Jumat, 10 Juli 2020

Gaet Ericsson dan Huawei, Indosat Operasikan Digital Secara Menyeluruh

 Dengan menjalin kemitraan dengan Ericsson dan Huawei, Indosat Ooredoo melakukan transformasi menuju Model Operasi Digital secara menyeluruh. Kolaborasi ini diharapkan membuat Indosat lebih mampu mengembangkan teknologi digital untuk pelanggannya.
Melalui transformasi ini, operator seluler yang identik warna kuning merah itu menerapkan pengoperasian digital yang menggabungkan pengembangan terbaru dalam analisis, otomasi, kecerdasan buatan, dan prediksi kemampuan untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan peningkatan jaringan secara signifikan pada tahun lalu. Saat ini, dengan model operasi digital baru, Indosat Ooredoo akan membangun operasional jaringan yang efisien dan sepenuhnya otomatis, melalui teknologi seperti AI, Predictability Fault, Data Driven Analytics & platform Machine Learning.

"Hal ini akan membuat kami lebih fokus pada perbaikan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Kami telah mencapai ketepatan waktu dengan eksekusi yang baik walaupun di tengah tantangan pandemi COVID-19 dan kami yakin model baru ini akan membantu Indosat Ooredoo dalam mengelola tuntutan dan harapan pelanggan yang semakin meningkat," tutur Al-Neama dalam keterangan tertulisnya.

Disebutkan, kolaborasi dengan Ericsson dan Huawei berkontribusi pada pengembangan ekosistem baru yang menciptakan banyak peluang kerja, serta meningkatkan kemampuan seluruh tenaga kerja melalui program transfer pengetahuan yang intensif.

Selain ini, kemitraan dengan mitra global ini untuk mendukung pengembangan teknologi digital bagi pengalaman pelanggan yang lebih baik menggunakan layanan telekomunikasi. Indosat Ooredoo juga mengatakan kerja sama ini sebagai kontribusi bagi peningkatan ekonomi digital Indonesia di masa yang akan datang.

Apple Tawarkan Kursus Coding Gratis Untuk Guru

 Dalam membantu memajukan pendidikan ilmu komputer di Amerika Serikat, Apple meluncurkan kursus coding tanpa biaya alias gratis yang ditujukan untuk para guru.
Kursus ini ditawarkan melalui Develop in Swift, sebuah program coding pendidikan Apple yang ditujukan untuk siswa sekolah menengah dan universitas.

"Kursus ini dirancang untuk melengkapi kebutuhan pendidik ilmu komputer di AS, dan membantu instruktur dari semua tingkat keterampilan membangun pengetahuan dasar untuk mengajarkan pengembangan aplikasi dengan Swift," tulis Apple yang dikutip detikINET dari Engadget.

Apple juga telah memperbarui kurikulum Develop in Swift dan Everyone can Code dan menambahkan sumber daya baru untuk tenaga pengajar dan orangtua.

Kedua program sekarang termasuk buku-buku baru yang tersedia secara gratis di Apple Books. Pelajaran akan mengajarkan siswa dengan konsep pemrograman penting yang digunakan dalam pengembangan aplikasi.

Orang tua dapat menemukan panduan baru "Quick Start to Code", yang mencakup 10 tantangan coding yang dirancang untuk siswa berusia 10 tahun ke atas. Itu di samping situs web Apple Learning from Home diluncurkan musim semi ini, dan Apple Education Learning Series-nya.
https://nonton08.com/bodom/

Android 10 Rambah 100 Juta Perangkat dalam 5 Bulan

- Google sejak lama kesulitan menyebar update Android versi terbaru secara tepat waktu kepada semua vendor ponsel. Tapi sepertinya Google mulai melihat perubahan yang berarti sejak peluncuran Android 10.
Menurut data Google, Android 10 merupakan versi Android dengan tingkat adopsi yang paling cepat. Dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (10/7/2020) Android 10 telah diinstal di 100 juta perangkat dalam waktu lima bulan sejak diluncurkan pada Agutus 2019.

Angka ini menunjukkan tingkat adopsi yang 28% lebih cepat dibanding waktu yang diperlukan Android Pie untuk menjangkau jumlah perangkat yang sama. Tapi Google tidak menjabarkan berapa persen perangkat yang telah menjalankan Android 10 dibanding versi lainnya.

Android mungkin masih menjadi sistem operasi mobile terbesar di dunia, tapi setiap ada Android versi baru mereka selalu kewalahan untuk membawanya ke semua ponsel secara cepat. Hal ini disebut industri sebagai fragmentasi, karena vendor ponsel dan operator seluler juga bisa memperlambat proses.

Masalah ini juga semakin terlihat ketika dibandingkan dengan pencapaian Apple saat menyebarkan iOS terbaru. Saat ini, 81% iPhone sudah menjalankan iOS 13 sejak diluncurkan pada September lalu.

Salah satu faktor yang membuat Google bisa mempercepat adopsi Android 10 adalah inisiatif seperti Project Treble dan Project Mainline yang bisa memudahkan vendor, operator bahkan produsen chipset untuk menghadirkan update terbaru.

Google juga mengandalkan tools yang bernama Google Play Services untuk mengeluarkan update dengan lebih cepat. Tools ini bisa membantu Google menghadapi masalah fragmentasi dengan meluncurkan update secara langsung, tanpa persetujuan dari vendor dan operator.

Google Play Services biasanya digunakan perusahaan yang berbasis di Mountain View ini untuk mengeluarkan update untuk aplikasi buatannya sepeti Gmail dan Maps.

Google saat ini sedang menyiapkan peluncuran sistem operasi generasi terbaru, Android 11. Saat ini Android 11 sedang memasuki masa uji coba beta publik dan kemungkinan diluncurkan pada musim gugur mendatang.

Gaet Ericsson dan Huawei, Indosat Operasikan Digital Secara Menyeluruh

 Dengan menjalin kemitraan dengan Ericsson dan Huawei, Indosat Ooredoo melakukan transformasi menuju Model Operasi Digital secara menyeluruh. Kolaborasi ini diharapkan membuat Indosat lebih mampu mengembangkan teknologi digital untuk pelanggannya.
Melalui transformasi ini, operator seluler yang identik warna kuning merah itu menerapkan pengoperasian digital yang menggabungkan pengembangan terbaru dalam analisis, otomasi, kecerdasan buatan, dan prediksi kemampuan untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan peningkatan jaringan secara signifikan pada tahun lalu. Saat ini, dengan model operasi digital baru, Indosat Ooredoo akan membangun operasional jaringan yang efisien dan sepenuhnya otomatis, melalui teknologi seperti AI, Predictability Fault, Data Driven Analytics & platform Machine Learning.

"Hal ini akan membuat kami lebih fokus pada perbaikan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Kami telah mencapai ketepatan waktu dengan eksekusi yang baik walaupun di tengah tantangan pandemi COVID-19 dan kami yakin model baru ini akan membantu Indosat Ooredoo dalam mengelola tuntutan dan harapan pelanggan yang semakin meningkat," tutur Al-Neama dalam keterangan tertulisnya.

Disebutkan, kolaborasi dengan Ericsson dan Huawei berkontribusi pada pengembangan ekosistem baru yang menciptakan banyak peluang kerja, serta meningkatkan kemampuan seluruh tenaga kerja melalui program transfer pengetahuan yang intensif.

Selain ini, kemitraan dengan mitra global ini untuk mendukung pengembangan teknologi digital bagi pengalaman pelanggan yang lebih baik menggunakan layanan telekomunikasi. Indosat Ooredoo juga mengatakan kerja sama ini sebagai kontribusi bagi peningkatan ekonomi digital Indonesia di masa yang akan datang.
https://nonton08.com/botanical-books/