Minggu, 15 Desember 2019

Mengulik Pesona Pantai Cantik di Bulukumba

Sebagai pecinta pantai, rasanya traveler wajib berkunjung ke Pantai Tanjung Bira yang cantik di Bulukumba. Ada juga destinasi menarik lainnya. Apa saja?

Pantai-pantai di Indonesia memang cantik. Seolah pantai yang membentang di pelosok negeri ini ingin saya singgahi semua. Tapi kali ini saya akan menceritakan pengalaman traveling pada Oktober kemarin ke salah satu destinasi wisata pantai yang berada di Bulukumba, Sulawesi Selatan yaitu Pantai Tanjung Bira dan Tebing Apparalang.

Traveling ini amat tepat disandingkan dengan peribahasa 'sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui'. Pasalnya saya singgah ke Pantai Bira dan Tebing Apparalang selepas mengikuti ajang olimpiade matematika di Jakarta.

Dari Jakarta saya bersama guru pendamping sebut saja Bu Rika, terbang menuju Makasar menggunakan maskapai Batik Air yang dipesan dua hari sebelum hari keberangkatan.

Penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta ke Makasar memakan waktu yang tidak terlalu lama, hanya 2 jam saja. Dan untuk urusan tiket pesawat dari dulu kami selalu percayakan sepenuhnya pada layanan penyedia tiket online dari tiket.com.

Selain praktis, pelayanannya yang cepat dan sigap, proses pembayarannya pun juga sangat mudah dan terjamin keamanannya. Tiket.com menjadi andalan berburu tiket pesawat dengan harga lebih murah sebagaimana yang kami angankan.

Selisih hingga ratusan ribu sangatlah menguntungkan, penghematan budget bisa kami pergunakan untuk tambahan uang saku selama dalam perjalanan.

Tiket.com juga memanjakan para pelanggannya dengan pengadaan tiket promo dalam setiap harinya. Pokoknya tiket.com selalu membuat kami puas dan tersenyum bahagia. Sebahagia manakala pesawat yang saya tumpangi berhasil landing mulus di bandara Sultan Hasanuddin Makasar yang kemudian perjalanan dilanjut ke rumah Bu Rika di Bulukumba.

Kami dijemput menggunakan mobil. Lumayan jauh jarak antara kota Makasar ke Bulukumba, mengikis waktu hingga 7 jam lamanya karena kondisi jalanan saat itu sedang dihadang macet. Biasanya jika jalanan lengang 5 jam tempuh sudah sampai di Bulukumba. Begitu terang Bu Rika.

Sesampai di rumah Bu Rika saya membereskan diri, makan dan kemudian istirahat. Esoknya selepas Dhuhur saya diajak Bu Guru Rika menikmati suasana Bulukumba dengan mengendarai sepeda motor.

"Yuk ke Pantai Tanjung Bira. Dan kalo masih ada waktu sekalian kita ke Appalarang"

"Dimana itu, Bu?" tanya saya yang merasa asing dengan nama-nama tempat yang disebutkan beliau.

" Pokoknya ayolah, nanti dijamin kamu bakalan nolak pulang, deh." Jawab beliau sembari terkekeh meyakinkan.

Nggreenggggg... kamipun berangkat berboncengan.

Pantai Tanjung Bira terletak di Jln. Tanjung Bira, Bonto Bahari.
Kebetulan cuaca agak kurang bersahabat, mendung tipis dan sedikit gerimis ketika kami belum tiba di tempat tujuan,tepatnya masih berada di tengah-tengah pejalanan.

Kami sebentar-sebentar musti mencari tempat berteduh tak kala kucuran air padat mulai membasahi tubuh, untungnya ada persediaan rain coat di jok motor. Kebetulan juga ada nenek Bu Rika yang tinggal di jalan poros Bulukumba-Bira, saya diajak oleh beliau singgah menselonjorkan kaki, makan-makan, dan melepas dahaga di situ.

Hujan mereda, kami bangkit melanjutkan pelancongan. Butuh waktu kurang lebih satu jam-an untuk kami sampai ke pantai Tanjung Bira. Dari kota Bulukumba menuju kecamatan Bonto Bahari jalanan yang kami lalui lumayan bagus dan bebas hambatan alias tidak ada jalanan bergelombang hingga pintu gerbang masuk Pantai Tanjung Bira.

Setelah merogoh kocek sebesar 25.000 untuk ongkos parkir dan tiket masuk, kamipun bebas melenggang menikmati panorama pantai yang indahnya tidak terkira. Saya sampai merasa tidak sedang menginjak bumi, tapi di nirwana.

Yang Cantik dari Gunungkidul: Pantai Sedahan

Menyambangi Pantai Sedahan di Gunungkidul bersama sahabat ternyata sangat menyenangkan. Pantai Sedahan, aku sungguh mencintaimu.

Penat pikiran setelah beradu dengan skripsi membuat seorang gadis asal Kalimantan Barat yang berdomisili di Jakarta menginjakan kakinya untuk pertama kali di kota Istimewa, Yogyakarta. Empat hari bermalam di sana membawa pengalaman tak terlupakan seumur hidup. Salah satunya ketika bepergian ke Pantai Sedahan.

Dorena, seorang sahabat yang memperkenalkanku dengan bahari Pantai Sedahan yang terletak di Gunung Kidul, Yogyakarta. Pagi-pagi sekali pukul 07.00, ia dan teman-temannya menjemputku untuk pergi ke Pantai Sedahan.

Berbekal dua sepeda motor, kami berangkat dari pusat kota. Jauhnya bukan main, tiga jam perjalanan non-stop dengan kondisi jalan yang berkelok dan menanjak. Setelah melalui semua ini, kamipun tiba di sebuah warung dekat Pantai untuk memarkirkan motor dan istirahat sejenak.

Sekitar pukul 10.30 kami berjalan menuju pantai. Aku membayangkan saat kami turun dari motor dan hanya akan berjalan sekitar 200 meter untuk melihat pantai. Semua pikiran itu sirna ketika Dorena berkata, "Yuk, kita beli air mineral untuk bekal kita saat naik bukit nanti,"

Terheran-heran aku dibuatnya, "Bukit apa lagi? Bukannya sudah tiga jam lamanya kita melakukan perjalanan ini?"

Ternyata, perjuangan kami belum selesai karena masih harus naik bukit sekitar 30 menit lamanya untuk menikmati keindahan pantai Sedahan.

Terik matahari pelan-pelan membakar kulit wajahku dan keringat mengucur basah di sekujur badanku. Semangat Bun, sebentar lagi sampai, itulah kata-kata motivasi yang selalu kukumandangkan dalam hati sembari melewati jalan bukit yang masih alami ini.

Ahhh... aku mendengarnya, yah aku mendengar suara desiran air dan hantaman ombak keras itu, kami tiba. Rasa lelah dan panas ini musnah begitu saja. Kulempar tas dan alas kakiku, bergegas mendekati pantai yang masih perawan itu.

Memukau, itu satu-satunya kata yang bisa kulontarkan untuk pantai Sedahan. Belum pernah aku melihat pantai seindah ini. Akibat besarnya ombak, terdapat peringatan untuk tidak boleh berenang di pantai ini.

Setelah puas bermain air, Dorena mengajak, "Bun, ayo lanjut lagi," Bingung dan penasaran, itu yang aku rasakan. Tanpa basa-basi akupun mengikutinya untuk naik bukit lagi. Kali ini hanya 10 menit saja.

Seketika kuterdiam, betul-betul membisu. Kurasakan kedamaian luar biasa dalam hati dan pikiranku setelah melihat pemandangan pantai dari atas bukit tertinggi. Aku mencoba menampar pipiku dan bertanya, ini nyata kan?. Terdengar sedikit lebay tapi ini benaran nyata dan ajaib.

Mengulik Pesona Pantai Cantik di Bulukumba

Sebagai pecinta pantai, rasanya traveler wajib berkunjung ke Pantai Tanjung Bira yang cantik di Bulukumba. Ada juga destinasi menarik lainnya. Apa saja?

Pantai-pantai di Indonesia memang cantik. Seolah pantai yang membentang di pelosok negeri ini ingin saya singgahi semua. Tapi kali ini saya akan menceritakan pengalaman traveling pada Oktober kemarin ke salah satu destinasi wisata pantai yang berada di Bulukumba, Sulawesi Selatan yaitu Pantai Tanjung Bira dan Tebing Apparalang.

Traveling ini amat tepat disandingkan dengan peribahasa 'sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui'. Pasalnya saya singgah ke Pantai Bira dan Tebing Apparalang selepas mengikuti ajang olimpiade matematika di Jakarta.

Dari Jakarta saya bersama guru pendamping sebut saja Bu Rika, terbang menuju Makasar menggunakan maskapai Batik Air yang dipesan dua hari sebelum hari keberangkatan.

Penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta ke Makasar memakan waktu yang tidak terlalu lama, hanya 2 jam saja. Dan untuk urusan tiket pesawat dari dulu kami selalu percayakan sepenuhnya pada layanan penyedia tiket online dari tiket.com.