Sabtu, 28 Maret 2020

Ingat Dodol, Ingat Garut Dong

 Sering mendengar kata dodol Garut? Garut memang identik dengan dodol, sehingga tak afdol rasanya jika ke Garut tanpa membawa pangan legit dan manis ini.

Sudah menjadi kebiasaan banyak orang untu membawa oleh-oleh seusai berwisata kemana saja. Oleh-oleh yang dibawapun beraneka ragam, mulai dari kain khas suatu daerah, souvenir, kaos dan juga makanan. Saat berkunjung ke Garut ada juga oleh-oleh yang wajib dibawa yaitu dodol.

Dodol adalah makanan manis yang berbahan utama tepung ketan. Hampir semua daerah di Indonesia memiliki jenis makan ini, hanya mungkin ada perbedaan pada kemasan dan rasa manis serta campurannya.

Di Garut, dodol dikemas dalam bentuk kotak persegi panjang ukuran kecil dan agak keras. Rasanya pun selain rasa asli juga sudah terdapat banyak varian seperti durian, stroberi, kacang merah dan lain-lain. Saya sendiri lebih suka rasa original.

Salah satu kawasan yang menjual oleh-oleh khas garut ini berlokasi di Jalan Tarogong Garut. Sepanjang jalan di bagian kanan dan kiri terdapat toko-toko yang menjual dodol.

Selain dodol juga terdapat makanan lain yang tak kalah enak , seperti kerupuk kulit, coklat, aneka snack dan masih banyak lagi. Jika masuk ke salah satu toko maka selain membeli dodol biasanya penunjung juga membeli makanan lain yang dipajang pemilik toko sehingga menarik pembeli .

Dodol yang dijual di sini biasanya diberi harga perkilo dan pengunjung bisa membeli dengan memilih beberapa rasa dalam satu plastik. Praktis dan lengkap rasanya, karena ada banyak rasa biasaya pengunjung diperbolehkan mencicipi terlebih dahulu. Tapi ingat jangan banyak-banyak ya icip-icipnya.

Menyentuh! Cara Objek Wisata Jepang Melawan Diskriminasi

Bukan hanya di Indonesia, dunia pariwisata Jepang juga terguncang pasca merebaknya COVID-19. Namun, satu objek wisata Jepang ini menyuarakan anti-diskriminasi.
Pandemi COVID-19 tak hanya memakan banyak korban jiwa, tapi juga diskriminasi ras. Disebut berawal dari Wuhan, tak sedikit orang China di dunia yang kerap didiskreditkan perihal identitasnya terkait virus tersebut.

Melawan bentuk diskriminasi itu, objek wisata bernama Ninja Castle di Asakusa, Jepang, berusaha mengetuk hati traveler lewat sebuah pesan singkat. Dilihat detikcom, hal itu diketahui lewat unggahan Twitter pengguna bernama @MAD_adnap.

Dalam sebuah foto bergambar manekin dengan pakaian ninja, tampak juga sebuah pesan dalam bahasa Inggris yang ditujukan untuk wisatawan di tengah pandemi COVID-19.

"Kami menyambut semua orang, turis asing dan juga wisatawan China. Hal yang buruk adalah virus COVID-19, bukan Anda yang datang ke Jepang. Jadi datanglah dengan perasaan damai. Hilangkan diskriminasi karena COVID-19," tertanda Ninja Castle.


天晴れ富士 CHLOER ☆
@MAD_adnap
Saw that today and it warmed my heart 💗

Lihat gambar di Twitter
1.083
12.54 - 25 Feb 2020
Info dan privasi Iklan Twitter
291 orang memperbincangkan tentang ini

Sontak, unggahan itu pun langsung viral dan mencuri perhatian warganet. Fotonya dibagikan kembali sebanyak 280 kali dan disukai oleh sekitar 1.000 warganet. Unggahan itu diketahui diunggah pertama kali pada 25 Februari lalu.

Di tengah pandemi COVID-19 dan diskriminasi ras yang kian masif, sejatinya pesan ini dapat mengingatkan traveler semua untuk berpikir lebih jernih. Bukan ras yang jadi masalah, melainkan diskriminasi dan virus itu sendiri.

Yang Enak-enak di Tanjung Selor

Berkunjung ke suatu daerah tak lengkap rasanya jika tak mencicipi makanan khasnya. Coba deh berburu kuliner di Tanjung Selor.

Sebagai dearah yang terus berkembang, Tanjung Selor pun mulai dikenal sebagai daerah baru yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa spot kuliner pun mulai bermunculan untuk menyambut berkahnya pembangunan.

Salah satunya adalah Kuliner Tepi Kayan atau disingkat Kulteka. Pusat kuliner yang dibangun di atas sungai Kayan ini adalah destinasi kuliner yang menawarkan sensasi bersantap di atas air sambil melihat aktivitas warga yang hilir mudik dengan menggunakan sampan, speedboat atau kapal.

Banyak aneka hidangan yang dijajakan di Kulteka ini, namun sebagian besar merupakan makanan yang biasa di jumpai di Pulau Jawa atau daerah lainnya. Untuk mencari makanan pembeda, d'travelers dapat menemuinya di rumah warga yang berjualan teras rumah.

Kamu dapat mencoba menu sarapan berupa nasi kuning. Secara tampilan, nasi kuning Tanjung Selor tidak berbeda jauh dengan nasi kuning daerah lain di Indonesia. Namun secara rasa, nasi kuning Tanjung Selor santannya lebih berasa, ditambah lagi dengan sambal ikan haruan yang ditaburi sangrai kelapa membuat rasa nasi kuning ini menjadi lebih khas.

Bagi d'travelers yang suka berbelanja, blusukanlah ke Pasar Induk Tanjung Selor untuk mencari kuliner khas lainya adalah sebuah opsi yang patut untuk dipertimbangkan. Mungkin kalau untuk hidangan makanan khas agak sulit namun untuk aneka buahan khas Kalimantan cukup mudah untuk dijumpai.

Terlebih jika d'travelers datang di saat musim buahan tiba. Kamu akan mudah menjumpai aneka buahan khas Kalimantan seperti koyakan atau rambutan berdaging tebal, manis, tidak berair dan ngelotok.

Ada pula tarap atau cempedak bulat, kerantungan atau durian berduri panjang serta elai yaitu durian berdaging jingga yang aromanya tidak semenyengat durian yang semuanya dapat d€™travelers coba untuk menambah ensiklopedi rasa.


Untuk makan siang, bisa mengunjungi warung makan Tuban 1 yang  terletak di jalan Durian Tanjung Selor. Di sini bisa  menikmati berbagai hidangkan fresh seperti udang yang besar- besar, sambal telur puyuh dan oseng tudai cabe hijau yaitu kerang berdaging tebal khas Tanjung Selor yang rasanya sangat nikmat.

Jika malam tiba, bisa mengunjungi pasar malam yang ada di pasar Induk atau juga d€™travelers dapat pergi ke Pujasera yang terletak di jalan Katamso, tepat di depan pelabuhan kontainer Kayan I. Pujasera ini hanya buka di malam hari ya. Di sini menjual aneka cemilan, serta pakaian baru maupun CAKAR alias Cap Karung alias pakaian bekas dari Malaysia.

Dan makannya khas yang dapat ditemukan di sini adalah goreng cucuk. Yaitu gorengan yang ditusuk, seperti sate dan dicelup ke dalam wadah aneka saus, sambal petis atau sambal kacang yang dapat dipilih sesuai selera. Dan uniknya lagi terdapat goreng cucuk sosis Malaysia yang rasanya sedikit berbeda dengan rasa sosis Indonesia.


Jika kamu tanya kepada penjualnya kenapa ada sosis Malaysia yang dijual? Jawabannya adalah karena faktor kedekatan geografis yang menyebabkan produk sosis negeri Jiran lebih mudah didapatkan dibandingkan dengan produk sosis negeri sendiri.