Minggu, 05 April 2020

Ada Kucing Misterius di Hutan Madagaskar

 Begitu banyak keajaiban di dunia yang belum terungkap semua. Ini salah satunya, kucing misterius yang hidup di hutan Madagaskar.
Dilansir CNN, Sabtu (4/4/2020) Madagaskar adalah rumah bagi banyak spesies unik, yang paling terkenal adalah lemur. Satu spesies yang hidup di hutan pulau itu dan sampai sekarang belum diketahui oleh para ilmuwan, yakni kucing.

Profesor antropologi, Michelle Sauther, dari University of Colorado telah mempelajari primata dan lemur di negara kepulauan di Samudra Hindia itu selama 30 tahun. Dan selama itu, dia melihat banyak kucing di dalam hutan.

Tapi, itu kucing bukan asli Madagaskar. Begitu banyak jumlahnya, dan semua terlihat sama, mulai dari warna hingga besar badannya berbeda dengan kucing rumahan atau peliharaan.

Penduduk lokal punya nama lokal bagi kucing itu, yakni 'ampaha' yang berarti kucing liar lari. Atau, mereka bisa menyebut 'kary' atau 'saka kary' yang merujuk pada kucing liar.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan berspekulasi bahwa binatang itu benar-benar kucing lokal dan menjadi liar. Kucing hutan misterius itu ditemukan di seluruh pulau, yakni di Taman Nasional Ankarafantsika, Cagar Khusus Bezà Mahafaly, Taman Alam Makira, dan semenanjung Masoala.

Sauther dan rekan-rekannya ingin mempelajari kucing-kucing ini untuk memahami dari mana mereka berasal dan berapa lama mereka berada di pulau itu.

Mereka memasang perangkap kandang dengan kamera dan memberi umpan pada tikus hidup di lokasi tempat kucing-kucing itu diketahui hidup di hutan Madagaskar barat dan barat daya.

Tapi jangan khawatir, tikus-tikus itu tak akan dimakan karena akan berlindung di kandang kecil. Tak hanya itu, si tikus juga diberi makanan di dalam kandangnya itu.

Dalam penelitian itu, mereka menangkap tiga kucing hutan dari Bezà Mahafaly Special Reserve dan 27 kucing hutan dari Taman Nasional Ankarafantsika. Hasil studi mereka dipublikasikan minggu lalu di jurnal Conservation Genetics.

Sampel darah, tinja, rambut, foto rontgen gigi, dan foto-foto kucing diambil setelah mereka dibius. Setelah sampel dikumpulkan, kucing dilepaskan kembali ke alam liar.

Sampel memungkinkan tim untuk menjalankan analisis DNA, yang kemudian dibandingkan dengan 1.900 spesies kucing liar dari seluruh dunia. Jawaban untuk spesies kucing misterius Madagaskar ini menunggu hasil genetikanya.

Para peneliti menemukan bahwa kucing hutan Madagaskar keturunan kucing dari wilayah Laut Arab, Dubai, Kuwait, Oman, Pulau Lamu dan Pate di Kenya. Ada juga pengaruh tambahan dari India dan Pakistan.

Informasi sejarah dihimpun di sini. Mereka menemukan bahwa kucing-kucing itu mungkin tiba di Madagaskar dengan menumpang kapal dagang di masa awal perdagangan orang Arab.

Kapal-kapal Arab melintasi Madagaskar dalam rute perdagangan laut yang dimulai ribuan tahun lalu. Mereka berlayar dari akhir milenium kedua SM hingga 1862, ketika Zaman Berlayar berakhir.

Persebaran kucing Madagaskar ini ada di rute perdagangan kayu manis di Asia-Eropa. Arab mempengaruhi seluruh pulau, terbukti dengan adanya karakter Arab dan peninggalan masjid besar dari abad ke-12.

Kucing-kucing itu hidup dengan baik di hutan hingga kini. Penelitian tentang kucing ini juga memungkinkan peneliti mengetahui apakah keberadaannya memiliki efek negatif terhadap satwa liar endemik.

Kucing dapat dianggap sebagai spesies invasif yang dapat menghancurkan populasi asli. Hal itu telah disaksikan para peneliti di Selandia Baru, Hawaii, dan Hindia Barat.

Di Madagaskar, penduduk desa tidak menyukai kucing hutan misterius karena telah memakan ayamnya. Dan, Sauther bersama rekan-rekannya menyaksikan kucing hutan itu mengintai lemur.

Lemur adalah binatang unik bagi Madagaskar. Mereka dianggap sebagai salah satu hewan paling terancam di dunia.

Pengamatan dan studi yang lebih banyak tentang kucing hutan akan membantu para peneliti menentukan apakah mereka menimbulkan ancaman. Untuk saat ini, misteri dari mana kucing hutan berasal telah dijawab.

"Kucing pada dasarnya pergi bersama kami ke mana pun kami pergi. Kita bisa melihat bahwa perjalanan manusia dan hewan peliharaannya di masa lalu. Kita sekarang tahu bahwa kucing misterius ini adalah kucing lokal dengan latar belakang yang sangat menarik," jelas Sauther.

Lihat Pagoda Myanmar tapi di Malang

Di ruas jalur utama Malang-Batu terdapat sebuah vihara yang bisa dijadikan destinasi wisata. Vihara ini bernama Vihara Dhammadipa Arama atau dikenal juga dengan nama Padepokan Dhammadipa Arama.

Keunikan yang membuat vihara ini cukup dikenal adalah bentuk bangunannya yang menyerupai pagoda Patirupaka Swhedagon di Myanmar. Ketika memasuki gerbang utama memang tidak terlihat bangunan megah. Setelah berjalan bebepara meter tampaklah bangunan pagoda megah berwarna emas. Bangunan inilah yang merupakan replika pagoda di Myanmar.

Untuk mengelilingi tempat ini, pengunjung harus lapor dulu kemudian seorang bikhu muda akan memandu ke semua tempat. Bikhu muda ini adalah siswa yang sedang belajar ilmu agama Budha. Dengan sabar dan lembut mereka siap menjawab semua pertanyaan dan menjelaskan tentang detail bangunan, ruangan-ruangan, ajaran agama Budha serta sejarahnya.

Dimulai dari bangunan pagoda yang berisi patung Budha serta beberapa lukisan yang menggambarkan perjalanan Budha. Kaca jendela disekilingnya dipatri dengan gambar Budha. Disamping bangunan ini terdapat ruang untuk meditasi. Ruang meditasi ini terbuka untuk umum.

Setelah itu pengunjung akan dibawa ke museum. Satu hal yang sangat menarik terdapat nama-nama 28 Budha dan penjelasannya. Kemudian pengunjung akan diajak melihat perpustakaan. Jika beruntung, penjaga museum akan memberikan 1 buah buku untuk dibawa pulang.

Disisi lain terdapat taman dimana sebuah patung Budha yang sedang meditasi dengan berbaring. Sebagian besar orang mengenalnya dengan nama Budha tidur. Di dekat taman terdapat beberapa bangunan untuk penginapan. Penginapan ini bisa digunakan bagi yang ingin bermeditasi dan untuk umum.

Vihara ini bisa menjadi salah satu bucketlist Anda bila berkunjung ke Batu atau Malang. Menambah pengetahuan dan belajar tentang toleransi beragama.

Ada Kucing Misterius di Hutan Madagaskar

 Begitu banyak keajaiban di dunia yang belum terungkap semua. Ini salah satunya, kucing misterius yang hidup di hutan Madagaskar.
Dilansir CNN, Sabtu (4/4/2020) Madagaskar adalah rumah bagi banyak spesies unik, yang paling terkenal adalah lemur. Satu spesies yang hidup di hutan pulau itu dan sampai sekarang belum diketahui oleh para ilmuwan, yakni kucing.

Profesor antropologi, Michelle Sauther, dari University of Colorado telah mempelajari primata dan lemur di negara kepulauan di Samudra Hindia itu selama 30 tahun. Dan selama itu, dia melihat banyak kucing di dalam hutan.

Tapi, itu kucing bukan asli Madagaskar. Begitu banyak jumlahnya, dan semua terlihat sama, mulai dari warna hingga besar badannya berbeda dengan kucing rumahan atau peliharaan.

Penduduk lokal punya nama lokal bagi kucing itu, yakni 'ampaha' yang berarti kucing liar lari. Atau, mereka bisa menyebut 'kary' atau 'saka kary' yang merujuk pada kucing liar.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan berspekulasi bahwa binatang itu benar-benar kucing lokal dan menjadi liar. Kucing hutan misterius itu ditemukan di seluruh pulau, yakni di Taman Nasional Ankarafantsika, Cagar Khusus Bezà Mahafaly, Taman Alam Makira, dan semenanjung Masoala.

Sauther dan rekan-rekannya ingin mempelajari kucing-kucing ini untuk memahami dari mana mereka berasal dan berapa lama mereka berada di pulau itu.