Minggu, 14 Juni 2020

Samsung Jadi Penyelamat Chip Buatan Huawei?

Setelah pesanan chipnya ditolak Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), nasib chip buatan Huawei tampaknya bakal diselamatkan oleh Samsung. Begini penjelasannya.
TSMC terpaksa menolak pesanan chip HiSilicon itu karena pemerintah Amerika Serikat menerapkan aturan impor baru, yang melarang perusahaan pengguna mesin dan teknologi buatan AS untuk berbisnis dengan Huawei, sekalipun perusahaan tersebut bukan asal AS.

Padahal anak usaha Huawei yang bernama HiSilicon bergantung pada TSMC untuk memproduksi chipnya, termasuk chip bermacam seri chip Kirin yang dipakai di ponsel buatan Huawei, dan tentunya chip yang dipakai di berbagai perangkat jaringan mereka.

Untungnya, Samsung tak seperti TSMC, mereka punya sejumlah lini produksi yang memakai teknologi pembuat chip dari Jepang dan Eropa untuk memproduksi chip 7nm, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Minggu (14/6/2020).

Saat ini Samsung dan Huawei dikabarkan tengah berdiskusi untuk membicarakan kemungkinan pembuatan chip untuk perangkat jaringan 5G buatan Huawei. Saat ini Huawei memang sudah punya kontrak untuk memproduksi 600 ribu BTS 5G yang menggunakan chip HiSilicon yang seharusnya dibuat oleh TSMC.

Tak cuma Samsung, Huawei pun disebut sudah menyerahkan sejumlah pesanan chipnya ke SMIC, perusahaan pembuat chip asal China. Namun sayangnya teknologi pembuatan chip buatan SMIC masih tertahan di 14nm, jauh dari TSMC.

SMIC berencana meningkatkan untuk meningkatkan kemampuan produksinya ke chip 7nm pada akhir 2020 ini. Namun untuk mewujudkan rencana itu mereka juga harus mendapat lisensi dari AS.

China Dinilai Sulit Balas Dendam Lewat Apple

Tekanan terus menerus yang dihadapi Huawei dari pemerintah Amerika Serikat membuat China ingin melakukan perhitungan. Apple yang banyak bergantung ke Negeri Tirai Bambu kemungkinan jadi sasaran, tapi hal itu dinilai sulit dilakukan.
Dikutip detikINET dari CNBC, itu karena Apple punya hubungan baik dengan Beijing. Selain itu melalui mitra manufaktur seperti Foxconn, Apple membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan. Jika Apple dilumpuhkan, akibatnya bagi ekonomi China pun bisa runyam.

Seperti diberitakan sebelumnya, media pemerintah China, Global Times, bahkan memberitakan terang-terangan bahwa sasaran China adalah Apple. Disebutkan bahwa perusahaan AS seperti Apple akan diinvestigasi dan akan mendapat pembatasan tertentu.

Dikatakan bahwa Apple dan juga perusahaan teknologi lain semacam Qualcomm dan Cisco sangat bergantung pada pasar China. Perusahaan-perusahaan AS itu akan terus diperiksa. Akan tetapi bisa jadi hal itu hanya gertakan.

Pasalnya jika terjadi apa-apa, Apple bisa saja merelokasi pabrik ke negara seperti Vietnam atau India. Tahun silam, Apple sudah uji coba produksi Airpods di Vietnam. Mereka juga pernah menyarankan para pemasok komponen memindahkan 15 sampai 30% produksi dari China ke Asia Tenggara.

"China sudah merasakan ancaman di mana perusahaan semacam Apple ingin mendiversifikasi basis manufakturnya," kata Neil Shah, Direktur Riset Counterpoint Research.

"Jadi akan runyam jika China menyasar Apple dan juga secara tidak langsung Foxconn, karena malah akan mempercepat perpindahan manufaktur keluar China," tambahnya.

"Apple punya kontribusi besar sekali secara langsung ataupun tidak langsung kepada ekonomi China. Jadi Beijing akan berpikir dua kali sebelum mengincar Apple," pungkas Shah.

Pilu Remaja Diperkosa 7 Pria, Masuk RSJ hingga Meninggal Dunia

Seorang remaja berusia 16 tahun diperkosa secara bergilir oleh 7 orang laki-laki di Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Setelah kejadian itu, korban jatuh sakit hingga meninggal dunia.
Kapolsek Pagedangan AKP Efri mengatakan bahwa pihaknya telah menangkap 4 dari 7 pelaku. Tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

"Pelaku baru kami tangkap empat (orang), yang tiga lagi dalam pengejaran. Yang empat itu salah satunya yang mengaku sebagai pacar korban," kata Kapolsek Pagedangan AKP Efri saat ditemui detikcom di kantornya, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (13/6/2020).

Empat pelaku yang telah ditangkap adalah F alias Cedem, S alis Jisung, DE alias Boby, dan A alias Anjay. Sedangkan tiga pelaku lainnya yang masih diburu adalah R, DO, dan DI.

Diawali ketika korban bertemu dan menjalin hubungan asmara dengan salah seorang pelaku berinsial F hanya lewat media sosial Facebook. Keduanya baru saling kenal selama sepekan dan belum pernah bertemu sebelumnya. Namun, pada tanggal 18 April 2020, keduanya sepakat untuk bertemu di sebuah rumah di daerah Cihuni, Pagedanga, Kabupaten Tangerang.

"Intinya mereka baru kenal seminggu. Kalau kejadian pemerkosaan kan tanggal 18 April 2020 lalu. Tapi, sebelumnya mereka baru kenal seminggu doang," kata Efri.

Kanit Reskrim Polsek Pagedangan, Ipda Margana menyebutkan, pelaku F mengajak enam temannya untuk ikut serta pada pertemuan dengan korban tersebut. Pada pertemuan tanggal 18 April tersebut, tersangka F kemudian memberikan korban tiga butir pil eximer.

Akibatnya, korban kehilangan kesadaran. Saat itulah para pelaku secara bergiliran menyetubuhi korban.

"Tersangka F tadi kemudian memberikan pil eximer tiga butir kemudian melakukan persetubuhan. Setelah satu itu selesai, kemudian yang lain bergiliran. Jadi, setelah satu sedang lagi melakukan persetubuhan, yang lainnya antre di luar," ujarnya.

Setelah kejadian itu, korban sempat menceritakan kejadian yang menimpanya kepada keluarganya. Hingga akhirnya korban jatuh sakit. Korban saat itu mengalami perubahan fisik dan psikis.

"Keluarganya bilang ngomongnya pelo (cadel) ya, jadi diem. Jalannya miring-miring. Nggak ada aktifitas. Makanya kita juga enggak bisa, belum bisa ngaitin kematian korban, apakah dari eximer tadi atau persetubuhan atau yang lain. Karena kita tau juga jeda waktunya satu bulan lebih. Selama itu juga nggak ada laporan spesifik sakitnya apa. Bilangnya sakit-sakit aja," tutur Margana.

Selanjutnya pihak keluarga baru membawa korban menjalani perawatan. Sejak tanggal 26 Mei 2020 hingga 9 Juni, korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Khusus Jiwa Darma Graha Serpong.

"Nah, pas tanggal 9 Juni kondisi korban belum sehat betul tapi kemudian dibawa pulang sama keluarganya. Lalu kenapa dibawa ke rumah sakit jiwa? Karena keluarganya melihat indikasi trauma ya," sebut Margana.

Namun dua hari kemudian, korban kemudian mengembuskan napas terakhir pada tanggal 11 Juni. Esok harinya korban kemudian dimakamkan. Margana juga menyebutkan baru di tanggal 12 Juni tersebut, pihak keluarga melaporkan kasus yang menimpa korban ke Polsek Pagedangan.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Polisi mengatakan sudah ada empat pelaku yang berhasil diamankan.
https://indomovie28.net/shingeki-no-kyojin-season-3-part-2-episode-6-subtitle-indonesia-2/