Selasa, 10 Desember 2019

Dikunjungi Prabowo di Kantor, Luhut: Makan Siang Saja

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Kedua sahabat lama ini bertemu di kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman dan Investasai.

Usai pertemuan, Luhut dan Prabowo keluar barsama menuju lobi Kemenko Kemaritiman. Nampak pula Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin jalan bareng Luhut dan Prabowo di Kemenko Kemaritiman.

Saat ditanya soal isi pertemuan, Luhut enggan banyak komentar. "Makan siang saja," jawab Luhut sambil berjalan menuju mobilnya.

detikcom mencoba mengkonfirmasi langsung ke Ngabalin soal pertemuan yang dihadirinya bersama Luhut dan Prabowo. Ngabalin menyatakan itu hanya pertemuan makan siang biasa.

Katanya, Luhut dan Prabowo sudah lama tidak makan siang bareng. Menurutnya, tidak ada hal penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Beliau berdua sudah lama nggak makan siang. Jadi pertemuan siang tadi makan siang saja dan memang sudah lama nggak jumpa untuk agenda seperti lunch," ungkap Ngabalin lewat pesan WhatsApp kepada detikcom.

Usai pertemuan, Ngabalin ikut mendampingi Luhut menuju Istana Negara untuk rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

"Setelah itu saya mendampingi Pak Menko menuju istana untuk ratas dengan Bapak Presiden," kata Ngabalin.

Luhut Beri Aturan Main ke Edhy Prabowo Tangani Kapal Eks Maling Ikan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan hari ini memanggil Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke kantornya. Pertemuan tersebut membahas nasib kapal maling ikan ke depan.

Luhut mengatakan sudah memberikan aturan main tentang status bekas kapal maling ikan kepada Edhy. Hal ini terkait keinginannya yang menginginkan kapal tersebut untuk dihibahkan kepada orang yang membutuhkan.

"Kapal tadi kita bicara semua biarlah Pak Edhy buat studi dengan timnya. Tapi kita sudah jelaskan rambu-rambu bermain," ucap Luhut di kantornya, Selasa (19/11/2019).

Rambu-rambu bermain yang dimaksud Luhut adalah bagaimana aturan terkait penghibahan kapal itu bisa memberikan dampak positif bagi semua pihak.

"Jadi rambu-rambu bermain itu bagaimana nelayan bisa enak, terus Indonesia juga dapat revenue yang bagus, laut terpelihara baik, kemudian hubungan dengan negara-negara lain bagus," katanya.

Lebih lanjut, Luhut bilang bahwa semua itu dibutuhkan pengawasan dan perencanaan yang matang.

"Tapi ujung-ujungnya itu perencanaan yang matang dan pengawasan. Jadi pengawasan dan perencanaan yang matang," jelasnya.

Sebelumnya, Edhy mengatakan pihaknya tidak akan asal-asalan menyerahkan kapal maling ikan kepada penerima kapal. Edhy tidak mau, kapal yang sudah dihibahkan malah mangkrak atau malah dijual.

"Ya nanti dulu makanya kita liat kan yang jelas kami lagi menyiapkan siapa penerimanya, siapa yang akan menjadi tujuan. Begitu kita serahkan, kita harus cek sebulan dua bulan ke depan kapalnya menghasilkan nggak? Jangan-jangan mangkrak lagi atau malah dijual," tuturnya.

Senin, 09 Desember 2019

Ingin Sempurna dengan Oplas, Wanita Ini Malah Kehilangan Puting Payudara

Bukannya tampil sempurna, puting payudara seorang wanita hilang usai operasi plastik di Kolombia. Wanita asal Florida ini awalnya melakukan sedot lemak di perut, pengurangan ukuran payudara, dan pengangkatan bokong. Selain kehilangan puting, dia juga mengalami infeksi dari bekas luka operasi.

"Saya sangat malu dengan keputusan ini. Sejujurnya saya merasa seperti monster sekarang," kata Lyndsay Colosimo kepada situs WPTV.com dikutip dari Fox News.

Colosimo sempat sedot lemak pada 2012 namun tidak senang dengan hasilnya, sehingga ingin melakukan revisi. Saat berkunjung ke klinik tempatnya operasi, Colosimo juga disarankan melakukan breast reduction dan bum lift. Meski berlawanan dengan prioritasnya, Colosimo menerima saran tersebut dan percaya kemampuan dokter yang bersangkutan.

Efek buruk operasi langsung dirasakan Colosimo saat sadar dari bius operasi. Dia muntah saat dokternya tak ada di tempat. Kondisi tersebut berlanjut beberapa hari dan Colosimo mulai melihat titik hitam di bawah perbannya. Dengan kondisi yang makin buruk, Colosimo juga melihat 30 persen putingnya berwarna hitam.

Colosimo sempat mengirim pesan pada dokter yang menanganinya tentang kondisi yang dialami. Menurut Colosimo, dokter tersebut mengatakan kondisinya baik-baik saja. Colosimo sempat dikunjungi seorang suster yang justru membuka luka bekas operasi saat menjalani penyembuhan.

Saat kembali ke Florida, dia segera ke dokter lain bersama sepupunya. Hasil diganosis menyatakan putingnya mengalami nekrosis atau kematian jaringan. Dia juga didiagnosis terinfeksi E coli dan perlu banyak operasi untuk membenahi luka di perut. Tindakan lain yang perlu dilakukan adalah terapi penyembuhan luka dan ganti perban tiap hari. Saat ini, Colosimo telah berkonsultasi pada dokter yang baru selama satu bulan.

Terkait kasus tersebut, American Society of Plastic Surgeons (ASPS) mengingatkan risiko setelah operasi yang meningkat selama tinggal di luar negeri. ASPS juga memperingatkan risiko emboli paru dan darah membeku selama penerbangan jauh. Pasien sebaiknya mempertimbangkan risiko ini sebelum menentukan jasa medis yang hendak digunakan.

Banyak Tumbuh Kutil di Leher dan Puting Payudara, Apa Penyebabnya?

Dok ketika saya hamil anak pertama di leher saya banyak tumbuh kutil. Sebelum menikah hanya beberapa saja, tapi sekarang jadi banyak kutil yang tumbuh di sekitar leher. Ada juga yang tumbuh di dekat puting.

Apa saya terkena penyakit berbahaya atau parasit berbahaya? Bagaimana pengobatannya dan apa obatnya? Mohon bantuannya.

Aulia Andriani (Wanita, 42 tahun)

Jawaban

Skin tags (Kutil pada kulit) muncul karena adanya pertumbuhan kulit berlebihan terutama daerah lipatan, contohnya leher. Pada ibu hamil, karena pengaruh hormonal dan peningkatan berat badan, kadang kutil tumbuh lebih banyak.

Terapi yg saat ini efektif bagi kutil adalah dengan melalukan terapi listrik dengan nama elektrokauter. Tetapi pada ibu hamil, terapi ini sebaiknya dihindari terutama pada trimester kedua dan ketiga untuk menghindari efek samping yg tidak diinginkan, salah satunya kontraksi rahim selama tindakan.