Kamis, 26 Maret 2020

Patung Yesus Memberkati Pun Tutup karena Corona

Patung Yesus Memberkati di Rio de Janeiro terpaksa tutup terkait pandemi virus Corona. Patung ini ditutup mulai Selasa (17/3) sampai seminggu ke depan.

Ikon kota Rio de Janeiro yaitu Patung Yesus Memberkati, terpaksa harus ditutup guna mencegah pandemi virus Corona yang sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Objek wisata ini ditutup agar tidak terjadi kerumunan orang. Seperti kita tahu, setiap harinya Patung Yesus Memberkati dikunjungi oleh ribuan turis.

Dirangkum detikTravel, Kamis (19/3/2020), keputusan ini diambil setelah Chico Mendes Institute menyerukan untuk menutup semua taman nasional di Brasil, termasuk yang jadi rumah bagi patung setinggi 38 meter tersebut.

Gubernur Rio de Janeiro, Wilson Witzel bahkan sampai mengeluarkan dekrit yang menyatakan keadaan darurat terkait virus Corona di wilayahnya. Dekrit itu juga berisi pembatasan operasional bar dan restoran sampai 30% hingga 15 hari ke depan.

Wilson juga memerintahkan agar mal dan pusat perbelanjaan tutup, serta sekolah dan kampus. Semua aktivitas dan acara di luar ruangan juga dibatasi. Orang-orang juga diminta untuk menghindari pantai dan kolam renang umum.

"Kami takut, kami merasa tidak aman. Kami akan menikmati apa yang kami bisa, karena kita tidak boleh pergi kemana-mana dan harus tetap si rumah selama beberapa hari," kata Maurulivia Gomes (35), warga Brasil seperti dikutip dari AP.

Di Brasil sendiri sampai saat ini sudah ada 300 kasus positif Corona, dengan jumlah penderita terbanyak ada di kota Sao Paolo, disusul oleh kota Rio de Janeiro di peringkat kedua.

Patung Yesus Memberkati memang dikenal sebagai ikonnya Kota Rio de Janeiro. Tak kurang 2 juta wisatawan berkunjung ke destinasi wisata ini setiap tahunnya. Namun di tengah wabah virus Corona seperti sekarang, lebih baik tetap berada di rumah sampai keadaan lebih aman.

Tak Hanya Kebun Raya, LIPI Juga Tutup Museum Munasain Bogor

LIPI tak hanya menutup 4 Kebun Raya, Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia juga ditutup. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasain) akan ditutup mulai Kamis 19 Maret hingga Selasa 31 Maret 2020. Nantinya, museum akan dibuka kembali sampai situasi membaik.

"Mengantisipasi pencegahan virus COVID-19, museum akan melakukan penutupan sementara mulai Kamis 19 Maret hingga 31 Maret 2020 dan akan dibuka kembali setelah melihat perkembangan situasi," dikutip dari instagram @munasain.

Penutupan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Dalam hal ini LIPI berpartisipasi aktif dalam mencegah penyebaran COVID-19 secara lebih luas.







Selama museum ditutup, semua koleksi akan tetap dirawat oleh petugas yang berjaga. Sehingga kebersihan museum tetap terjaga walaupun tidak ada pengunjung yang datang.

Munasain terletak di Jalan Ir. Juanda 22-24, Bogor. Museum ini mengenalkan sejarah alam Indonesia, budaya dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia, selain itu juga berbasis sains yang memiliki tujuan memberikan pendidikan berkesinambungan kepada pengunjung.

Susul Ancol, Dermaga Marina ke Pulau Seribu juga Tutup Sementara

Setelah Ancol dan TN Kepulauan Seribu, Dermaga Marina Ancol juga ikut ditutup sementara. berlaku mulai hari Jumat pekan ini.
Mengikuti imbauan Pemprov DKI Jakarta, hari Jumat pekan lalu (13/3) pihak Taman Impian Jaya Ancol juga ikut menutup sementara taman rekreasi tersebut beserta Dufan, Atlantis Water Adentures, Ocean Dream Samudra dan Sea World Ancol.

Dijelaskan oleh Dirut PT Taman Impian Jaya Ancol, Teuku Sahir Syahali dalam siaran persnya, bahwa taman rekreasi itu ditutup sementara untuk pencegahan virus corona seperti diberitakan media Antara.

Tak sampai situ, KemenLHK melalui Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno, juga mengumumkan penutupan sejumlah taman nasional di bawah kewenangannya.

Salah satu yang terdampak adalah TN Kepulauan Seribu di utara Ancol, seperti diungkapkan dalam Surat Edaran Balai TN Kepulauan Seribu, Badi'ah pada hari Minggu pekan lalu (15/3).

Adapun penutupan TN Kepulauan Seribu tak berlaku untuk semua pulau di sana, hanya pulau yang berada di bawah kewenangan KemenLHK saja. Pulau wisata pun masih dapat dikunjungi.

"Yang ditutup kawasan balai konservasi, bukan pulau wisata," terang Kadisparekraf DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia saat dihubungi terpisah oleh detikcom.

Namun, kabar terbaru juga datang dari pihak manajemen Sealeader Marine yang mengelola dermaga Marina Ancol ke Kepulauan Seribu. Isinya berupa rencana penutupan dermaga marina sementara untuk mencegah penularan virus corona.

"Mulai hari Jumat tanggal 20 sampai hari Minggu (29/3/2020), menghentikan sementara semua kegiatan operasional kapal rute Ancol ke Kepulauan Seribu dan rute Kepulauan Seribu ke Ancol (reguler, charter, larung)" bunyi surat edarannya.

Melihat perkembangan tersebut, pihak pengelola Ancol beserta komponennya dan KemenLHK memang serius mencegah penyebaran virus corona di Provinsi DKI Jakarta.

Patung Yesus Memberkati Pun Tutup karena Corona

Patung Yesus Memberkati di Rio de Janeiro terpaksa tutup terkait pandemi virus Corona. Patung ini ditutup mulai Selasa (17/3) sampai seminggu ke depan.

Ikon kota Rio de Janeiro yaitu Patung Yesus Memberkati, terpaksa harus ditutup guna mencegah pandemi virus Corona yang sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Objek wisata ini ditutup agar tidak terjadi kerumunan orang. Seperti kita tahu, setiap harinya Patung Yesus Memberkati dikunjungi oleh ribuan turis.

Dirangkum detikTravel, Kamis (19/3/2020), keputusan ini diambil setelah Chico Mendes Institute menyerukan untuk menutup semua taman nasional di Brasil, termasuk yang jadi rumah bagi patung setinggi 38 meter tersebut.

Gubernur Rio de Janeiro, Wilson Witzel bahkan sampai mengeluarkan dekrit yang menyatakan keadaan darurat terkait virus Corona di wilayahnya. Dekrit itu juga berisi pembatasan operasional bar dan restoran sampai 30% hingga 15 hari ke depan.

Wilson juga memerintahkan agar mal dan pusat perbelanjaan tutup, serta sekolah dan kampus. Semua aktivitas dan acara di luar ruangan juga dibatasi. Orang-orang juga diminta untuk menghindari pantai dan kolam renang umum.

"Kami takut, kami merasa tidak aman. Kami akan menikmati apa yang kami bisa, karena kita tidak boleh pergi kemana-mana dan harus tetap si rumah selama beberapa hari," kata Maurulivia Gomes (35), warga Brasil seperti dikutip dari AP.