Sabtu, 06 Juni 2020

Tangisan Warga Peru yang Kekurangan Tabung Oksigen untuk Pasien Corona

Peru menghadapi masalah krisis tabung oksigen di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Akibatnya banyak pasien dilaporkan tak bisa mendapat perawatan hingga akhirnya meninggal dunia.
Salah satu warga, Carlos Rojas (41), mengaku ibunya turut meninggal akibat kekurangan oksigen setelah didiagnosis mengidap pneumonia. Di rumah sakit, ia menyaksikan bagaimana orang lain menghadapi hal yang sama, mencari tabung oksigen untuk kebutuhan orang tersayang.

Dikutip dari CNN, warga harus mengantre bila ingin mengisi tabung oksigen. Tingginya permintaan membuat mereka yang putus asa akhirnya mencari oksigen di pasar gelap, toko online, hingga media sosial dengan harga tinggi.

"Ibu saya ditelantarkan. Kebutuhan oksigen terlalu tinggi," kata Carlos seperti dikutip dari CNN, Sabtu (6/6/2020).

Krisis oksigen ini disebut-sebut sebagai simbol kekacauan penanganan pandemi COVID-19 di Peru. Presiden Peru, Martin Vizcarra, berjanji akan memikirkan upaya agar produksi dan akses oksigen medis segera ditingkatkan.

"Kami telah memberikan Kementerian Kesehatan sumber daya untuk membeli oksigen yang diperlukan pasien dalam tingkat nasional," kata Vizcarra.

"Keputusan yang sama juga telah menetapkan pemberian 11 juta sol untuk membangun jaringan distribusi dan pemeliharaan pabrik oksigen di kota Lima dan daerah lain," lanjutnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan benua Amerika sebagai episentrum baru virus Corona COVID-19. Di Amerika Latin, Peru jadi negara kedua dengan kasus Corona terbanyak setelah Brasil dengan lebih dari 180 ribu kasus.

Hati-hati, Ini Bahaya Minum Kopi Saat Perut Kosong

 Minum kopi saat ini bagi sebagian orang sudah jadi bagian dari gaya hidup. Bahkan, ada yang tak bisa melewatkan kopi sebelum beraktivitas di pagi hari.
Sebuah studi menyebutkan bahwa minum kopi memiliki banyak manfaat dalam kesehatan, di antaranya meredakan nyeri otot, meningkatkan daya ingat, hingga melindungi dari penyakit parkinson serta diabetes.

Meskipun memiliki banyak manfaat, ternyata minum kopi juga bisa memiliki efek samping yang buruk bagi tubuh. Terlebih bila diminum saat perut kosong.

Dikutip dari Metro, minum kopi sebelum sarapan diketahui dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mengganggu sistem pencernaan. Beberapa orang melaporkan gejala seperti mulas hingga timbulnya gejala irritable bowel syndrome (IBS) atau iritasi pada usus besar.

Selain itu minum kopi saat perut kosong juga dapat meningkatkan gejala kecemasan, menyebabkan kegelisahan, peningkatan denyut jantung, hingga kurang fokus.

Tapi jangan khawatir, bagi sebagian orang minum kopi tidak berdampak pada pencernaan karena salah satu faktornya adalah kebiasan.

4 Cara Mudah Perbaiki Pola Tidur yang Berantakan

Sudah lebih dari dua bulan lamanya kita diimbau untuk tetap di rumah demi mencegah penyebaran virus Corona. Tetapi, terlalu lama di rumah juga ternyata bisa menyebabkan pola tidur jadi terganggu.
Berbagai penyebabnya bisa karena kurang beraktivitas, hilangnya rutinitas yang biasa dilakukan, sehingga pola istirahat pun jadi terganggu.

Meski begitu, kamu tak perlu khawatir, karena ini adalah beberapa tips yang dapat kamu lakukan agar bisa tidur nyenyak malam nanti, dikutip dari Times of India.

1. Kurangi minum kopi
Kandungan kafein dalam kopi bisa membuatmu jadi sulit tidur. Karena itu, jangan terlalu banyak minum kopi agar tidurmu bisa jauh lebih nyenyak.

2. Jangan kebanyakan ngemil
Salah satu pengaruh buruknya kualitas tidur adalah pola makan yang tidak sehat. Karena itu, kebiasaan ngemil atau makan di malam hari justru bisa membuat kamu kurang tidur.

3. Hindari minum alkohol
Alkohol mungkin bisa membuatmu merasa ngantuk. Tetapi, alkohol juga bisa membuat ritme sirkadian atau jam tubuh seseorang terganggu, sehingga pola tidur pun ikut terganggu.

4. Jangan main gadget sebelum tidur
Cobalah untuk tidak memainkan gadget ketika hendak tidur. Cahaya yang dipancarkan dari gadget dapat menekan melatonin atau hormon tidur, sehingga kamu akan sulit mengantuk.
http://kamumovie28.com/a-female-employees-taste-2/

Motor Kena Ganjil-Genap Saat PSBB Transisi, Saatnya Beralih ke Sepeda?

Mobil dan motor akan dikenai aturan ganjil-genap selama masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pernyataannya menyebut akan menaruh perhatian pada pejalan kaki dan pesepeda.
Hal tersebut tertuang pada pasal 21 Pergub nomor 51 tahun 2020 soal PSBB Transisi. Tertulis pada ayat 1 pasal 21 Pergub nomor 51 tahun 2020 yang berbunyi:

Selama Masa Transisi untuk semua ruas jalan diutamakan bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi sepeda sebagai sarana mobilitas penduduk sehari-hari untuk jarak yang mudah dijangkau.

Bagi pesepeda, ada beberapa keuntungan yang dibangun, seperti disediakannya jalur sepeda di beberapa ruas jalan. Hal ini tertuang dalam ayat 2 pasal 21 Pergub 51 tahun 2020. Ayat tersebut berbunyi:

Penggunaan transportasi sepeda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didukung dengan:

- Peningkatan penggunaan jalur sepeda yang telah terbangun.
- Penyediaan parkir khusus sepeda.

Anies meminta beberapa lokasi menyediakan parkir sepeda. Penyediaan lokasi parkir ada di ruang publik maupun lokasi kerja seperti dalam ayat 3 pasal 21 Pergub 51 tahun 2020, yang berbunyi:

Penyediaan parkir khusus sepeda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b ditempatkan pada fasilitas meliputi:

- Ruang parkir perkantoran.
- Ruang parkir pusat perbelanjaan.
- Halte.
- Terminal.
- Stasiun.
- Pelabuhan dermaga.

Dalam bersepeda juga harus mematuhi protokol kesehatan. Dikutip dari Instagram Bike To Work (B2W) Indonesia, berikut beberapa tipsnya.

Persiapan:
1. Perhatikan himbauan pemerintah dan daerah yang aman dari COVID-19.

2. Jaga kebersihan sepeda, terutama bagian yang bersentuhan dengan tangan.

3. Bersihkan diri dan cuci tangan dengan sabun.

4. Hindari droplet dengan pakaian berlengan panjang, sarung tangan, masker, kacamata, penutup kepala, membawa handsanitizer, dan handuk kecil.

5. Pilih masker berbahan kain yang tidak terlalu rapat dan mengganggu pernapasan.

6. Membawa botol minum yang tertutup plastik dan alat makan sendiri.

Saat istirahat:
1. Cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer.

2. Bersihkan tangan dan wajah dengan tisu atau gunakan handuk kecil.

3. Utamakan jaga jarak atau physical distancing saat beristirahat.

4. Selalu gunakan masker, kecuali saat makan dan minum.

5. Hindari berbagi bekal pribadi dengan orang lain seperti, botol minum dan makanan.

6. Istirahat secukupnya, tidak perlu nongkrong terlalu lama.

Saat bersepeda:
1. Utamakan bersepeda sendiri (solo), jika berkelompok, atur dalam rombongan kecil 2-5 pesepeda.

2. Pilih jalur yang menghindari keramaian dan daerah zona merah COVID-19.

3. Jaga jarak kiri-kanan antar pesepeda dan kendaraan lain minimal 2 meter.

4. Jaga jarak depan-belakang antar pesepeda minimal 4 meter. Semakin tinggi kecepatan bersepeda, jarak harus semakin jauh (di atas 20 meter).

5. Jaga jarak dan waspada terhadap pengendara kendaraan lain.

6. Selalu patuhi rambu lalu lintas bersepeda.

Sesampainya di rumah:
1. Sebelum masuk rumah, lepaskan semua perlengkapan yang digunakan.

2. Hindari kontak fisik dengan penghuni rumah dan menyentuh perabotan.

3. Semprot helm, sepatu dan kacamata dengan cairan disinfektan.

4. Segera lepas pakaian, kaos kaki, sarung tangan, masker, penutup kepala lalu cuci dengan deterjen.

5. Segera bersihkan diri, mandi dan keramas.

6. Istirahatlah dan pulihkan cairan yang hilang dari tubuh.
http://kamumovie28.com/my-young-master/