Jumat, 05 Juni 2020

Kasus Menurun, Virus Corona di Wuhan Tinggalkan Banyak Limbah Medis

 Kasus penularan virus corona di Kota Wuhan, China semakin menurun. Hal ini dibuktikan dengan ditutupnya 16 rumah sakit darurat di sana karena jumlah pasien yang terus turun.
Saat ini, otoritas Wuhan melaporkan 17 kasus kejadian virus corona baru pada hari Senin (10/3/2020). Jumlah kasus terendah sejak wabah mewabah pada 17 Januari lalu.

Namun, hal ini malah membuat kota tersebut penuh akan limbah medis, enam kali lebih banyak dari biasanya. Limbah ini berasal dari 20 kota di China termasuk Wuhan.

"Rumah sakit diWuhan yang telah menampung 80 persen pasien virus corona, menghasilkan lebih dari 240 ton limbah medis setiap hari selama puncak wabah,"

"Ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan sebelum virus itu muncul," imbuhnya yang dikutip dari South China Morning Post.

Zhao mengatakan untuk mengatasi ini, pemerintah pusat menyediakan 46 fasilitas pengolahan limbah medis bergerak. Selain itu, pemerintah juga membangun pabrik pengolahan dengan kapasitas 30 ton dalam 15 hari.

Langkah yang dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan meningkatkan kapasitas pengolahan limbah. Dari yang sebelumnya hanya 50 ton, sekarang menjadi lebih dari 263 ton per hari.

Zhao sendiri tidakmerincikan kota-kota mana saja yang memiliki kelebihan beban limbah medis seperti ini. Tapi, permasalahan pengolahan limbah ini memang sudah menjadi permasalahan lama yang belum terselesaikan.

Sumbang 15 Persen Kematian di Indonesia, Kenali Gejala Stroke

Menurut riset kesehatan dasar (RISKESDAS), yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2013, di Indonesia terdapat lebih dari 2 juta penduduk, atau 12 dari 1000 penduduk mengalami stroke, dengan persentase terbesar berasal dari provinsi Sulawesi Selatan.
Selain itu, stroke juga merupakan pembunuh nomor 1 di Indonesia, lebih dari 15 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh stroke. Menurut Dr dr Al Rasyid, SpS(K), Dept. Neurology Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo mengatakan, gejalanya seperti kelumpuhan mendadak pada tubuh dan tidak bisa berbicara dengan normal.

"Gejalanya seperti lumpuh mendadak, tiba-tiba lumpuh separuh, mulut mencong, dan bicara cadel. atau ga bisa ngomong mendadak dan vokal yang disebutkan tidak jelas," kata dr Rasyid, kepada DetikHealth, Kamis (12/3/2020).

dr Rasyid juga menganjurkan untuk melihat tips mudah untuk mengenali tanda-tanda stroke dari Kementrian Kesehatan Indonesia dengan slogan SEGERA Ke RS.

SEGERA Ke RS adalah singkatan dari:

SEnyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), sulit menelan air minum secara tiba-tiba.

GErak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba.

bicaRA pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak mengerti kata-kata.

KEbas atau kesemutan separuh tubuh.

Rabun, padangan satu kabur terjadi tiba-tiba.

Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi kesimbangan.

Disinggung Menkes Terawan, Ini Arti 'Self Limiting Disease'

Pemerintah mengumumkan tiga pasien virus corona COVID-19 sembuh dan bisa dipulangkan. Mengingat penyakit ini belum ada vaksin atau obatnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut hal ini dikarenakan sifat bawaan virus itu sendiri.
"Dan saya merasa sangat berbahagia. Bahwa teorinya benar bahwa memang ini adalah self limiting disease yang akan sembuh sendiri. Penyakit yang akan sembuh sendiri," kata Terawan saat jumpa pers di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2020).

Dalam dunia kedokteran, mengutip salah satu jurnal di Pediatric Critical Care Medicine, istilah self-limiting disease mengisyaratkan suatu kondisi akan berjalan dengan sendirinya meski tanpa perawatan medis atau gejala bisa sembuh sendiri. Walau ada fakta kondisi bisa sembuh sendiri, tidak berarti bahwa perawatan medis tak berpengaruh pada kesembuhan pasien yang lebih cepat.

Misalnya pada kasus virus corona yang belum ada obatnya, meski sifat virus disebut bisa mati dengan sendirinya, pasien tetap diberikan obat untuk mengurangi gejalanya meski bukan untuk membunuh virus.

Sebelumnya, di China, saat kasusnya mulai merangkak naik, ada sekitar 50 pasien yang dinyatakan sembuh oleh otoritas kesehatan. Mengingat virus corona belum ada obatnya, para ahli menyebut sifat virus yang self limiting disease bisa juga dikaitkan dengan sistem imun seseorang.

"Virusnya memang self limiting disease mati setelah lima sampai tujuh hari," kata dr Frans Abednego Barus, SpP, spesialis paru dari OMNI Hospital Pulomas, beberapa waktu lalu.
http://kamumovie28.com/coffee-shop-mother/

Viral Daftar Wilayah Potensi Virus Corona di Jakarta, Ini Faktanya

Beredar pesan berantai yang mengatasnamakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Informasi yang didapat detikcom menyebut pesan tersebut hoax.
Dalam pesan viral tersebut tertulis arahan Gubernur terkait virus corona COVID-19. Berikut isi pesan viral tersebut:

Disampaikan arahan Gubernur terkait CoviD 19 :

PENCEGAHAN :
Skenario pembatasan interaksi terkait penyebaran Covic Pemprov. DKI Jakarta
Langkah2 pembatasan :
1. Aktifitas sekolah dihentikan atau dibatasi
2. Isolasi daerah epicentral
3. Larangan pergi ke tempat keramaian
4. Pembatalan izin yg sudah s dikeluarkan oleh pemprov dan siapkan prosedur pembatalan.
6. Penutupan berbagai aktivitas publik
8. Pembatasan jam buka restaurant

Arahan jangka pendek/langsung :
1. Tidak ada lagi salam2an
2. Laksanakan Ingub 16 Tahun 2020
3. Seluruh fasilitas Pemprov harus disediakan sabun cuci tangan dan disinfektan
4. HBKB 2 minggu ke depan ditiadakan
5. Perketat pembatasan acara2 publik
6. Batalkan seluruh acara yg berisiko penyebaran Covid 19
7. Semua PNs DKI yg menjalani karantina ato dirawat krn terjangkit ato diduga terjangkit TKD tidak akan dipotong , dengan beban kerja disesuaikan

Daerah dgn potensi Covid 19 :
1. Setia Budi
2. Pancoran
3. Mampang
4. Penjaringan
5. Kembangan

Untuk memastikan kebenaran pesan tersebut, detikcom menghubungi Layanan Jakarta Tanggap COVID-19 di nomor 081388376955. Disebutkan oleh salah satu petugas yang berbicara, arahan Gubernur yang tertuang dalam Instruksi Gubernur 16 Tahun 2020 adalah benar. Namun selebihnya kabar yang tidak tepat.

"Kami sudah koordinasi, untuk lokasi (daerah potensi COVID-19) tersebut dipastikan hoax," kata salah satu petugas satgas Hotline Virus Corona DKI Jakarta saat dihubungi detikcom, Kamis (12/3/2020).

Pihak Tanggap COVID-19 juga menyarankan untuk secara berkala mengakses situs corona.jakarta.go.id agar mengetahui update jumlah ODP dan PDP yang ditangani per hari. Disebutkan juga bahwa Dinkes DKI sudah secara lengkap melampirkan arahan di situs tersebut.

"Diunggah saja Ingub nomor 16-nya di web," pungkasnya.

Informasi senada juga disampaikan Asisten Sekda Bidang Kesejahteraan Rakyat Catur Laswanto. Dia meminta masyarakat hanya menerima informasi yang bersumber resmi dari Pemprov DKI Jakarta.

"Bahwa mohon teman-teman untuk selalu merujuk pada sumber informasi yang diterbitkan Pemprov DKI karena ada beberapa mungkin sudah dengar di WA yang banyak sekali informasi-informasi seperti ini, yang ini adalah hoax," kata Catur dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Jakarta, sore ini.

Sedangkan tentang data-data sebaran daerah yang riskan akan virus corona, Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman DKI Jakarta, Suharti mengakui memang ada pemetaan. Hal itu dibuat sebagai simulasi untuk mengantisipasi persebaran.

"Terkait dengan peta persebaran penderita positif corona, sebagaimana kita ketahui ada 3 prinsip yang digunakan Pemda dalam melakukan pengendalian corona, reponsif, urgen, aktual. Berdasarkan prinsip tersebut Pemda menggunakan data-data yang kami punya untuk dilakukan modeling simulasi untuk memitigasi lebih lanjut," ujarnya.

Suharti menjelaskan simulasi ini berasal dari data riwayat kontak pasien positif corona ataupun pasien yang memiliki gejala-gejala corona, seperti batuk dan flu. Di simulasi ini juga dituangkan beberapa permukiman penduduk yang dinilai beresiko terkena penyakit corona.

Suharti juga mengatakan pihaknya juga membuat data simulasi pemukiman warga DKI Jakarta guna mengantisipasi penyebaran corona. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona meluas di Jakarta.

"Dan kami temukan untuk saat ini dan mudah-mudahan tidak terjadi sebaliknya bahwa masih banyak terjadi di permukiman yang bukan permukiman umum. Pak Gubernur juga sudah menyampaikan kemarin, kita ingin memitigasi jangan sampai penyebaran ke yang lebih luas, akan lebih bahaya kalau masuk ke wilayah padat penduduk karena sirkulasi udara yang tidak bagus, penduduk yang dalam kondisi rumah yang tidak baik, tidak punya fasilitas di rumah untuk melakukan self karantina dan sebagainya, kemudian kami melakukan simulasi," jelasnya.
http://kamumovie28.com/big-girlfriend/