Senin, 09 Desember 2019

Ingin Sempurna dengan Oplas, Wanita Ini Malah Kehilangan Puting Payudara

Bukannya tampil sempurna, puting payudara seorang wanita hilang usai operasi plastik di Kolombia. Wanita asal Florida ini awalnya melakukan sedot lemak di perut, pengurangan ukuran payudara, dan pengangkatan bokong. Selain kehilangan puting, dia juga mengalami infeksi dari bekas luka operasi.

"Saya sangat malu dengan keputusan ini. Sejujurnya saya merasa seperti monster sekarang," kata Lyndsay Colosimo kepada situs WPTV.com dikutip dari Fox News.

Colosimo sempat sedot lemak pada 2012 namun tidak senang dengan hasilnya, sehingga ingin melakukan revisi. Saat berkunjung ke klinik tempatnya operasi, Colosimo juga disarankan melakukan breast reduction dan bum lift. Meski berlawanan dengan prioritasnya, Colosimo menerima saran tersebut dan percaya kemampuan dokter yang bersangkutan.

Efek buruk operasi langsung dirasakan Colosimo saat sadar dari bius operasi. Dia muntah saat dokternya tak ada di tempat. Kondisi tersebut berlanjut beberapa hari dan Colosimo mulai melihat titik hitam di bawah perbannya. Dengan kondisi yang makin buruk, Colosimo juga melihat 30 persen putingnya berwarna hitam.

Colosimo sempat mengirim pesan pada dokter yang menanganinya tentang kondisi yang dialami. Menurut Colosimo, dokter tersebut mengatakan kondisinya baik-baik saja. Colosimo sempat dikunjungi seorang suster yang justru membuka luka bekas operasi saat menjalani penyembuhan.

Saat kembali ke Florida, dia segera ke dokter lain bersama sepupunya. Hasil diganosis menyatakan putingnya mengalami nekrosis atau kematian jaringan. Dia juga didiagnosis terinfeksi E coli dan perlu banyak operasi untuk membenahi luka di perut. Tindakan lain yang perlu dilakukan adalah terapi penyembuhan luka dan ganti perban tiap hari. Saat ini, Colosimo telah berkonsultasi pada dokter yang baru selama satu bulan.

Terkait kasus tersebut, American Society of Plastic Surgeons (ASPS) mengingatkan risiko setelah operasi yang meningkat selama tinggal di luar negeri. ASPS juga memperingatkan risiko emboli paru dan darah membeku selama penerbangan jauh. Pasien sebaiknya mempertimbangkan risiko ini sebelum menentukan jasa medis yang hendak digunakan.

Banyak Tumbuh Kutil di Leher dan Puting Payudara, Apa Penyebabnya?

Dok ketika saya hamil anak pertama di leher saya banyak tumbuh kutil. Sebelum menikah hanya beberapa saja, tapi sekarang jadi banyak kutil yang tumbuh di sekitar leher. Ada juga yang tumbuh di dekat puting.

Apa saya terkena penyakit berbahaya atau parasit berbahaya? Bagaimana pengobatannya dan apa obatnya? Mohon bantuannya.

Aulia Andriani (Wanita, 42 tahun)

Jawaban

Skin tags (Kutil pada kulit) muncul karena adanya pertumbuhan kulit berlebihan terutama daerah lipatan, contohnya leher. Pada ibu hamil, karena pengaruh hormonal dan peningkatan berat badan, kadang kutil tumbuh lebih banyak.

Terapi yg saat ini efektif bagi kutil adalah dengan melalukan terapi listrik dengan nama elektrokauter. Tetapi pada ibu hamil, terapi ini sebaiknya dihindari terutama pada trimester kedua dan ketiga untuk menghindari efek samping yg tidak diinginkan, salah satunya kontraksi rahim selama tindakan.

Miss V 'Masuk Angin' Sehabis Bercinta, Normalkah?

Queef atau suara kentut yang keluar dari Miss V seusai bercinta kerap bikin resah. Namun dokter mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Itu normal, nggak apa-apa," tegas dr Ni Komang Yeni, SpOG, dokter kandungan dari Bamed Women's Clinic, ditemui baru-baru ini.

Menurut dr Yeni, suara mirip kentut tersebut berasal dari udara yang terperangkap di dalam rongga Miss V. Udara tersebut keluar melalui celah sempit seusai berhubungan seks, sehingga mengeluarkan bunyi.

"Vagina itu bentuknya 'H'. Kalau memang tidak maksimal masuknya penis, ada udara yang terperangkap di bagian H bagian atas," jelas dr Yeni.

Selama berhubungan seks, udara tersebut tertahan oleh Mr P sehingga tidak bisa keluar. Udara tersebut umumnya baru bisa keluar setelah sesi bercinta selesai.

Tren Perineum Sunning, Menjemur Alat Kelamin untuk Kepuasan Seksual

Dalam beberapa bulan belakangan, tren perawatan diri terbaru yang dinamakan butthole sunning mulai mendapat perhatian dari banyak kalangan, dimulai dari peran selebgram dan influencer di sosial media yang foto dan videonya menjadi viral.

Beberapa waktu lalu, postingan seorang wanita menjadi viral di Instagram setelah ia membagikan foto dirinya tanpa busana dan terlihat menjemur anusnya.

Adalah Meagan, influencer kebugaran, yang berasal dari California, mengatakan ritual ini disebut sebagai Perineum Sunning, yang ia lakukan agar bisa tidur lebih nyenyak, lebih berenergi, dan memiliki dorongan seks yang lebih besar.

Dalam foto itu, Meagan benar-benar berbaring tanpa sehelai benang pun dengan memegangi kakinya dan mengarahkannya langsung ke sinar matahari. "Saya tidak pernah merasa malu ketika melakukannya karena saya lebih suka telanjang kapan pun saya bisa," katanya dikutip dari Metro.co.uk

Pakar seks dan hubungan dari Inggris, Alila Grace, setuju bahwa perenium sunning dan 'yoni' (vagina) sunning memiliki banyak manfaat.

"Dengan mengekspos bagian tubuh kita yang paling gelap atau yang paling yin ke sinar matahari, kita membawa harmoni dan keseimbangan. Ini juga sangat menyegarkan dan merangsang energi seksual kita," sebut Alila.

Namun perlu diketahui, perineum adalah area kulit dan jaringan yang sangat tipis di antara vagina atau penis dan anus. Tidak boleh membiarkannya terkena sinar matahari tanpa perlindungan apapun.

Spesialis kulit dari Pusat Bedah Dermatologi, Kosmetik & Laser Mount Kisco David E. Bank, MD, kepada Health, mengatakan area ini sama seperti area lain yang membutuhkan perlindungan dari sinar matahari dan harusnya terlindungi oleh pakaian yang dikenakan.

"Ini sebenarnya berbahaya. Kulit bagian ini sangat sensitif. Seiring waktu, itu dapat mengakibatkan peningkatan risiko kanker kulit," tutup David.

Merasa Nyeri di Miss V dan Sulit Orgasme Saat Bercinta Tanda Disfungsi Seksual

Punya hubungan yang baik dengan pasangan tapi belum pernah orgasme? Atau sudah coba beberapa cara berhubungan seksual, namun malah menimbulkan rasa nyeri pada miss V dan nggak ingin lagi mencoba? Bisa jadi kamu mengidap disfungsi seksual.

Sayangnya, banyak wanita belum sadar ia mengalami disfungsi seksual. Padahal mengalami kondisi ini bisa bikin gairah seks menurun dan harus mendapat pengobatan.

Penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa disfungsi seksual adalah hal yang umum, dan dilaporkan terjadi pada 43 persen perempuan, dan 31 persen pria. Terbukti, ternyata lebih banyak perempuan yang berjuang menangani disfungsi seksual.

Spesialis Obgyn dari RS Pondok Indah dr Grace Valentine, SpOG, menilai masalah disfungsi seksual ini dapat menyerang segala usia. Meski pada umumnya terjadi pada orang dewasa yang mengalami penurunan kesehatan, pasangan usia muda pun ternyata dilaporkan semakin banyak yang mengidap disfungsi seksual.

"Seorang perempuan bisa mengalami satu atau beberapa jenis disfungsi seksual sekaligus dalam waktu bersamaan. Gangguan ini dapat terjadi sejak wanita mulai aktif secara seksual atau baru muncul di kemudian hari meskipun sebelumnya tidak ada masalah," ujarnya saat ditemui di daerah Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (27/11/2019).

Wanita yang memiliki disfungsi seksual namun enggan berterus terang dapat menimbulkan dampak serius yang terbagi ke dalam dua hal yaitu anorgasmia atau kesulitan orgasme, dan nyeri saat berhubungan yang biasa disebut dispareunia.