker scuba dan buff karena efektivitasnya sangat rendah. Dokter sekaligus presenter Ayo Hidup Sehat di salah stasiun televisi swasta dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM) juga menuturkan tidak semua masker sama.


"Saat ini banyak pilihan masker yang dapat kita gunakan, namun tidak semua masker sama mencegah COVID-19. Pastikan untuk memilih masker yang memiliki efektivitas penyaringan mikropartikel yang tinggi," tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2020).


Salah satu opsi masker yang paling superior di pasaran sekarang ini adalah Bowin Masker N99CV, seperti namanya masker ini memiliki efektivitas penyaringan hingga 99% menyaring mikropartikel. Masker ini terdiri dari 2 bagian yaitu kain masker & lembaran filter.


 Kain masker memiliki bahan premium yang lembut ke kulit, dapat dicuci dan digunakan berulang kali. Tidak perlu takut untuk sesak napas karena masker Bowin ini dilengkapi juga dengan 2 katup untuk memudahkan sirkulasi udara. Modelnya pun sangat stylish digunakan sehingga tidak menakutkan untuk dipakai dalam kegiatan sehari-hari.


• Filter dilengkapi lapisan elektrostatis N99 sehingga mampu menyaring partikel sekecil PM2.5 mikrometer. Total terdapat 6 lapisan filter. Lapisan pertama berfungsi untuk menjebak partikel-partikel yang besar seperti debu dan pasir. Lapisan kedua dan kelima untuk menyaring zat beracun, gas buangan mobil, dan asap rokok. Lapisan ketiga dan keempat adalah lapisan filter karbon aktif menyaring bakteri, benzene, dan virus termasuk Corona. Dan lapisan paling dalam dengan baham lembut, antialergi dan bau tidak sedap. Filter ini tidak dapat dicuci dan perlu diganti berkala umumnya 1-3 bulan (tergantung pemakaian), namun situasi Corona ini disarankan untuk menggantinya 8 - 12 jam.


"Kami berkomitmen untuk memberikan opsi masker perlindungan superior kualitas dan memiliki harga terjangkau," ujar Founder Bowin Indonesia Edwin Tanbowi.


Stok masker Bowin saat ini masih sangat terbatas, untuk pembelian dapat langsung mengunjungi:

• e-Commerce (Free Ongkir): Tokopedia, Shopee, JD.ID & Blibli.

• Offline Store: AEON, Frestive Supermarket, Grand Lucky, Natural Farm, dan lain-lain.

• Reseller Resmi di berbagai kota Indonesia.

https://nonton08.com/before-the-flood/


Waspada, Ini Cara Virus Corona Masuk ke Dalam Tubuh


Kasus Corona di Indonesia terus meningkat menandakan penularan masih tinggi di masyarakat. Tidak sedikit yang masih mengabaikan protokol kesehatan.

Dokter spesialis paru dari RS Siloam ASRI Jakarta dr Maydie Esfandiari, SpP menjelaskan bagaimana proses virus Corona COVID-19 masuk ke dalam tubuh.


dr Maydie menjelaskan bila seorang pasien terkonfirmasi COVID-19 cara penularan yang pertama adalah melalui pernapasan. Jika orang yang positif COVID-19 batuk dan tidak menggunakan masker, maka droplet yang ia keluarkan dapat membuat penularan COVID-19 terjadi.


Tak hanya itu, pemakaian masker yang tidak benar juga berpotensi tertular COVID-19. Mengapa?


"Orang yang memakai masker secara tidak benar, di bawah hidung atau di dagu, dapat menyebabkan terjadi penularan," papar dr Maydie.


dr Maydie melanjutkan, penularan juga bisa terjadi melalui kasus lain, salah satunya jika droplet dari orang terinfeksi jatuh ke permukaan benda.


Penularan COVID-19 bisa terjadi jika tanagn kita tanpa disadari menyentuh benda tersebut. Jika tangan akhirnya menyentuh mata atau hidung tentu risiko penularan COVID-19 semakin tinggi.


"Masuknya lewat mata dan hidung, lalu masuk ke paru-paru melalui saluran pernafasan atas," tambah dr Maydie.


Maka dari itu, dr Maydie mengingatkan seluruh pihak untuk selalu patuh menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada.

https://nonton08.com/nikah-yuk/



Kamis, 08 Oktober 2020

Masuk Musim Hujan, Ini Saran Ahli agar Masker Efektif Cegah COVID-19

 Memasuki musim hujan, para ahli kesehatan memperingatkan semua orang untuk membawa masker cadangan. Pasalnya, cuaca yang lembab dan basah membuat masker menjadi kurang efektif dalam mencegah infeksi virus Corona COVID-19.

Hal ini karena air hujan dapat membatasi aliran udara dan mengurangi kemampuan masker dalam menyaring virus.


Mantan pejabat di program kanker WHO, Karol Sikora, mengatakan bahwa semua jenis masker pada dasarnya akan menjadi rentan dalam cuaca lembab.


"Saya pikir masyarakat umumnya kurang memiliki pengetahuan atau panduan tentang masalah ini. Mereka harus diberi nasehat yang jelas oleh pihak berwenang, terutama mengingat saat ini hujan deras," kata Sikora, dikutip dari Daily Mail.


Sementara itu, Dr Simon Clarke, ahli mikrobiologi di University of Reading, mengatakan ini sama halnya dengan masker yang lembab karena bersin atau batuk, maka masker perlu diganti dengan yang baru.


"Saya selalu memastikan bahwa saya memiliki setidaknya satu masker cadangan setiap kali saya bepergian keluar, sehingga saya dapat mengganti masker ketika basah atau sudah menggunakannya dalam beberapa waktu," jelas Clarke.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menyarankan agar setiap masker yang sudah basah atau tampak kotor perlu langsung diganti dengan yang baru.


"Untuk semua jenis masker, waktu penggunaan dan pembuangan yang tepat itu penting untuk memastikan masker tersebut efektif dalam mencegah penularan (penyakit)," ucap WHO.

https://cinemamovie28.com/false-colors/


Sering Dipakai Saat Demo, Benarkah Odol Bisa Menangkal Gas Air Mata?


 Efek gas air mata adalah mata perih dan berair. Demonstran kerap menangkalnya dengan odol atau pasta gigi yang dioleskan di wajah. Benarkah cara ini efektif?

Setelah omnibus law UU Cipta Kerja disahkan, banyak elemen buruh turun ke jalan dan melakukan demo penolakan. Aksi semacam ini kerap diwarnai gesekan antara demonstran dan aparat.


Saat terjadi gesekan, tembakan gas air mata seringkali digunakan. Para pendemo mengantisipasi efek gas air mata itu dengan menggunakan odol atau pasta gigi di wajah mereka.


Benarkan odol itu bisa menangkal gas air mata?

Dalam wawancara dengan detikcom, praktisi kesehatan dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro, SpB, mengatakan odol atau pasta gigi ini sebenarnya tidak memiliki efek apapun terhadap gas air mata.


"Odol nggak ngaruh sebenarnya. Gas air mata bekerjanya karena terhirup, bukan kontak dengan mata. Efek gas air mata itu kan terhirup yang menyebabkan sekresi dari kelenjar air mata," jelasnya pada detikcom beberapa waktu lalu.


Bahkan dr Wisnu menegaskan, penggunaan odol di area wajah termasuk mata justru bisa menyebabkan efek kerusakan pada mata, seperti iritasi.


Tidak bisa menangkal gas air mata, tapi kok masih banyak yang menggunakannya?

Seorang anggota polisi yang bertugas saat terjadi kerusuhan di Bawaslu pada 2019 lalu, Fu'umori, mengatakan memang fungsi utama odol itu bukan untuk menangkal efek perih pada mata.


"Jadi, odol itu biar keluar saja air matanya, bukan biar nggak kena gasnya. Kena gas mah tetep," kata Fu-umori.


Fu'umori mengatakan, gas air mata itu mengandung serbuk-serbuk seperti merica yang bisa menyebabkan rasa perih pada mata. Ia juga menuturkan mata yang terkena gas itu akan semakin perih jika diberikan air.


"Makanya jangan dikucek, biarin saja biar nangis. Kalau dikasih air malah makin jadi (perihnya). Diemin saja," imbuhnya.

https://cinemamovie28.com/dolphin-reef/