Selasa, 10 Desember 2019

Jokowi Sindir Dominasi Kopi dan Ayam Goreng Asing di Rest Area

Ratas yang dipimpin Jokowi akhirnya memutuskan bahwa pemerintah akan membatasi jumlah gerai perusahaan kopi dan ayam goreng asing di rest area atau tempat peristirahatan sementara di jalan tol.

Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki usai rapat terbatas mengenai pemberdayaan UMKM Tahun 2020 di kantor Presiden, Jakarta Pusat.

"Diprioritaskan saja yang lokal, mungkin persentasenya (dibatasi)," kata Teten di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Teten menjelaskan alasan memprioritaskan pelaku UMKM lokal di rest area dikarenakan banyak pelaku usaha yang terdampak setiap pembangunan jalan tol.

"Biasanya pembangunan tol akan mematikan UMKM di jalur konvensional. Ketika ada jalur tol, maka restoran dan toko suvenir dan oleh-oleh itu mati. Presiden minta supaya UMKM lokal diberi akses jualan di rest area," jelas dia.

Salah satu yang diprioritaskan adalah UMKM sektor makanan dan minuman, seperti ayam goreng, kue, dan lainnya yang sudah memiliki kualitas tinggi.

Daftar Kebijakan 'Kejam' Ari Askhara ke Awak Kabin Garuda

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah mencopot Ari Askhara dari posisi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ari dicopot karena terjerat skandal Harley Davidson.

Saat masih menjabat, Ari dianggap membuat beberapa kebijakan yang menyengsarakan awak kabin. Kebijakan itu membuat awak kabin sampai opname hingga berkurang pendapatannya.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi), Zaenal Muttaqin kepada detikcom, Selasa (10/12/2019). Apa saja kebijakan Ari? Ini daftarnya:

1. Terbang Belasan Jam PP Jarak Jauh Nonstop

Zaenal menyebut, kebijakan yang menyengsarakan awak kabin ialah penerbangan jarak jauh pergi pulang (PP). Penerbangan jarak jauh PP membuat awak kabin merasa kelelahan karena tidak menginap.

Ia mengatakan, penumpang yang tidak banyak beraktivitas di atas pesawat saja merasa kelelahan karena tekanan dan oksigen yang terbatas. Sementara, awak kabin harus belasan jam beraktivitas di pesawat. Di atas pesawat, awak kabin juga mesti memastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita kerja itu malam lho. Kita kerja jam 11 malam kita berangkat ke sana, sampai sana pagi seperti Melbourne, Sydney sampai sana pagi menjelang siang lah. Nanti balik lagi, dari sana balik lagi ke Jakarta, sampai Jakarta sore. Itu kan nggak manusiawi," katanya.

Imbas kelelahan itu, Zaenal menuturkan, sebanyak 8 awak kabin diopname. Kebijakan PP jarak jauh sendiri diterapkan Ari Askhara pada tahun ini.

2. Mutasi Tanpa Aturan yang Jelas

Kebijakan yang membuat awak kabin menderita selanjutnya ialah mutasi di luar Jakarta, tanpa aturan yang jelas. Dia menjelaskan, mutasi seharusnya menimbang keluarga dan kesejahteraan.

Zaenal mengatakan, jika awak kabin dipindah ke luar Jakarta maka jumlah penerbangan semakin kecil. Di sisi lain, awak kabin mengandalkan pendapatan berupa gaji pokok dan uang terbang.

"Kebijakan lain berkenaan dengan rotasi, penempatan base lain yang ada di Jakarta seperti Denpasar, Ujung Pandang, itu juga tidak melalui aturan yang jelas. Jadi semaunya dia aja," katanya.

"Sehingga jam terbang dia sebagai pendapatan menurun, artinya menyengsarakan temen-temen, kecuali atas permintaan dia sendiri, karena memang keluarga di sana, itu lain persoalan," sambungnya.

3. Perlakuan Diskriminatif

Zaenal juga merasakan perlakuan yang berbeda antara pegawai darat, awak kabin dan pilot. Perlakuan berbeda ini sebenarnya sudah lama namun semakin terasa di bawah kepemimpinan Ari Askhara.

Tak secara detil, yang pasti, kata dia, pendapatan untuk para awak kabin terus ditekan.

"Ketimpangan pendapatan 3 bagian itu kelihatan, pilot, darat, ada kabin itu ketimpangan keliatan. Yang cost budget selalu diturunkan biasanya kita-kita. Kita dipres abis, tapi yang lain nggak dipres sama dia, yang sekarang ini, malah dimanjakan. Sudah besar gajinya, tunjangan besar, ditambah apalagi yang dia mau," tutupnya.

Jokowi Kesal soal Ayam di Rest Area, Basuki: Harus Ada Jangkarnya

Baru-baru ini, Presiden RI Joko Widodo menumpahkan kekesalannya terkait brand asing penjual ayam goreng dan minuman kopi yang lebih menjamur di rest area tol di Indonesia. Brand-brand asing tersebut dirasa masih lebih banyak ketimbang produk lokal.

Beberapa nama menteri disentil Jokowi menyangkut hal itu, salah satunya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Merespons hal tersebut, Basuki menjelaskan sudah ada aturan yang mengatur porsi asing dan lokal di sebuah rest area.

"Kan sudah ada aturan terkait 30% untuk (brand) asing dan 70% untuk lokal. Lagi pula, (brand asing) itu tetap harus ada seperti Starbucks atau KFC, karena tanpa itu, seperti yang kita liat di rest area Solo-Surabaya, isinya pick up semua," ujar Menteri Basuki di Gedung Kementerian PUPR, Selasa (10/12/2019).

Menurutnya, kehadiran brand asing di rest area harus tetap ada demi menjadi daya tarik bagi pengguna jalan atau sebagai jangkarnya. Sehingga, pada akhirnya pelaku usaha lokal lainnya dapat ikut diuntungkan.

"Harus ada KFC atau Starbucks satu jadi anchor (jangkar) nya, supaya orang mau ke situ jadi menyebar ke yang lain seperti ke Pecel Rawon," katanya.

Basuki pun memastikan bahwa porsi 70% keberadaan brand lokal di rest area maupun sentra-sentra ekonomi kawasan infrastruktur baru lainnya sudah terpenuhi sesuai aturan.

"Ya saya kira sudah ada 70% yang baru-baru (brand lokal) ya, seperti Sate Maranggi pasti ada, Soto Padang, Pecel Madiun, Rawon Uling, pasti ada," katanya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah memang sudah mengamanatkan aturan kepemilikan kios di rest area melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 10/PRT/M/2018 tentang Tempat Peristirahatan dan Pelayanan pada jalan tol.

Beleid ini menginstruksikan seluruh pengelola tol untuk menyediakan lahan pelaku usaha lokal sebanyak 70%. Khusus untuk UMKM dan Koperasi, aturan ini juga punya porsinya sendiri yaitu masing-masingnya wajib mengisi area sebesar 20% dan 30% di sebuah jalan tol yang baru beroperasi.

Jokowi Sindir Dominasi Kopi dan Ayam Goreng Asing di Rest Area

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada jajaran menteri untuk memprioritaskan produk UMKM lokal berada di rest area atau tempat pemberhentian sementara jalan tol. Hal itu menyusul kualitasnya tinggi.

Hal itu diungkapkannya saat rapat terbatas (ratas) pemberdayaan UMKM Tahun 2020. Jokowi pun sempat menyinggung dominasi perusahaan kopi dan ayam goreng asing.

Dia pun memerintahkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Menteri BUMN Erick Thohir untuk menyusun prioritas pemberdayaan UMKM di rest area jalan tol.

Jokowi menyinggung soal eksistensi perusahaan kopi dan ayam goreng yang sudah mendominasi di Indonesia. Dalam pembukaan rapat terbatas (ratas) mengenai pemberdayaan UMKM tahun 2020 perusahaan lokal harus lebih mendominasi.

"UMKM ini sudah saya ulang-ulang ke Menteri PU (Basuki Hadimuljono), Menteri Perhubungan (Budi Karya) untuk mengisi sentra-sentra ekonomi di kawasan infrastruktur yang baru yang telah dibangun," kata Jokowi di kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/12/2019).

"Misalnya rest area jalan tol, rest area di jalan tol isi dengan produk-produk brand lokal, karena yang lalu-lalu kita lihat kalau rest area itu pasti isinya kalau kopi ya kopi itu, kalau ayam ya ayam itu, nggak usah saya sebutkan saya kira Bapak Ibu tahu semuanya, ini mulai harus digeser" tambahnya.

Menurut Jokowi, produk kopi lokal dan ayam goreng lokal saat ini memiliki kualitas yang bagus. Bahkan, banyak kopi lokal dan ayam goreng lokal yang digemari oleh masyarakat.

Eks Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan bahwa pemberdayaan UMKM nasional harus menjadi komitmen bersama. Lokasi yang akan mengutamakan UMKM lokal adalah rest area di jalan tol Trans Sumatera.

Kopi dan ayam goreng asing akan dibatasi?