Jumat, 19 Juni 2020

Ada Pos Pemantauan di RSPI Sulianti Saroso, Bisa Cek Status Corona

Sebagai salah satu rujukan untuk pasien virus corona COVID-19, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso tidak hanya menyediakan gedung isolasi saja. RSPI juga menyediakan pos pemantauan COVID-19 selama 24 jam.
Pos ini sudah dibentuk sejak minggu ketika bulan Januari 2020 lalu. Namun, pendatang mulai melonjak saat Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan ada pasien positif yang dirawat di RSPI.

"Setelah itu terjadi, peningkatan sekitar 4 kali dari jumlah biasanya. Saya tidak bisa kasih tahu angka, tapi sebelumnya ada (hari) yang kosong," ujar Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSPI Sulianti Saroso Tiur Sani, di RSPI Prof dr Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (3/3) malam.

Pos pemantauan tersebut disediakan selama 24 jam dengan 3 shift penjagaan, pagi, sore, dan malam. Setiap shift disediakan sekitar 40-an petugas di dalamnya.

Saat masyarakat WNA maupun WNI datang, mereka akan mengisi form untuk mengetahui masuk kategori pemantauan atau pengawasan. Untuk jumlah pendatang tiap harinya tidak diketahui secara pasti.

"Ketika pasien dalam pengawasan, tim kamu akan menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak RSPI juga menghimbau untuk masyarakat yang mengalami gelas batuk bahkan punya riwayat bepergian ke negara yang terinfeksi untuk mengecek kesehatannya," jelasnya.

"Kami buka 24 jam dan ada juga hotline ke nomor rumah sakit kami atau bisa ke hp pemantauan 081298865558," pungkasnya.

9 Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Jantung

Penyakit jantung bisa terjadi pada siapa saja dan menyebabkan gangguan bagi kesehatan tubuh seseorang. Maka dari itu, pasien harus menaati makanan yang dilarang untuk penyakit jantung.
Ciri-ciri penyakit jantung biasanya terjadi nyeri pada bagian dada dan menjalar hingga ke bahu atau leher. Selain itu, rasa sakit ini juga diiringi dengan keringat dingin, napas sesak, dan jantung berdebar.

Pantangan makanan penyakit jantung koroner:
1. Pizza
Pizza menjadi makanan yang dilarang untuk penyakit jantung. Makanan ini mengandung sodium, lemak, dan kalori yang sangat tinggi sehingga berbahaya bagi kesehatan jantung.

2. Mie Instan
Lezatnya mie instan ternyata tidak cocok bagi pasien penyakit jantung. Ada beberapa kandungan yang justru tinggi dan berbahaya bagi kesehatan, seperti lemak, hingga beban glikemik.

3. Bakso
Bakso merupakan salah satu daging olahan yang enak. Tapi, bolehkah penderita jantung makan bakso? Jawabannya adalah tidak boleh.

Daging olahan apa saja mengandung tinggi garam, kalori, dan lemak jenuh. Dengan kandungan tersebut, serangan jantung akan lebih berisiko bagi pasiennya.

4. Kue
Ada beberapa jenis kue yang menjadi pantangan bagi pasien penyakit jantung, misalnya kukis dan muffin. Kue tersebut mengandung gula yang tinggi serta lemak jenuh dan lemak trans.

5. Kentang Goreng

Renyahnya kentang goreng ternyata tidak boleh dicicipi oleh pasien penyakit jantung. Pasalnya, kentang goreng mengandung banyak garam dan lemak dari minyak.

Bahkan, sebuah penelitian mencatat seseorang yang makan kentang goreng dua hingga tiga kali seminggu berisiko terkena serangan jantung.

6. Mie Telur
Mie telur juga menjadi salah satu makanan yang dilarang untuk penyakit jantung. Sebab, mie telur bila diolah dengan tambahan kolesterol bisa berbahaya.

Nah, mie telur dengan olahan yang baik dengan tambahan protein dan vitamin B bisa menjadi resep makanan untuk penyakit jantung.

7. Soda
Tak hanya makanan, soda juga memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Kandungan gula tersebut dapat berbahaya karena bisa memicu kegemukan bagi pasien penyakit jantung.

8. Keju
Kandungan keju penuh dengan lemak. Artinya, bagi pasien penyakit jantung tidak diperbolehkan mengonsumsi keju karena dapat berbahaya bagi kesehatan jantung.

9. Gorengan
Makanan yang dilarang untuk penyakit jantung terakhir adalah gorengan. Sebab, makanan ini mengandung tinggi lemak yang berasal dari minyak.

Adapun, lemak yang terdapat dalam gorengan bisa berbahaya bagi kesehatan jantung.
https://kamumovie28.com/boruto-episode-108-subtitle-indonesia/

Banyak Diburu karena Virus Corona, Seberapa Efektif Pakai Hand Sanitizer?

 Hand sanitizer jadi salah satu barang yang saat ini banyak diburu setelah masker. Hal ini karena adanya kasus virus corona baru yang terkonfirmasi positif di Indonesia.
Berdasarkan pantauan detikcom pada (3/3/2020), harga hand sanitizer di market place saja sudah mencapai 55 ribu rupiah hingga kisaran yang paling tinggi 200 ribu rupiah. Ditambah lagi, supermarket terdekat stoknya sudah semakin menipis.

Meski disebut bisa jaga tangan tetap bersih. Memangnya seberapa efektif sih menggunakan hand sanitizer untuk mencegah tertularnya virus?

Mengutip CDC, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, mencuci tangan dengan sabun dan air ternyata lebih direkomendasikan dibandingkan penggunaan hand sanitizer. Karena hal ini dapat mengurangi semua jenis kuman dan bahan kimia di tangan.

Tetapi jika memang sabun dan air tidak tersedia, menggunakan hand sanitizer dengan kandungan 60 persen alkohol dapat menjadi alternatif. Hand sanitizer berbasis alkohol dapat dengan cepat mengurangi jumlah mikroba di tangan dalam beberapa situasi, namun tidak menghilangkan semua jenis kuman.

Hal ini dikarenakan sabun dan air ternyata lebih efektif daripada hand sanitizer untuk menghilangkan beberapa jenis kuman, seperti Cryptosporidium, norovirus, dan Clostridium difficile1-5. Meskipun hand sanitizer berbahan dasar alkohol dapat menonaktifkan banyak jenis mikroba dengan sangat efektif ketika digunakan dengan benar, biasanya orang tidak akan menggunakan dengan jumlah yang cukup banyak. Hand sanitizer juga tidak akan terlalu efektif ketika tangan tampak kotor atau berminyak.

Ada Pos Pemantauan di RSPI Sulianti Saroso, Bisa Cek Status Corona

Sebagai salah satu rujukan untuk pasien virus corona COVID-19, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso tidak hanya menyediakan gedung isolasi saja. RSPI juga menyediakan pos pemantauan COVID-19 selama 24 jam.
Pos ini sudah dibentuk sejak minggu ketika bulan Januari 2020 lalu. Namun, pendatang mulai melonjak saat Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan ada pasien positif yang dirawat di RSPI.

"Setelah itu terjadi, peningkatan sekitar 4 kali dari jumlah biasanya. Saya tidak bisa kasih tahu angka, tapi sebelumnya ada (hari) yang kosong," ujar Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSPI Sulianti Saroso Tiur Sani, di RSPI Prof dr Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (3/3) malam.

Pos pemantauan tersebut disediakan selama 24 jam dengan 3 shift penjagaan, pagi, sore, dan malam. Setiap shift disediakan sekitar 40-an petugas di dalamnya.

Saat masyarakat WNA maupun WNI datang, mereka akan mengisi form untuk mengetahui masuk kategori pemantauan atau pengawasan. Untuk jumlah pendatang tiap harinya tidak diketahui secara pasti.

"Ketika pasien dalam pengawasan, tim kamu akan menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak RSPI juga menghimbau untuk masyarakat yang mengalami gelas batuk bahkan punya riwayat bepergian ke negara yang terinfeksi untuk mengecek kesehatannya," jelasnya.

"Kami buka 24 jam dan ada juga hotline ke nomor rumah sakit kami atau bisa ke hp pemantauan 081298865558," pungkasnya.
https://kamumovie28.com/hot-sex-club/