Senin, 24 Mei 2021

Penting! Segera Update iOS 14.5.1, macOS 11.3.1 dan WatchOS 7.4.1

 Jika kamu menggunakan iPhone, iPad, Mac dan Apple Watch, sebaiknya segera perbarui sistem operasi ke iOS/iPadOS 14.5.1, macOS 11.3.1 dan watchOS 7.4.1. Sebab update ini membawa perbaikan masalah keamanan yang menurut Apple telah dieksploitasi secara aktif.

Apple menandai dua bug, yakni CVE-2021-30663 dan CVE-2021-30665. Dua bug tersebut mengeksploitasi eksekusi kode arbitrer yang ada di WebKit, kerangka kerja Apple yang menampilkan sebagian besar konten web yang kamu lihat di perangkat (kecuali menggunakan Chrome atau Firefox di Mac).


Nah update yang terdapat di iOS / iPadOS 14.5.1 , macOS 11.3.1 , dan watchOS 7.4.1 menambal kerentanan yang memungkinkan situs web berbahaya menjalankan kode berbahaya di perangkat kamu.


Jadi ini jenis update yang penting dan jangan diabaikan, meski kamu menggunakan browser alternatif di Mac atau tidak menjelajahi web di Apple Watch


Jika kamu memiliki perangkat yang lebih lama, seperti iPhone 5s atau 6, iPad Air atau Mini 2 dan 3, Apple juga telah merilis iOS 12.5.3 untuk memperbaiki kesalahan WebKit ini.


Untuk memperbarui perangkat kamu, buka Settings > General > Software Update dan ikuti petunjuknya. Seperti biasa, sebaiknya buat cadangan perangkat kamu sebelum menginstal pembaruan.


Sementara untuk Mac, klik menu Apple > About Mac. Pada tab Overview, tekan Software Update. Ini akan membuka system preference Software Update. Jika sudah tersedia klik Update Now, proses instalasi akan berjalan.


Untuk perangkat Apple Watch dilakukan pada iPhone. Buka aplikasi Watch, diikuti dengan General. Tekan tombol Software Update, jika sudah tersedia tekan Download and Install.

https://movieon28.com/movies/max-steel/


Ini Dia Tim All Star Match Mobile Legends


 Acara tahunan 515 eParty Mobile Legends Bang Bang (MLBB) selalu diramaikan oleh All Star Tournament. Siapa saja sih anggota tim all star-nya?

Voting untuk menentukan Kapten Tim masing-masing pun telah dimulai di tanggal 12 April 2021 dan berakhir di 25 April 2021. Hasil votingnya adalah RRQ Lemon dan Emperor terpilih menjadi Kapten Tim dalam pertandingan All Star nanti masing-masing dengan 8.106.580 vote dan 5.044.587 vote.


Ada total 12 pemain yang berasal dari Proplayer dan Influencer yang telah terpilih. Dalam Captain Draft Pick yang diadakan di tanggal 3 Mei, kedua Kapten telah memilih yang akan bergabung dalam tim mereka masing-masing.


Yaitu Tim Lemon yang terdiri dari Evos Rekt, Onic Sanz, Geek Frzz, Dwiwoii, dan Bkent. Lalu Tim Emperor terdiri dari Oura, Ae Udil, Btr Branz, Aura God1va, dan Gflx Bravo.


"Antusiasme untuk mengikuti voting tahun ini sangat luar biasa. Lebih dari 37 juta fans setia MLBB mengikuti voting untuk memilih siapa yang akan menjadi Kapten Tim tahun ini dan ini menjadi bukti bahwa All Star Tournament ini masih merupakan acara yang populer dan yang ditunggu-tunggu semua pengguna MLBB," ujar Aswin Atonie, Brand Director - Moonton Indonesia dalam keterangan yang diterima detikINET.


Sebelumnya, telah diumumkan bahwa di 515 eParty tahun ini, untuk pertama kalinya MLBB membentuk group musik virtual di Land of Dawn bernama S.T.U.N. yang beranggotakan 3 Hero Ikonik MLBB. Chou merupakan Hero pertama yang diperkenalkan sebagai salah satu anggota S.T.U.N.


Dalam rilis kali ini, kedua anggota S.T.U.N. lainnya akhirnya terungkap. Yaitu Selena dan Brody yang akan bergabung bersama Chou, dan ketiganya akan membawa peranan penting dalam 515 eParty Tahun ini.

https://movieon28.com/movies/my-sisters-idol-trainee-friends/

Begini Nasib Astronaut yang Meninggal di Luar Angkasa

 Apa yang terjadi jika astronaut meninggal di luar angkasa? Pertanyaan ini dipikirkan NASA selama bertahun-tahun. Ada bermacam teka-teki terkait etika dan logistik yang membutuhkan metode praktis untuk menjawabnya.

NASA dan lembaga antariksa negara lain harus memikirkan bagaimana caranya menghormati orang meninggal sekaligus mengeluarkan jenazah dari pesawat luar angkasa sesegera mungkin.

https://movieon28.com/movies/forbbiden-lust/


Bisakah mayat dibuang begitu saja? Nyatanya, tidak semudah itu. Undang-undang PBB pun, seperti dikutip dari IFL Science, sebenarnya melarang pembuangan mayat di luar angkasa.


Karena itu, NASA harus kreatif. Mereka menciptakan beberapa kelompok penelitian untuk menghasilkan beberapa ide yang bisa diterapkan, dan menjelajahi berbagai cara untuk membuang mayat di luar angkasa. Menurut beberapa orang yang terlibat, hanya sedikit ide solid yang dikemukakan sebagai solusi, tetapi ada satu yang menonjol meskipun agak aneh.


Bekerja sama dengan perusahaan pemakaman ekologi Promessa, satu tim peneliti mengusulkan ide yang dinamakan "Body Back". Pertama, tubuh harus disingkirkan dari pandangan dan mencegahnya mencemari udara di dalam pesawat luar angkasa saat membusuk.


Para ilmuwan mengusulkan mayat dimasukkan ke dalam kantong Gore-Tex, kantong jenazah ruang angkasa, dan disegel. Tahapan ini memungkinkan etika penghormatan kepada anggota kru yang gugur.


Selanjutnya, Body Back dikirim ke Mars. Pasalnya, mengirim mayat kembali ke Bumi adalah hal yang tidak mungkin. Mereka juga tidak dapat dikremasi, karena nyala api, tekanan oksigen, dan lingkungannya tidak sama dengan di Bumi.


Jadi, tim beralih ke cara promession, yaitu teknik penguburan ekologis dengan membekukan dan menggetarkan jenazah hingga tubuh hancur menjadi debu. Cara ini berpotensi mengembalikan mayat ke ekosistem dalam bentuk bentuk pupuk, jika mereka ingin memanfaatkannya.


Solusi ini ditemukan oleh pendiri Promessa, Susanne Wiigh-Mäsak, dan ditawarkan ke berbagai lembaga hingga 2015. Ide ini sempat dibantah oleh para kritikus yang mengatakan tidak mungkin menggunakan cara ini.


NASA jadi salah satu lembaga yang masih penasaran dengan solusi tersebut, dan memikirkan cara untuk mewujudkannya di luar angkasa. Idenya adalah dengan menempatkan tubuh di dalam tas dan menyimpannya ke suhu ruang yang beku.


Setelah cukup beku, tas berisi mayat tersebut akan digetarkan oleh lengan robot sampai menjadi bubuk halus. Debu ini kemudian bisa disimpan, siap untuk dikembalikan ke pihak keluarga berbarengan dengan kru pesawat luar angkasa pulang ke Bumi, atau digunakan sebagai pupuk.


Namun opsi kedua masih diperdebatkan karena diperlukan studi lebih lanjut untuk membuktikan praktik penguburan terestrial bisa mengubah mayat menjadi kompos.


Ide ini dikembangkan di tahun 2005. Namun karena perusahaan Promessa saat ini dilikuidasi dan tidak ada lagi kabar dari NASA tentang ide tersebut, solusi ini belum jelas nasibnya.


Pada 2013, pendiri Promessa mengumumkan bahwa NASA atau organisasi swasta lain yang tidak disebutkan namanya siap menggunakan rencana tersebut dalam keadaan darurat selama perjalanan mereka ke Mars. Namun informasi ini belum terverifikasi.

https://movieon28.com/movies/el-fontanero-su-mujer-y-otras-cosas-de-meter/