Kamis, 12 Desember 2019

Gaya Tidur Penumpang Pesawat Ini Bikin Heboh, Ada Pro-Kontra

Baru-baru ini foto penumpang pesawat menghebohkan dunia maya. Penumpang itu menggantungkan selimut untuk menjadi sanggahan kakinya saat tidur.

Dilansir dari News Australia, penumpang yang tidak disebutkan namanya ini tidur dengan meluruskan kakinya di kursi pesawat. Dia terlihat menggantungkan selimut guna menumpangkan kaki di atasnya.

Perempuan yang duduk di dekat pintu keluar pesawat ini tampak menggunakan selimut pesawat untuk sanggahan kakinya. Foto ini diposting oleh akun Passenger Shaming di Facebook.

Fotonya pun mengundang respons dari netizen. Responnya pin bermacam-macam.

"Brilian, pemikirannya out of the box," kata seseorang yang mengomentari foto wanita ini.

Ada juga yang memuji aksinya karena dinilai baik untuk kesehatan. Menggantungkan kaki dapat memperlancar sirkulasi darah.

"Kelihatannya mengerikan, namun sejujurnya ini dapat mencegah pembekuan darah dan pembengkakan di kaki yang biasnya menjadi masalah bagi orang-orang, terutama pada mereka yang melakukan penerbangan jarak jauh," lalu komentar lain menambahkan, "dia terlihat nyaman tanpa merasa terganggu."

Namun, ada juga yang mengatakan bahwa wanita ini akan berpotensi menghalangi akses ke pintu darurat. Dia bisa membuat situasi jadi berbahaya. "Di depan pintu keluar, membahayakan ratusan nyawa, memang jenius," kata seseorang dengan sarkastis.

Yang lain juga menambahkan, posisinya yang dekat dengan pintu darurat memang bisa menyulitkan untuk evakuasi. "Bukan ide yang baik untuk evakuasi," tulis seseorang.

Ada juga komentar yang membela aksinya ini. Dia mengatakan wanita ini tidak menggantungkan selimut pada pegangan pintu. Netizen ini juga mengatakan penumpang ini tidak akan menyulitkan orang lain.

"Tidak, itu bukan pegangan untuk mengoperasikan pintu keluar, seperti pemikiran orang-orang dan jika keadaan darurat, saya cukup yakin dia akan bangun sama seperti orang-orang dalam pesawat,"ungkapnya

Jadi bagaimana menurut traveler?

Parah! Bisa-bisanya Bermesraan Hot Banget di Kursi Pesawat

 Tindakan dua orang penumpang pesawat ini sungguh tak patut ditiru. Keduanya bermesraan dengan sangat hot di kursi pesawat, sehingga akhirnya harus berurusan dengan polisi.

Sebagaimana diberitakan The Sun, kedua orang yang tak disebutkan namanya itu merupakan pemegang tiket pesawat dari Moskow ke Vladivostok yang merupakan sebuah kawasan di bagian timur Rusia.

Si penumpang pria (41 tahun) dan penumpang wanita itu (43 tahun) dilaporkan baru bertemu di bandara Moskow. Keduanya lantas naik ke pesawat maskapai Rossiya Airlines dan duduk di kursi ekonomi. Mereka lalu bermesraan dengan penuh gairah.

Hal itu tak pelak bikin risih penumpang lain. Apalagi tindakan keduanya dilaporkan sudah menjurus ke arah seksual. Awak kabin pun bertindak dan ada pula penumpang yang memvideokannya.

"Pesawat akan mendarat dan kalian akan keluar dari sini. Masukkan alat kelaminmu ke celana sekarang juga," kata seorang pramugari, yang terdengar dalam video tersebut, ke arah si penumpang pria.

"Angkat tanganmu dari alat kelaminnya sekarang juga," lanjut si pramugari, kali ini ke arah penumpang wanita.

Dalam potongan video lain, seorang awak kabin terdengar bilang begini ke si penumpang pria. "Anda tahu, kapten sudah diinformasikan bahwa kalian melakukan seks oral di tempat umum. Ada bukti video dan kami harus melaporkannya ke polisi."

"Kalian melakukan tindakan yang tidak patut di tempat umum. Anda mengeluarkan kelamin dan ia menyentuhnya dengan tangan. Ini semua sudah divideokan," tutur awak kabin itu.

Setelah mendarat, pihak kepolisian mendapati bahwa keduanya dalam kondisi mabuk. Pasangan ini kini menghadapi kemungkinan masa tahanan 15 hari (administrative arrest) dan denda.

Bisa Bikin Pramugari Terpental, Seberapa Bahayanya Turbulensi?

Saat naik pesawat, kita akan mengalami turbulensi. Sebenarnya seberapa bahayanya sih turbulensi itu?

Baru-baru ini, heboh video turbulensi parah di pesawat. Dalam videonya terlihat, seorang pramugari sedang menghidangkan makanan dan minuman. Sepersekian detik, turbulensi mengguncang kabin hingga membuat pramugari itu terpental.

Makanan dan minuman yang dipegangnya juga ikut tumpah, mengenai penumpang. Waduh!

Dilansir detikcom dari Conde Nast Traveler, turbulensi merupakan hal yang wajar saat pesawat mengudara. Turbulensi adalah perubahan kecepatan aliran udara yang membuat pesawat tergoncang. Perubahan kecepatan aliran udara tersebut terjadi karena banyak faktor seperti angin, badai, kecepatan pesawat sendiri, gumpalan awan, hingga berdekatan dengan kawasan pegunungan.

Jika diibaratkan begini, turbulensi itu bagaikan lubang di jalan raya. Saat kita naik kendaraan dan menghempas lumbang tersebut, badan kita pasti tergoncang.

Yang harus diingat, kadang turbulensi terasa begitu kecil goncangannya. Namun bisa juga, goncangannya begitu besar.

Turbulensi pasti terjadi dalam suatu penerbangan pesawat, tapi penumpang jangan khawatir. Turbulensi tidak berbahaya.

Sebabnya, pilot sudah terlatih untuk menghadapi turbulensi. Pilot pun sudah tahu kapan akan terjadi turbulensi, karena mendapat informasi cuaca terlebih dulu. Pilot juga akan dengan cermat mempelajari pola cuaca di rute yang akan dilewati.

Patrick Smith, penulis 'Ask the Pilot' dan 'Cockpit Confidential' yang juga pernah bekerja sebagai pilot menjelaskan, pesawat sudah dirancang sebaik mungkin untuk menghadapi turbulensi. Kecelakaan pesawat karena turbulensi pun minim.

"Pesawat-pesawat sudah dirancang untuk menghadapi turbulensi yang keras sekalipun," katanya.

Memang, tak ayal ada penumpang yang takut turbulensi. Kadang sampai deg-degan, cemas, hingga sesak nafas yang disebabkan oleh kepanikannya sendiri.

Ron Nielsen, seorang mantan pilot dan sudah bekerja puluhan tahun di industri penerbangan memberi trik bagi penumpang yang takut turbulensi. Caranya, ganggu pemikiran Anda sendiri!

"Kalau misalnya dia biasa menulis dengan tangan kanan, coba menulis dengan tangan kiri. Atau jika biasanya suka baca novel fiksi, maka coba baca koran. Saat itulah otaknya akan bekerja ekstra keras pada apa yang dia lakukan, karena hal-hal yang belum atau jarang dilakukannya," paparnya.

Satu yang pasti, jika awak kabin menyuruh memakai sabuk pengaman (seat belt) maka sebaiknya penumpang mematuhinya. Pun jika tanda sabuk pengaman dinyalakan, Anda diharuskan untuk memakai sabuk pengaman.

Sebabnya, arahan tersebut berasal dari pilot dan dia sudah memperhitungkan akan ada turbulensi. Makanya, jadi penumpang pesawat yang baik dan patuhi segala aturan ya!

Kata Pilot soal Makna Aturan Meja Lipat dan Kursi Pesawat

 Penumpang pesawat terbang senantiasa diingatkan soal kondisi meja lipat dan posisi kursi, secara khusus saat lepas landas dan pendaratan. Apa sih tujuan aturan itu?

Patrick Smith, seorang pilot yang juga penulis buku Cockpit Confidential, memberikan jawaban. Pertama adalah kenapa meja lipat kursi pesawat (tray tables) harus dalam posisi terkunci dalam kondisi tertentu seperti saat takeoff dan landing.

"Meja lipat Anda harus dalam posisi terkunci sehingga jika ada pergerakan mendadak pesawat atau kecepatan yang menurun tiba-tiba, tubuh Anda takkan tertusuk. Itu juga memudahkan proses jalur evakuasi," katanya seperti diberitakan Express.co.uk.

Ia kemudian menjelaskan mengapa penumpang pesawat sewaktu-waktu akan diminta untuk menegakkan kursi dari posisi berbaring, secara khusus dalam keadaan turbulensi atau lepas landas dan pendaratan.

"Restriksi terhadap posisi kursi menghadirkan akses lebih mudah ke lorong pesawat dan juga membuat tubuh Anda berada pada posisi yang paling aman," ucap Smith.

"(Posisi) itu mengurangi potensi cedera whiplash-style (cedera pada leher yang diakibatkan akselerasi-deakselerasi mendadak) dan mencegah Anda dari 'submarining', begitu istilahnya, di bawah ikatan sabuk pengaman," tuturnya menjelaskan.