Kamis, 03 September 2020

Outfit Warna Cerah di September Ceria

 Bulan September kerap diidentikkan dengan keceriaan dan kebahagiaan. Betapa tidak! Hampir seluruh negara di dunia mengalami perubahan besar di bulan September, salah satu di antaranya merupakan awal musim gugur, awal musim semi dan musim hujan.
Karena keceriaan menyambut pergantian musim itulah, tercipta lagu September Ceria, yang lirik dan iramanya masih kita dengar hingga sekarang. Dan kini bulan September tiba! Diharapkan di bulan ini akan ada banyak kejutan yang menantimu, ladies!

Mood-mu di bulan September juga dipastikan akan bagus. Soalnya, cuaca di bulan ini sedang bagus-bagusnya, tidak terlalu panas dan curah hujan masih terbilang rendah. Cuaca yang nyaman ini wajib kamu manfaatkan untuk meningkatkan penampilanmu sehari-hari.

Sesuai dengan tagline September Ceria ini, kamu bisa meningkatkan mood-mu dengan pilihan outfit warna-warna cerah, seperti merah, kuning, hijau, biru, orange, pink dan lain-lain.

Namun, jangan sampai salah memilih warna yang bisa merusak mood-mu. Berikut ini filosofi masing-masing warna cerah sebagai panduan kamu berpenampilan.

Merah

Warna merah dianggap sebagai salah satu warna yang menumbuhkan semangat serta gairah dalam keseharian. Aura yang terpancar dalam warna merah memberikan energi positif untuk kamu dalam beraktivitas.

Kuning

Warna kuning dikenal sebagai warna yang dapat mengangkat suasana hatimu, tak hanya membuat mood jadi ceria, akan tetapi juga dapat meningkatkan rangsangan pada otak yang menyebabkan otak dapat lebih aktif dan mudah untuk berkonsentrasi.

Hijau

Warna hijau dikenal sebagai warna penghilang stress dan dapat memberikan rasa damai terutama jika emosi kamu sedang tidak terkendali.

Biru

Warna biru dapat memberikan energi positif tidak hanya untuk si pemakai, namun juga untuk siapa saja yang melihatnya. Aura positif yang terpancar dari style-mu akan memberikan energi positif bagi orang-orang di sekeliling kamu.

Pink

The color of love ini dikenal sebagai warna si penarik perhatian. Kebanyakan wanita memfavoritkan warna ini karena mereka ingin menjadi pusat perhatian. Pink melambangkan kelembutan hati dan kasih sayang seorang wanita. Selain itu pink juga identik dengan suasana yang romantis, karena kebanyakan pria mengapresiasikan perasaannya kepada wanita yang ia kasihi menggunakan ornamen berwarna pink.

Warna apakah yang kamu sukai untuk membangkitkan mood? Seberapa banyak koleksi outfit yang kamu punya dengan warna-warna cerah Jika ingin koleksi lebih banyak lagi outfit warna cerah, kunjungi yuk gerai Transmart Dept Store, atau pesan aja langsung di sini.

Bradley Cooper Tak Keluar Rumah Berbulan-bulan Demi Lindungi Ibu dari Corona

 Pandemi virus Corona membuat Bradley Cooper tidak bisa kemana-mana. Sejak pemberlakuan lockdown di awal-awal tahun hingga sekarang, bintang film 'American Sniper' ini hampir tak pernah keluar rumah, kecuali untuk hal-hal penting.
Bradley sengaja mengurung diri di rumah demi melindungi ibunya yang sudah berusia senja. Seperti diketahui, virus Corona lebih berbahaya dan bisa mengancam nyawa orang tua atau usia paruh baya.

"Saya bersama putri dan ibu saya dan dua anjing saya, dan kami belum pernah keluar rumah. Ibu saya sebentar lagi berusia 80 tahun, dan dia ada pasang kantong kolostomi (kantong pengeluaran usus besar dari dalam dinding pencernaan), jadi saya tidak bisa membiarkan siapapun masuk rumah," ujar Bradley, seperti dikutip dari Female First.

Ketakutan aktor 45 tahun ini adalah jika dia menjadi OTG (orang tanpa gejala) dan menyebarkan virus ke penghuni rumah termasuk ibunya. Maka dari itu untuk menjaga keamanan keluarganya dia menahan diri pergi ke luar.

"Saya tidak bisa meninggalkan rumah, karena kalau sampai dia (ibu) tertular, berakhir sudah," kata mantan kekasih Irina Shayk ini.

Saat ini Bradley Cooper memang mengisolasi diri di rumah bersama putrinya, hasil hubungannya dengan Irina Shayk. Untuk mengatasi kebosanan sang anak yang masih kecil karena harus selalu di rumah, ia pun melakukan sejumlah aktivitas outdoor di halaman.

"Kami tinggal di townhouse kecil, untungnya ada halaman belakang. Jadi saya buka pre-school yang gurunya cuma satu. Kami bangun tidur, lalu ikut kelas renang di bak mandi," candanya.
https://kamumovie28.com/lights-out/

Rabu, 02 September 2020

RI Jadi Negara dengan Jumlah Kematian akibat COVID-19 Tertinggi di ASEAN

 Indonesia masih melaporkan penambahan kasus baru Corona yang cukup tinggi setiap harinya. Bahkan Indonesia beberapa kali mencetak rekor infeksi baru Corona harian terbanyak yakni lebih dari 3 ribu orang dalam 24 jam.
Di ASEAN, Indonesia menjadi negara tertinggi dengan kasus kematian Corona terbanyak tercatat pada hari Selasa (1/9/2020) ada penambahan kasus kematian sebanyak 88 kasus sehingga total menjadi 7.505 pasien Corona yang meninggal dunia.

Angka ini terlihat cukup jauh jika dibandingkan dengan Filipina sebagai negara ke dua dengan kasus kematian Corona terbanyak se Asia Tenggara. Ada sebanyak 3.597 kasus kematian pasien Corona di Filipina per 1 September 2020.

Dikutip dari laman Worldometer, Rabu (2/9/2020), berikut rincian kasus Corona se-ASEAN:

1. Indonesia
Positif: 177,571
Meninggal: 7,505
Sembuh: 128,057

2. Filipina
Positif: 224.264
Meninggal: 3.597
Sembuh: 158.012

3. Malaysia
Positif: 9.352
Meninggal: 128
Sembuh: 9.075

4. Thailand
Positif: 3.417
Meninggal: 58
Sembuh: 3.274

5. Vietnam
Positif: 1.044
Meninggal: 34
Sembuh: 735

6. Singapura
Positif: 56.852
Meninggal: 27
Sembuh: 55.749

7. Brunei Darussalam
Positif: 144
Meninggal: 3
Sembuh: 139

8. Kamboja
Positif: 274
Meninggal: 0
Sembuh: 266

9. Laos
Positif: 22
Meninggal: 0
Sembuh: 21

10. Myanmar
Positif: 919
Meninggal: 6
Sembuh: 357

Studi Baru Temukan Antibodi Corona Bisa Bertahan 4 Bulan Setelah Sembuh

 Sebuah penelitian baru mengungkap tingkat antibodi terhadap virus Corona meningkat dan bertahan hingga lebih empat bulan pada pasien COVID-19 yang pulih.
Dalam penelitian sebelumnya, tingkat antibodi menurun drastis dalam beberapa bulan setelah sembuh dari Corona sehingga menimbulkan pertanyaan tentang durasi imunitas atau kekebalan setelah pulih dari penyakit tersebut.

"Temuan baru ini mungkin berimplikasi pada risiko reinfeksi dan ketahanan vaksin," kata Kari Stefansson, kepada eksekutif deCode Genetics yang melakukan penelitian tersebut dikutip dari Reuters.

Studi yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine ini dilakukan pada subjek di Islandia. Untuk mengetahui berapa banyak orang di Islandia yang telah terinfeksi virus corona dan mempelajari tentang kekebalan setelah pemulihan, peneliti mengukur tingkat antibodi pada lebih dari 30 ribu orang Islandia.

Berdasarkan hasil, mereka memperkirakan sekitar 1 persen populasi telah terinfeksi. Dari kelompok itu, 56 persen telah menerima diagnosis yang dikonfirmasi setelah tes laboratorium PCR. Sebanyak 14 persen lainnya belum didiagnosis secara resmi tetapi dikarantina setelah terpapar virus. Pada 30 persen sisanya, tes antibodi mengarah pada penemuan infeksi sebelumnya.

Di antara 1.215 orang dengan infeksi Corona yang dikonfirmasi oleh PCR, 91 persen memiliki tingkat antibodi yang meningkat selama dua bulan pertama setelah diagnosis dan kemudian stabil.

Hanya saja penelitian ini memiliki kekurangan karena hanya berfokus pada satu populasi di sebuah negara sehingga temuannya mungkin tidak sama di belahan dunia lain dengan populasi beragam.

"Namun, penelitian tersebut menunjukkan bagaimana tes antibodi yang cermat dapat menentukan prevalensi infeksi yang sebenarnya," kata Stefansson.

Sebuah editorial yang menyertai penelitian tersebut memperingatkan bahwa masih belum diketahui secara pasti apakah antibodi pasien yang pulih akan melindungi mereka dari infeksi ulang.
https://cinemamovie28.com/call-boy-2/