Kamis, 20 Mei 2021

Varian Corona India B1617 Dikhawatirkan Lebih Mempengaruhi Anak-anak

 - Varian baru virus Corona India telah menimbulkan kekhawatiran bagi dunia. Sebab, varian ini diduga lebih mudah menular dan kebal terhadap vaksin COVID-19 karena adanya mutasi ganda.

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung berpendapat bahwa varian virus Corona India B1617 itu tampaknya lebih mudah menyerang anak-anak daripada orang dewasa.


"Saya telah berbicara dengan Direktur Layanan Medis Kenneth Mak sebelum datang ke konferensi pers ini. Dia mengatakan sepertinya jenis varian virus Corona B1617 ini lebih mudah mempengaruhi anak-anak," kata Ong Ye Kung dalam konferensi pers dikutip dari laman Express.


Karena mendeteksi ada varian virus Corona India ini di Singapura, Kementerian Pendidikan Singapura langsung menerapkan kegiatan belajar-mengajar daring selama beberapa hari ke depan dan memastikan semua sekolah aman untuk dibuka kembali.


"Jadi, itu juga termasuk tindakan pencegahan yang dilakukan baru-baru ini, mengingat perilaku yang berbeda dari jenis virus Corona ini," jelasnya.


Sementara itu, Kepala Kesehatan Masyarakat Birmingham, mengatakan ada bukti yang menunjukkan bahwa varian baru virus Corona India menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi orang dewasa muda daripada varian virus Corona sebelumnya. Bahkan varian baru ini bisa menjadi ancaman yang lebih besar bagi anak-anak.


"Pastinya ada gambaran dan informasi dari India yang mengganggu sekarang ini dan menunjukkan bahwa varian tersebut merupakan ancaman besar bagi orang dewasa yang lebih muda," jelasnya.


Apa efek varian COVID-19 yang dikhawatirkan pada anak-anak di masa depan?

Hingga saat ini, kematian yang dilaporkan akibat COVID-19 pada anak-anak sangat rendah. Namun, 'varian Brasil' mungkin menjadi pengecualian saat ini. Di negara Amerika Selatan, bayi dan anak kecil meninggal pada tingkat yang sangat tinggi.

Meskipun perkiraan resmi jauh lebih konservatif, dr Fátima Marinho, seorang ahli epidemiologi di Universitas São Paulo, yang memimpin penelitian yang menghitung jumlah kematian di antara anak-anak berdasarkan kasus yang dicurigai dan dikonfirmasi.


Ia meyakini bahwa lebih dari 2.200 anak di bawah lima tahun telah meninggal sejak dimulainya pandemi, termasuk lebih dari 1.600 bayi berusia kurang dari satu tahun.


"Kami melihat dampak yang sangat besar pada anak-anak. Itu adalah angka yang sangat tinggi. Kami belum pernah melihat ini di tempat lain di dunia," kata Dr Marinho seperti dikutip oleh The New York Times.


Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan apakah virus Corona yang bermutasi bertanggung jawab atas melonjaknya kasus kematian pada anak-anak di Brasil.


Varian P1 yang telah menyebar luas di Brasil tampaknya mengarah pada tingkat kematian yang lebih tinggi di antara anak-anak di Brasil.

https://cinemamovie28.com/movies/triad-story/


Malaysia Pertimbangkan Lockdown Nasional Saat Kasus COVID-19 Cetak Rekor


Pejabat tinggi pemerintah Malaysia tengah berselisih apakah akan memberlakukan pembatasan yang lebih ketat atau lockdown nasional setelah tidak terlihat adanya tanda-tanda COVID-19 mereda hampir dua pekan setelah aturan perbatasan antar-distrik diberlakukan.

Kasus COVID-19 harian di Negeri Jiran mencapai rekor tertinggi dengan 6.075 kasus pada Rabu (19/5/2021), tertinggi sejak pandemi terdeteksi di wilayah tersebut pada Januari 2020.


Dilaporkan Strait Times, seorang pejabat tinggi di sebuah badan pembangunan mengungkapkan bahwa diskusi telah berlangsung dan bahwa "penguncian penuh dapat dimulai paling cepat Jumat ini (21 Mei)".


Pihak berwenang juga telah menghubungi asosiasi bisnis untuk mencari posisi mereka apakah akan memberlakukan lockdown yang akan menutup hampir semua perdagangan.


Ini mengikuti serangkaian pernyataan publik oleh pejabat kesehatan dan ekonomi yang memperdebatkan perlunya pembatasan karena kematian dan penggunaan unit perawatan intensif (ICU) telah memecahkan rekor sepanjang Mei.


Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah, yang memimpin tanggapan pandemi, mengisyaratkan dukungannya untuk penguncian penuh dengan berbagi laporan berita yang merekomendasikan "total MCO"


"Itu perlu dan suatu KEHARUSAN untuk menerapkan kuncian total karena sistem perawatan kesehatan sudah dalam kapasitas penuh," tulisnya di akun media sosial Twitter pribadinya.

https://cinemamovie28.com/movies/city-of-god/

Ngeri! Ini Penampakan Banyaknya Mikroba Jika Tak Ganti Masker Lebih dari 6 Jam

  Masker adalah benda yang wajib dipakai pada masa pandemi virus Corona. Penggunaan masker yang tepat diyakini bisa mencegah penularan virus sampai 90 persen.

Namun masker yang dipakai berulang kali bisa mengandung bakteri dan mikroba yang berasal dari kulit dan droplet.


Sebuah percobaan yang dilakukan laboratorium Eurofins, Singapura, menunjukkan bahwa bakteri, ragi, dan jamur ditemukan dalam jumlah banyak ketika masker dipakai dalam waktu lama.


Eksperimen tersebut melibatkan masker sekali pakai dan masker yang dapat digunakan kembali. Masker itu dipakai selama 6 jam dan 12 jam untuk tujuan perbandingan.


Mereka kemudian diuji untuk melihat jumlah total bakteri, ragi dan jamur, serta Staphylococcus aureus, yang umumnya terkait dengan infeksi kulit, dan Pseudomonas aeruginosa, yang terkait dengan ruam.


Masker yang bisa dipakai lagi umumnya mengandung lebih banyak mikroba daripada yang sekali pakai.


"Mengingat kita dikelilingi oleh mikroba di lingkungan, bahkan di dalam sistem pencernaan kita (mulut dan usus), tidak jarang ditemukan mikroba pada masker," kata Profesor William Chen, Direktur Program Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Teknologi Nanyang, kepada Strait Times.


Sementara itu, Dr John Common, peneliti utama di Skin Research Institute of Singapore, di Agency for Science, Technology and Research, mengatakan S. aureus dapat menghasilkan sejumlah racun yang terkadang merugikan manusia.


Bakteri ini diklasifikasikan sebagai pathobiont, yang berarti dapat menyebabkan kerusakan pada kondisi tertentu, meskipun bakteri tersebut dapat ditemukan secara umum pada orang sehat.

Penggunaan lebih dari 6 jam

Eksperimen tersebut menemukan masker yang dipakai dalam periode yang lama memiliki jumlah bakteri dan jamur lebih banyak sehingga meningkatkan risiko seseorang menjadi sakit.


Bakteri semacam itu, yang hidup di kulit yang sehat, dapat tumbuh hingga tingkat yang tinggi pada masker kotor dan menyebabkan penyakit.


"Pada tingkat rendah, sistem kekebalan Anda menjaga mereka tetap terkendali, tetapi pada tingkat yang tinggi, hal itu dapat menyebabkan reaksi alergi ringan hingga parah, masalah pernapasan, dan bahkan infeksi hidung," kata Dr John Chen, asisten profesor di departemen mikrobiologi dan imunologi di National University of Singapore.


Karena sulit untuk memastikan apakah ada bakteri berbahaya yang ada pada masker, disarankan bagi orang untuk sering mencuci masker, atau menggantinya sesering mungkin.

https://cinemamovie28.com/movies/hong-kong-gigolo/


Varian Corona India B1617 Dikhawatirkan Lebih Mempengaruhi Anak-anak


- Varian baru virus Corona India telah menimbulkan kekhawatiran bagi dunia. Sebab, varian ini diduga lebih mudah menular dan kebal terhadap vaksin COVID-19 karena adanya mutasi ganda.

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung berpendapat bahwa varian virus Corona India B1617 itu tampaknya lebih mudah menyerang anak-anak daripada orang dewasa.


"Saya telah berbicara dengan Direktur Layanan Medis Kenneth Mak sebelum datang ke konferensi pers ini. Dia mengatakan sepertinya jenis varian virus Corona B1617 ini lebih mudah mempengaruhi anak-anak," kata Ong Ye Kung dalam konferensi pers dikutip dari laman Express.


Karena mendeteksi ada varian virus Corona India ini di Singapura, Kementerian Pendidikan Singapura langsung menerapkan kegiatan belajar-mengajar daring selama beberapa hari ke depan dan memastikan semua sekolah aman untuk dibuka kembali.

https://cinemamovie28.com/movies/thats-money/