Minggu, 26 April 2020

Primer Tes Corona Menipis, DIY Tunggu Pengadaan dari Pusat

Guna mempercepat uji laboratorium sampel pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona COVID-19, Pemda DIY melakukan koordinasi terkait jumlah primer yang tersedia di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY. Hasilnya, stok menipis dan Pemda tengah mengupayakan pengadaan.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, DIY saat ini memang mampu melakukan tes COVID-19 secara mandiri. Namun untuk hasil tes terkadang mengalami keterlambatan, hal itu karena ketersediaan primer tergantung pasokan dari pusat.

"Saat ini masih ada (primer), tapi sudah menipis, tinggal untuk beberapa hari ke depan saja," ujar saat ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (1/4/2020).

Padahal, primer tersebut adalah hal yang sangat pokok untuk menentukan tahapan tes COVID-19. Karena itu, pihaknya tengah mengupayakan pengadaan primer tersebut ke pusat.

"Karena untuk mengantisipasi jumlah orang yang harus menerima tes, Pemerintah pusat sebaiknya sesegera mungkin menyediakan primer. Dengan begitu, proses pemeriksaan bisa berjalan lancar dan tidak mengalami kendala berupa penumpukan sampel yang harus di tes," ucapnya.

Menyoal Rapid Test, Aji akan memprioritaskan kepada tenaga medis sebagai garda terdepan. Rapid test merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona.

Bisa Terinfeksi, Perlukah Hewan Peliharaan Jalani Tes Corona?

Beberapa waktu lalu seekor kucing di Belgia dan anjing di Hong Kong dinyatakan positif terkena virus corona COVID-19. Hal ini membuat sebagian orang khawatir, apakah hewan peliharaan juga perlu dilakukan tes corona?
Mengutip dari Science Mag, jumlah hewan yang dinyatakan positif COVID-19 masih terbilang sangat sedikit yaitu hanya tiga ekor. Ini berbanding jauh dengan penularan yang terjadi pada manusia.

Direktur One Health Office untuk penyakit menular dan zoonosis, Casey Barton Behravesh mengatakan saat ini tidak ada bukti yang cukup untuk menyatakan hewan peliharaan bisa menularkan virus corona.

"CDC tidak memiliki bukti bahwa hewan peliharaan dapat menyebarkan COVID-19, dan tidak ada alasan untuk berpikir kalau hewan peliharaan bisa menjadi sumber infeksi berdasarkan informasi yang kita miliki saat ini," kata Behravesh.

Sementara itu, walaupun masih belum ada cukup bukti tentang penularan virus corona dari hewan peliharaan, Direktur Eksekutif Laboratorium Diagnosis Penyakit Hewan Washington (WADDL), Timothy Baszler mengatakan penelitian tentang hewan peliharaan ini perlu terus dilakukan.

"Meskipun kami tidak memiliki bukti bahwa hewan peliharaan dapat menularkan virus, tapi kami butuh lebih banyak bukti tentang ini," jelas Baszler.

Namun beberapa ahli menyarankan untuk tidak melanjutkan penelitian tersebut, karena khawatir akan menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Terlebih saat ini sudah banyak laporan yang mengatakan bahwa beberapa hewan ditelantarkan oleh pemiliknya akibat kejadian ini.

Ternyata Bukan Hujan-hujanan yang Buat Orang Mudah Sakit

 Semakin mewabahnya virus corona di Indonesia membuat semua orang semakin meningkatkan daya tahan tubuhnya. Banyak orang beranggapan hujan-hujanan dapat menyebabkan kekebalan tubuh menurun dan jatuh sakit.
Benarkah demikian? Dilansir dari The Generics Pharmacy, Prof Ron Eccles menyebutkan hujan tidak membuat orang sakit, tapi cuaca dingin yang menyebabkan kondisi kesehatan menurun. Hal ini dibuktikan dengan uji coba 90 orang kakinya direndam di air dingin dan 90 orang lagi tidak. Hasilnya, 30 responden yang kakinya dimasukkan ke air dingin jatuh sakit.

Sementara itu, Medical Manager Divisi Kalbe Consumer Health PT Kalbe Farma TBK, dr Helmin Agustina Silalahi juga menjelaskan air hujan bukan suatu zat yang menyebabkan seseorang menjadi sakit. Udara dingin dapat menyebabkan kontraksi pembuluh darah sehingga pelepasan panas dari tubuh dikurangi. Hal tersebut sedikit banyak dapat menyebabkan aliran darah melambat sehingga kandungan darah termasuk sel-sel pertahanan dalam darah juga mengalami keterlambatan distribusi.

"Jika ini berlangsung lama dan tubuh tidak mampu melakukan adaptasi dapat menurunkan daya tahan tubuh dan gangguan pada organ-organ vital lainnya," ujar dr Helmin kepada detikcom, Kamis (2/4/2020).

Namun menurut dr Helmin, menjaga tubuh tetap hangat saja tidak cukup untuk menjaga daya tahan tubuh karena daya tahan tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor.

"Olahraga teratur terbukti dapat menunjang daya tahan tubuh, namun tetap saja hal ini bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi daya tahan tubuh," lanjutnya.

Sebelum berolahraga, sangat penting untuk menyiapkan energi dan stamina untuk melakukan olahraga yang direncanakan. Selain itu, mengonsumsi makanan kaya nutrisi dan menerapkan pola gizi seimbang dapat mengembalikan energi yang terkuras setelah olahraga.

Fatigon Spirit dapat menjadi suplemen yang baik untuk dikonsumsi sebelum berolahraga karena mengandung vitamin B kompleks untuk mendukung metabolisme energi, asam amino BCAA, L-carnitin yang mendukung pembentukan energi dari lemak, serta nano ginseng extract untuk stamina tubuh.

Selain itu, untuk mempercepat kembali pemulihan stamina usai olahraga, Anda bisa konsumsi Fatigon Multivitamin dan Mineral yang mengandung vitamin B untuk pemulihan energi dan kalium serta magnesium aspartat untuk menguraikan asam laktat penyebab pegal dan otot kaku.

Primer Tes Corona Menipis, DIY Tunggu Pengadaan dari Pusat

Guna mempercepat uji laboratorium sampel pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona COVID-19, Pemda DIY melakukan koordinasi terkait jumlah primer yang tersedia di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY. Hasilnya, stok menipis dan Pemda tengah mengupayakan pengadaan.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, DIY saat ini memang mampu melakukan tes COVID-19 secara mandiri. Namun untuk hasil tes terkadang mengalami keterlambatan, hal itu karena ketersediaan primer tergantung pasokan dari pusat.

"Saat ini masih ada (primer), tapi sudah menipis, tinggal untuk beberapa hari ke depan saja," ujar saat ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (1/4/2020).

Padahal, primer tersebut adalah hal yang sangat pokok untuk menentukan tahapan tes COVID-19. Karena itu, pihaknya tengah mengupayakan pengadaan primer tersebut ke pusat.

"Karena untuk mengantisipasi jumlah orang yang harus menerima tes, Pemerintah pusat sebaiknya sesegera mungkin menyediakan primer. Dengan begitu, proses pemeriksaan bisa berjalan lancar dan tidak mengalami kendala berupa penumpukan sampel yang harus di tes," ucapnya.

Menyoal Rapid Test, Aji akan memprioritaskan kepada tenaga medis sebagai garda terdepan. Rapid test merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona.