Kamis, 18 Juni 2020

Identitas Virus Corona di Indonesia Terungkap, Samakah dengan Virus di Wuhan?

 Hingga saat ini total kasus Corona di Indonesia sudah mencapai 41 ribu kasus. Terakhir penambahan kasus Corona masih menyentuh angka seribu, seperti apa sih identitas virus Corona di Indonesia?
Ahli virologi Universitas Udayana Prof Ngurah Mahardika menjelaskan jenis virus Corona di Indonesia tidak berbeda jauh dengan di Wuhan. Ada beberapa perbedaan tetapi tidak membuat virus Corona di Indonesia kemudian menjadi ganas.

"Kita lihat bahwa ada beberapa virus yang bahkan persis dengan Wuhan, ada yang beda tetapi tidak banyak," jelasnya di siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube Kamis (18/6/2020).

"Tetapi virus di Indonesia agak berbeda dengan Wuhan tetapi tidak pada reseptor pada binding site. Kalau berubah di binding site-nya berarti virus ini (Corona) ganas kemudian antibodi tidak berperan dan sebagainya," lanjutnya.

Prof Ngurah menjelaskan artinya virus Corona di Indonesia tidak berubah menjadi ganas. Namun Prof Ngurah mengimbau agar masyarakat Indonesia tetap mematuhi protokol kesehatan demi menghindari virus Corona di Indonesia bermutasi menjadi lebih ganas.

"Iya supaya tidak bermutasi patuhi protokol aman COVID-19. Setiap orang punya tugas untuk membuat virus ini tidak begitu bebas bermutasi dengan perilaku yang aman COVID-19," pungkasnya.

Nekat Datang ke Acara Ultah di Klub Malam, 16 Remaja Positif Corona

Sekelompok remaja dinyatakan positif virus Corona setelah mengunjungi klub malam di Florida, Amerika Serikat, yang baru dibuka. Sebanyak 16 orang remaja tersebut mengaku datang ke bar untuk merayakan ulang tahun rekannya.
"Tidak ada yang pakai masker. Berada di sana, kami tahu kami berisiko," kata Kat Layton, salah satu di antara remaja tersebut kepada CNN International.

Mereka tidak tahu dari siapa virus tersebut berasal. Sekelompok remaja ini mengaku nekat mendatangi tempat umum setelah mendengar informasi dari gubernur dan walikota bahwa penularan Corona di daerahnya melandai. Sayangnya setelah beberapa hari, mereka mulai sakit.

"Aku menerima pesan. Satu teman saya positif, kemudian teman lainnya, dan yang lainnya juga. Itu benar-benar mengerikan."

Setelahnya petugas kesehatan menyatakan seluruh orang di kelompok itu positif Corona meski beberapa hanya mengalami gejala ringan. Sejak itu mereka juga mendapatkan beberapa pesan dari orang-orang yang mendatangi bar di hari yang sama dan kemudian terinfeksi COVID-19.

"Aku merasa bodoh. Ini cepat sekali," ujar Layton.

Florida merupakan salah satu wilayah di Amerika Serikat yang membuka lockdown dan melonggarkan pembatasan karena menganggap kurva penularan sudah menurun. Namun Departemen Kesehatan Florida mencatat tetap ada kasus baru yang terjadi di wilayah itu.

Ilmuwan Israel Temukan Masker yang Diklaim Bisa Bunuh Virus Corona

 Baru-baru ini peneliti di Israel mengklaim telah menemukan masker yang dapat digunakan berulang kali. Masker ini juga diklaim dapat membunuh virus Corona dengan panas dari pengisi daya ponsel.
Dikutip dari NBC News, Profesor Yaur Ein Eli selaku kepala peneliti dari Technion University Haifa mengatakan masker ini memiliki portabel USB dengan listrik, melalui charger standar ponsel yang akan memanaskan lapisan serat karbon hingga 158 derajat celcius.

Sebelumnya, Profesor Yaur Ein Eli mengatakan bahwa masker sekali pakai secara global sangat tidak ekonomis dan ramah lingkungan.

"Ini cara kami untuk menemukan solusi dengan membuat masker yang dapat digunakan kembali dan ramah lingkungan," katanya.

Proses membersihkan masker pun memakan waktu hingga 30 menit. Namun penggunanya tidak boleh memakai masker tersebut saat sedang diisi daya.

Masker tersebut terlihat seperti masker wajah N95 standar, dengan katup di bagian depan dan karet untuk menahannya di sekitar kepala. Para peneliti mengajukan paten untuk masker ini di Amerika Serikat (AS) pada akhir Maret dan mengatakan mereka sedang mendiskusikan menjual produknya dengan sektor swasta.
https://nonton08.com/cast/chester-rushing/

Selain Makan, Ini 3 Kebiasaan yang Bantu Tingkatkan Stamina

Meningkatkan stamina sangat erat kaitannya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat. Sebab karbohidrat merupakan sumber energi yang membantu manusia menjalani aktivitasnya dengan lancar.
Menurut Medical Manager Divisi Kalbe Consumer Health PT Kalbe Farma TBK, dr Helmin Agustina Silalahi, untuk bisa beraktivitas dengan baik diperlukan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral) yang bisa diperoleh dari asupan makanan sehari-hari atau dapat dipenuhi dengan tambahan suplemen.

"Karbohidrat merupakan makronutrien yang merupakan sumber energi utama dalam tubuh. Energi sebagai bahan baku utama yang akan membantu menjaga stamina, jadi peranan karbohidrat sangat penting untuk mendukung stamina," ujarnya baru-baru ini kepada detikcom.

Di era new normal ini, selain memperhatikan pola makan, ternyata ada beberapa hal lain yang tak boleh dilewatkan yang bisa membantu meningkatkan stamina seperti dilansir dari Healthline berikut ini.

1. Rutin berolahraga

Olahraga yang konsisten akan membantu membangun stamina Anda. Hasil studi pada 2017 menunjukkan bahwa peserta yang mengalami kelelahan akibat pekerjaan, setelah 6 minggu menjalani olahraga yang rutin mereka mampu meningkatkan kemampuan kerja, kualitas tidur, dan fungsi kognitif.

2. Melakukan yoga

Yoga berperan untuk meningkatkan stamina dan kemampuan mengatasi stres. Studi pada 2016 menyebutkan bahwa 27 mahasiswa kedokteran menghadiri kelas yoga selama 6 minggu dan berhasil meningkatkan daya tahan tubuh, lebih sedikit kelelahan, dan mengontrol tingkat stres dengan lebih baik.

3. Mendengarkan musik

Mendengarkan musik juga dapat meningkatkan efisiensi jantung Anda. 30 peserta ambil bagian dalam sebuah studi dan menunjukkan detak jantungnya lebih rendah saat tidak mendengarkan musik saat berolahraga.

"Saat kelelahan terjadi, seseorang merasa tidak ada energi sehingga tidak ada keinginan untuk beraktivitas sehingga tidak mungkin bisa produktif," paparnya.

Dengan stamina terjaga, keseharian selama new normal dapat tetap dijalani. Selain ketiga aktivitas tersebut, untuk meningkatkan stamina tubuh Anda juga bisa mengonsumsi Fatigon Spirit saat pagi hari untuk bantu memulai hari dan Fatigon Multivitamin saat setelah beraktivitas seharian untuk memulihkan kembali energi yang hilang.

Fatigon Spirit dan Fatigon Multivitamin mengandung multivitamin seperti vitamin B1, B6, dan B12, serta mineral agar aktivitas selama new normal dapat dijalani dengan lancar.

Identitas Virus Corona di Indonesia Terungkap, Samakah dengan Virus di Wuhan?

 Hingga saat ini total kasus Corona di Indonesia sudah mencapai 41 ribu kasus. Terakhir penambahan kasus Corona masih menyentuh angka seribu, seperti apa sih identitas virus Corona di Indonesia?
Ahli virologi Universitas Udayana Prof Ngurah Mahardika menjelaskan jenis virus Corona di Indonesia tidak berbeda jauh dengan di Wuhan. Ada beberapa perbedaan tetapi tidak membuat virus Corona di Indonesia kemudian menjadi ganas.

"Kita lihat bahwa ada beberapa virus yang bahkan persis dengan Wuhan, ada yang beda tetapi tidak banyak," jelasnya di siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube Kamis (18/6/2020).

"Tetapi virus di Indonesia agak berbeda dengan Wuhan tetapi tidak pada reseptor pada binding site. Kalau berubah di binding site-nya berarti virus ini (Corona) ganas kemudian antibodi tidak berperan dan sebagainya," lanjutnya.

Prof Ngurah menjelaskan artinya virus Corona di Indonesia tidak berubah menjadi ganas. Namun Prof Ngurah mengimbau agar masyarakat Indonesia tetap mematuhi protokol kesehatan demi menghindari virus Corona di Indonesia bermutasi menjadi lebih ganas.

"Iya supaya tidak bermutasi patuhi protokol aman COVID-19. Setiap orang punya tugas untuk membuat virus ini tidak begitu bebas bermutasi dengan perilaku yang aman COVID-19," pungkasnya.
https://nonton08.com/cast/nikita-pavlenko/