Senin, 17 Agustus 2020

Sering Tak Terdeteksi, Kenali Gejala dan Pencegahan Ranker Paru

 Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2018 sebanyak 9,6 juta orang di dunia meninggal dunia akibat penyakit kanker. Di Indonesia sendiri pengidap kanker paru sudah meningkat sekitar 10 kali lipat dibandingkan tahun 2010.
Pengidap kanker paru yang meninggal tercatat sebanyak 2,09 juta jiwa. Penyebab penyakit kanker paru tidak hanya akibat merokok, tetapi ada faktor lain seperti polusi jangka panjang, bahan kimia, bahkan faktor genetik.

"Jika ada benjolan di paru walaupun sebesar bola pingpong tidak akan terasa oleh penderitanya," jelasnyaKebanyakan pengidap kanker paru tidak dapat merasakan gejala awal dan baru mengetahui penyakitnya setelah berada di stadium lanjut. Karena memang kanker paru adalah peenyakit yang sulit untuk dideteksi. Menurut dr. Elisna Syahruddin, Ph.D., Sp.P(K) Pulmonologis di Rs. Persahabatan, bahwa hal ini terjadi kanker paru berbeda dengan kanker lainnya seperti kanker kulit yang mudah terlihat.

Untuk itu ketahuilah beberapa gejala awal kanker paru berikut.
- Batuk dalam jangka waktu lama
- Batuk berdarah
- Sesak napas saat aktivitas normal
- Nyeri dada.

Dan jika kanker telah menyebar ke organ tubuh lain ada juga gejala seperti kehilangan berat badan, nyeri pada tulang, sakit kepala yang tidak kunjung hilang, atau bahkan lumpuh.

dr. Elisna Syahruddin, Ph.D., Sp.P(K) mengatakan ada beberapa cara untuk mencegah kanker paru, antara lain:

- Hindari asap rokok dimanapun berada
- Jangan pernah mulai merokok, dan
- Jika sudah menjadi perokok maka berhenti.

Selain itu ada berbagai macam pengobatan yang bisa dilakukan dalam kanker paru, yaitu operasi pengangkatan kanker, kemoterapi, radioterapi, dan imunoterapi yang nerupakan jenis pengobatan baru dalam kanker paru.

Ketahuilah gejala kanker sejak awal agar Anda dapat mengobatinya sebelum terlambat, selain itu hindari lah faktor penyebab kanker paru seperti paparan rokok. Hal ini akab baik untuk Anda dan juga orang di sekitar Anda.

Suka Sarapan Bubur Kacang Hijau? Ini Manfaatnya

 Ada berbagai macam menu sarapan, mulai dari susu, roti, nasi, bubur ayam, bahkan bubur kacang hijau. Bubur kacang hijau memang nikmat disantap saat memulai hari sebelum beraktivitas.
Kacang hijau mengandung vitamin, mineral, dan enzim yang bermanfaat bagi tubuh, sehingga baik untuk orang yang sedang program diet.

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 100 gram kacang hijau rebus mengandung 7,02 gram protein, 19,15 gram karbohidrat, termasuk 2 gram gula, 7,60 gram serat makanan. Kacang hijau juga merupakan sumber vitamin B yang baik yang diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh dan menjaga kesehatan otak.

Secara khusus, kacang hijau adalah sumber vitamin B-9 yang sangat baik. Kacang hijau dikenal sebagai folat. Folat sangat penting sebelum dan selama kehamilan.

Dikutip dari Medical News Today, berikut ini manfaat yang didapat dari sarapan kacang hijau.

1. Kaya vitamin C
Dengan mengkonsumsi satu mangkuk bubur kacang hijau sudah memenuhi sekitar seperempat dari kebutuhan vitamin C harian tubuh. Ini bisa membantu imunitas lebih kuat dan menjaga kesehatan sel-sel tubuh dan saraf.

2. Baik untuk jantung
Selain vitamin C, ada juga vitamin A, zat besi, fosfor, magnesium, kalium, serta potasium yang bisa menyehatkan pembuluh darah. Kacang hijau juga mengandung antioksidan seperti flavonoid dan rendah kolesterol yang bisa mencegah terjadinya penggumpalan darah, sehingga jantung bisa terhindar dari berbagai penyakit.

3. Bikin mata sehat
Bukan hanya wortel, ternyata kacang hijau juga baik untuk mata. Adanya kandungan karotenoid yang tinggi dalam kacang hijau bisa mencegah terjadinya degenerasi makula, atau menurunnya kondisi penglihatan. Hal itu sering terjadi pada usia lansia, tapi bisa saja terjadi di usia-usia muda.

Selain itu, kacang ini juga tinggi kandungan lutein dan zeaxanthin yang bisa menyehatkan saraf dan otot-otot di mata.

4. Cegah anemia
Kandungan zat besi yang ada di dalam kacang hijau bisa mencegah masalah anemia atau kurang darah. Jika itu terjadi, bisa membuat kurang berenergi, lemah, sulit berkonsentrasi, dan akhirnya mengganggu aktivitas.

5. Membantu proses detoksifikasi
Berdasarkan penelitian di Journal Medicine of Healthy Food, kacang hijau bisa membantu proses detoksifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh. Ini juga bisa meningkatkan kinerja hati dan ginjal agar tubuh tidak gampang terserang penyakit.
https://nonton08.com/ouija-seance-the-final-game/

Mengenal Third Hand Smoke, Residu Rokok yang Bisa Nempel Lama di Baju

Banyak orang berpikir bahwa merokok di dalam ruangan kosong tidak akan membahayakan. Padahal ini merupakan pemikiran yang salah karena meskipun seseorang merokok di dalam ruangan yang tidak terdapat orang, hal tersebut tidak lantas menghilangkan bahaya dari asap rokok. Mengapa?
Karena asap rokok bisa menjadi Third Hand Smoke. Selama ini orang-orang hanya mengenal perokok aktif dan perokok pasif (Second Hand Smoke) tapi mereka lupa bahwa asap rokok juga dapat membahayakan perokok pasif dengan Third Hand Smoke.

Apa itu Third Hand Smoke? Third Hand Smoke (THS) adalah zat-zat berbahaya atau residu racun dari asap rokok yang tidak terlihat dan menempel pada barang-barang yang ada di sekitarnya, termasuk rambut dan pakaian Anda.

THS berbahaya karena bahan kimia yang tersisa dari pembakaran rokok menempel pada benda-benda yang ada di ruangan merokok, zat-zat beracun yang terdapat dalam THS, 11 di antaranya bersifat karsinogen (zat penyebab kanker).

Beberapa zat beracun yang ditemukan menempel di permukaan adalah nikotin, sianida, arsenik, butana, radioactive polonium-210, dan timah hitam. Selain itu THS yang menempel di permukaan benda atau terdapat di suatu ruangan dapat bercampur dengan bahan kimia lain di area tersebut.

Seseorang dapat terpapar Third Hand Smoke dengan menghirupnya, menelan (melalui makanan atau memasukkan jari yang terpapar ke dalam mulut seperti yang dilakukan bayi), dan penyerapan melalui kulit.

Risiko dari Third Hand Smoke bagi kesehatan hampir sama dengan Second Hand Smoke, seperti kanker paru, TBC (tuberculosis), dan risiko dari paparan THS lebih berbahaya bagi anak kecil atau bayi dibandingkan orang dewasa. Alasannya, bayi dan anak-anak lebih sering memasukkan tangan mereka ke mulut, mengambil, dan memakan benda-benda yang terkontaminasi THS. Maka timbul kekhawatiran, bila anak mengalami kontak dengan THS terlalu lama, ia cenderung berisiko mengalami gangguan neurologis lebih serius.

Untuk itu bila Anda seorang perokok cobalah mencari tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan bila Anda bukan perokok hindarilah ruangan yang sering terkena asap rokok.

Sering Tak Terdeteksi, Kenali Gejala dan Pencegahan Ranker Paru

 Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2018 sebanyak 9,6 juta orang di dunia meninggal dunia akibat penyakit kanker. Di Indonesia sendiri pengidap kanker paru sudah meningkat sekitar 10 kali lipat dibandingkan tahun 2010.
Pengidap kanker paru yang meninggal tercatat sebanyak 2,09 juta jiwa. Penyebab penyakit kanker paru tidak hanya akibat merokok, tetapi ada faktor lain seperti polusi jangka panjang, bahan kimia, bahkan faktor genetik.

"Jika ada benjolan di paru walaupun sebesar bola pingpong tidak akan terasa oleh penderitanya," jelasnyaKebanyakan pengidap kanker paru tidak dapat merasakan gejala awal dan baru mengetahui penyakitnya setelah berada di stadium lanjut. Karena memang kanker paru adalah peenyakit yang sulit untuk dideteksi. Menurut dr. Elisna Syahruddin, Ph.D., Sp.P(K) Pulmonologis di Rs. Persahabatan, bahwa hal ini terjadi kanker paru berbeda dengan kanker lainnya seperti kanker kulit yang mudah terlihat.

Untuk itu ketahuilah beberapa gejala awal kanker paru berikut.
- Batuk dalam jangka waktu lama
- Batuk berdarah
- Sesak napas saat aktivitas normal
- Nyeri dada.

Dan jika kanker telah menyebar ke organ tubuh lain ada juga gejala seperti kehilangan berat badan, nyeri pada tulang, sakit kepala yang tidak kunjung hilang, atau bahkan lumpuh.

dr. Elisna Syahruddin, Ph.D., Sp.P(K) mengatakan ada beberapa cara untuk mencegah kanker paru, antara lain:

- Hindari asap rokok dimanapun berada
- Jangan pernah mulai merokok, dan
- Jika sudah menjadi perokok maka berhenti.

Selain itu ada berbagai macam pengobatan yang bisa dilakukan dalam kanker paru, yaitu operasi pengangkatan kanker, kemoterapi, radioterapi, dan imunoterapi yang nerupakan jenis pengobatan baru dalam kanker paru.

Ketahuilah gejala kanker sejak awal agar Anda dapat mengobatinya sebelum terlambat, selain itu hindari lah faktor penyebab kanker paru seperti paparan rokok. Hal ini akab baik untuk Anda dan juga orang di sekitar Anda.
https://nonton08.com/doraemon-nobitas-great-adventure-in-the-antarctic-kachi-kochi/