Funakoshi Memorial : Monumen yang didirikan tahun 2008 ditepi Samudera Arctic ini untuk menghormati pilot wanita kebanggaan Alaska berkebangsaan Jepang yaitu Shima Funakoshi dan ibunya Yoshiko Funakoshi yang mana keduanya meninggal karena mengalami kecelakaan ketika terbang dari Barrow menuju Wainwright. Ibunya sedang berkunjung ke Alaska dari Jepang adalah tercatat sebagai nonpaying passenger di pesawat tersebut.
Birnirk Site: Adalah archeological site di tepi samudera Arctic. Tempat tinggal bawah tanah atau sod house yang dihuni oleh suku Birnirk yang merupakan cikal bakal suku Inupiat Eskimo. Tempat tersebut diregistrasikan menjadi daftar National Historic Landmark Amerika Serikat.
Whale Bone Arch: Sebuah monumen yang terbuat dari tulang ikan paus. Sebagai simbol 'Gate to the Arctic Ocean' yang mendiskripsikan kedekatan penduduk inupiat dan Samudera Arctic dalam rangka perburuan ikan paus atau whaling dan untuk mengenang para pemburu ikan paus yang hilang ketika berlayar.
Tempat ini juga menjadi icon kebanggaan kota Barrow sehingga tidak akan pernah terlewatkan jika sedang bertandang kesini. Terletak di dekat Top of The World hotel di tepi indahnya panorama Samudera Arctic.
Baleen Palm Trees: Point Barrow adalah daerah paling ujung utara dari negara USA yang jaraknya sekitar 14 km dari kota Barrow. Ketika Saya ke sana mobil yang kami tumpangi hanya berhenti sekitar separuh perjalanan karena jalan menuju ke ujung masih tertutup banyak salju harus diperlukan kendaraan salju. Biaya sewa mencapai USD 1.500.
Di sepanjang jalan terdapat beberapa pohon palem buatan yang cukup unik dan menarik perhatian untuk difoto. Dulu sebelum bertandang ke sini saya pikir pohon palem ini adalah satu-satunya pohon yang masih bisa tumbuh di sini. Penasaran kan? Silahkan pergi ke sini. You can see the baleen Palm Trees.
Inupiat Heritage Center: Tempat perhentian yang lebih sempurna adalah Inupiat Heritage Center. Satu-satunya museum yang berisi tentang kebudayaan suku Inupiat Eskimo. Admision fee nya sebesar USD 10 untuk dewasa, dan USD 5 jika anak-anak.
Di sini saya bisa melihat-lihat dan membaca cerita sejarah dan kebudayaan penduduk Inupiat Eskimo melalui foto-foto yang ada ceritanya dan artifact atau tiruan benda-benda bersejarah yang dipamerkan di museum ini. Cerita tentang bagaimana whaling atau perburuan ikan paus pun bisa dibaca di sini.
Berbagai macam bnatang yang diawetkan seperti burung, beruang kutub dan juga bowhead whale sungguh cantik menghiasi ruangan ini. Tarian khas penduduk Eskimo blanket toss dance juga menambah kemeriahan dan menghibur pengunjung di museum.
Di bagian ruangan lain terdapat berbagai macam baju tebal keseharian penduduk Eskimo yang terbuat dari bulu binatang asli yang sangat tebal begitu dipakai badan saya seketika terasa hangat. Jika mau membeli jaket ini harganya sangat mahal, lebih dari sepuluh juta rupiah karena terbuat dari bulu binatang asli.
Tidak ada tempat lain yang menjual cenderamata yang lengkap tentang Barrow kecuali di sini. Saya membeli beberapa kaos tanpa kerah dan kerajinan tangan penduduk setempat untuk oleh-oleh keluarga tercinta di rumah. Untungnya harga berbagai cenderamata di museum ini tidak membuat kantong jadi bolong.
Setelah tiga jam lebih mengikuti tour akhirnya dengan berat hati saya berpisah dengan Mr Mike. Saya memberikan biaya tour USD 100 dan sedikit tips sebagai tanda terima kasih. Saya mendapatkan selembar sertifikat sebagai bukti bahwa saya sudah mengelilingi tempat-tempat eksotis wilayah arctic circle di Kota Barrow.
Saya pun sangat bangga menerima penghargaan ini. Meski Mr Mike hanyalah seorang pemandu wisata lokal tetapi pengalaman beliau yang sudah 20 tahun lamanya membuat dia jadi pujaan para pelancong kelas wahid dari seluruh penjuru dunia.
Menjelajah kota Barrow banyak tersimpan keunikan yang belum pernah saya temui ditempat lainnya seperti : Tanah di sini tergolong permafrost yang artinya lapisan tanah dibawah mengandung es.
Oleh karena itu struktur bangunan rumah yang didirikan di kota Barrow harus dibuat panggung dengan pilar berbahan khusus untuk menghindari terjadinya panas yang mengakibatkan lapisan es di dalam tanah meleleh dan menyebabkan bangunan akan tenggelam.
Karena tanah yang tergolong permafrost tersebut mengakibatkan jalan-jalan di sini tidak diaspal karena akan selalu rusak. Rumah salju tidak saya temui di sini sebab mereka hanya membangun rumah Igloo di tengah laut yang beku untuk berlindung ketika berburu binatang.
Bahwa dengan adanya tanah permafrost banyak penduduk yang mempunyai permafrost freezer yaitu kulkas alami di bawah tanah untuk menyimpan bahan makanan terutama daging binatang hasil buruan supaya tidak membusuk.