Rabu, 04 Desember 2019

Ada yang Sampai 6 Tahun Tak Dicukur, Apa Sih Manfaat Rambut Kemaluan?

 Tidak ada yang melarang untuk membiarkan rambut kemaluan tumbuh subur. Meski begitu, rambut pubis yang tumbuh panjang seperti rapunzel hingga keluar bikini terkadang kurang nyaman.

Untuk itu merapikan atau mencukurnya menjadi solusi kembalikan rasa nyaman. Bukan hanya untuk orang yang bersangkutan, tetapi juga untuk pasangannya. Dalam postingan yang viral baru-baru ini, seorang suami memprotes istrinya yang sudah 6 tahun tidak mencukur rambut kemaluan.

Nggak nyaman sih kalau terlalu lebat. Tapi sebenarnya, mencukur rambut kemaluan memang tidak perlu dilakukan terlalu sering karena ada risikonya.

"Jika Anda menghilangkan rambut terlalu sering, Anda bisa berakhir dengan sesuatu yang disebut folliculitis, yang merupakan infeksi pada folikel rambut," kata seorang pakar kesehatan, Dr Metz, dikutip dari Women's Health.

Dengan begitu, mencukur rambut pubis sebaiknya dilakukan saat sudah terlalu panjang dan dirasa kurang nyaman. Tak perlu lakukan terlalu sering untuk menghindari iritasi.

Selain itu, kelemahan mencukur rambut pubis terlalu sering cenderung membuat rambut kemaluan tumbuh ke dalam. Ini adalah saat rambut tumbuh kembali tetapi akhirnya melengkung ke dalam kulit, yang dapat menyebabkan benjolan dan iritasi. Hal ini dapat dicegah dengan mengoleskan krim hidrokortison (obat pereda peradangan) setelah bercukur untuk mencegah rambut tumbuh ke dalam.

Sebenarnya ada beberapa manfaat membiarkan rambut kemaluan tumbuh subur. Dikutip dari Health Life, sebuah penelitian mengatakan membiarkan rambut kemaluan panjang bisa menjadi perlindungan kecil terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS). Hal itu karena beberapa metode mencukur menimbulkan risiko berkembang biak bakteri melalui luka atau dengan mengekspos folikel rambut.

Membiarkannya tumbuh dapat dikatakan menjadi sedikit penghalang IMS menular dengan cepat. Tetapi, perlindungan lain seperti kondom baiknya tetap dipakai untuk mencegah IMS.

Ikut-ikutan Tren Perineum Sunning, 'Thanos' Menderita Anusnya Terbakar

 Aktor Josh Brolin memiliki pesan untuk kaum muda yang ingin mencoba tren perinium sunning yang sedang viral belakangan ini: menjemur alat kelamin bukanlah ide yang baik. Aktor yang berperan sebagai Thanos di film Avengers ini sebelumnya melihat postingan tentang perineum sunning dan memutuskan untuk mencobanya.

Perinium sunning atau tren menjemur area di antara anus dan organ vital yang dipercaya memiliki banyak manfaat memang sedang digandrungi banyak orang. Namun karena mencoba hal itu, bukannya mendapat manfaat, Brolin malah membakar anusnya.

"Area di sekitar anusku terbakar hebat. Bukannya menghabiskan hari dengan berbelanja bersama keluargaku, aku malah mendinginkan area terbakar itu dengan es dan lidah buaya karena rasa sakitnya yang luar biasa," tulisnya di akun instagram pribadi miliknya.

Menjemur alat vital memang bukan ide yang bagus. Ia berharap tak ada lagi yang mengalami kondisi serupa.

Menanggapi hal tersebut, dokter kulit yang berbasis di New York, Jeremi Fenton, tidak terkejut Brolin mengalami kondisi tersebut. "Area ini rentan karena dua alasan," katanya mengutip Insider.

"Yang pertama ini adalah area yang tidak mendapat banyak sinar matahari di kebanyakan orang jadi responsnya tidak seperti area tubuh lain saat terpapar sengatan matahari. Kedua, area itu sangat sensitif jadi akan lebih mudah untuk terbakar dan itu sangat tidak nyaman," kata Fenton.

Fenton berkata jika mereka tetap bersikeras menjemur alat kelamin di bawah sinar matahari, peluang untuk mengalami sengatan dan penyakit-penyakit yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

"Ada beberapa bukti menunjukkan alat kelamin lebih rentan mengalami kanker kulit. Kanker kulit yang berkembang di area ini mungkin akan lebih sulit dideteksi karena orang tidak secara teratur melihat organ vital mereka," pungkas Fenton.

Usai Cukur Rambut Kemaluan, Ibu Ini Nyaris Kehilangan Kaki

Tak disangka kegiatan mencukur rambut kemaluan malah membuat ibu ini mengalami infeksi parah. Tak hanya hampir kehilangan kaki, bahkan infeksi ini bisa mematikan.

Kisah ini bermula saat Dana Sedgewick (44) mencukur rambut kemaluan dengan pisau cukur baru. Sayangnya ada sedikit luka di selangkangannya akibat terkena pisau cukur itu.

Nah, beberapa waktu kemudian muncul ruam merah di kakinya. Yang mengejutkan ruam itu malah jadi menghitam. Dokter menyebut Dana mengalami nekrosis fasciitis, suatu infeksi pemakan daging. Sehingga dokter menggelar operasi untuk menghilangkan bagian yang hitam dan membusuk.

Selama 10 jam dokter berjuang menyelamatkan kaki Dana. Mulanya tim medis memotong tujuh inci kulit yang terinfeksi. Lalu mereka mengeluarkan daging yang sakit dan menutupnya dengan kulit dari punggung Dana.

Dikutip dari Daily Mail, Dana mengalami sepsis selama prosedur berlangsung. Untuk meningkatkan keberhasilan bertahan hidup, Dana dibiarkan koma selama sembilan hari. Menurut dokter, Dana hanya memiliki peluang 30 persen untuk bertahan hidup lantaran mengalami gagal ginjal dan jantungnya bahkan sempat empat kali berhenti.

Untunglah Dana bisa bertahan. "Saat bangun, kaki saya sudah dibalut perban dan saya tidak ingat apa yang terjadi. Saya pikir saya baru saja mengalami kecelakaan mobil," ujar Dana, dikutip dari express.co.uk.

Lalu dokter menyinggung masalah mencukur dan Dana langsung teringat sebelum mengalami infeksi parah, dirinya sempat mencukur rambut kemaluan. "Dokter bilang luka di selangkangan saya terinfeksi. Namun beruntung saya bisa bertahan," imbuhnya.

Operasi pun digelar untuk memperbaiki kulit Dana yang rusak. Selama empat tahun ke depan, Dana harus menjalani 21 operasi. Selain itu Dana masih mendengar kabar buruk dari kondisinya lantaran dokter menyebut kemungkinan dirinya tidak akan bisa berjalan lagi. Untunglah prediksi dokter termentahkan. Setelah menjalani fisioterapi secara rutin, Dana bisa berjalan kembali meski harus menggunakan bantuan tongkat.

Suntik Bokong dengan Silikon, Apryl Justru Kehilangan Tangan dan Kakinya

Merasa bokongnya datar dan kurang seksi, Apryl Brown nekat memutuskan untuk menyuntikkan silikon ke bokongnya. Memang hasilnya sempat memuaskan karena Brown merasa seksi. Sayang, beberapa tahun kemudian, ibu dua anak ini harus kehilangan kaki dan tangannya akibat komplikasi silikon yang ia suntikkan.

Ketika menjadi penata rambut sekaligus pemilik salon, Brown merasa ada cacat pada bokongnya yang terlalu datar. Tahun 2004, ia bertemu dengan pelanggan yang menawarkan suntik silikon dengan harga murah. Tanpa pikir panjang, ia pun menyetujui tawaran si pelanggan.

"Sesi pertama aku mendapat empat suntikan silikon. Tapi setelah sesi kedua aku baru tersadar bagaimana mungkin aku membiarkan orang menyuntikkan sesuatu yang aku tidak tahu ke bokongku. Akhirnya aku berhenti melakukan prosedur itu," kisah Brown seperti dikutip dari CNN, Rabu (2/7/2014).

Sempat merasa percaya diri dengan bokongnya yang lebih berisi, di tahun 2010 ia merasakan sakit di bokongnya. Rasa sakitnya makin menjadi, ia lantas pergi ke dokter. Kala itu, dokter mengatakan telah terjadi infeksi parah yang berhubungan dengan penggunaan silikon. Saat itu Brown hanya bisa meringkuk kesakitan dan anggota tubuhnya menghitam.

Diduga, tubuh Brown yang berubah menjadi hitam akibat mengalami nekrosis yakni kerusakan sel atau jaringan di dalam tubuh. Melihat kondisinya yang makin parah, dokterpun memutuskan untuk mengamputasi tangan, kaki, dan sebagian bokongnya melalui 27 operasi.

"Saat itu aku hanya berpikir akan mati sebab kondisiku sangat mengerikan. Tapi Tuhan masih memberiku kesempatan untuk hidup. Aku sangat bersyukur dan saat ini aku mulai bisa menerima kondisi tubuhku," ucap Brown.