Rabu, 12 Mei 2021

Salah Suntik, Wanita Ini Dapat 6 Dosis Vaksin Corona Sekaligus!

 Seorang wanita di Italia mengalami overdosis vaksin Corona. Perawat yang menyuntik salah ambil satu vial penuh yang setara dengan 6 dosis dan diberikan sekaligus!

Kejadian ini dialami seorang wanita 23 tahun di Noa Hospotal di Tuscany, Italia. Ia menerima vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech.


Kesalahan terjadi ketika perawat mengira vial atau kemasan vaksin yang disuntikkannya telah mengalami pengenceran. Sebelum digunakan, vaksin yang kemasan 6 dosis seharusnya memang diencerkan dan dimasukkan vial yang baru.


"Dia pkir sudah diencerkan," kata Dr Tommaso Bellandri, direktur keamanan pasien untuk otoritas kesehatan Tuscany, dikutip dari Livescience.


Perawat segera menyadari kesalahannya, lalu pasien dimonitor selama 24 jam di rumah sakit. Ia diberi cairan dan obat-obat penangkal demam sebagai pencegahan.


Beruntung, wanita ini tidak mengalami efek samping serius. Satu-satunya keluhan yang dialaminya adalah nyeri di tempat penyuntikan, dan ia sudah bisa meninggalkan rumah sakit pada 10 Mei.


Rumah sakit tengah menginvestigasi kesalahan tersebut.

https://trimay98.com/movies/doraemon-nobitas-secret-gadget-museum/


Disindir Soal Kesiapan Faskes COVID-19 Usai Lebaran, Ini Respons Menkes


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjawab sindiran Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono tentang kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi lonjakan kasus COVID-19 setelah lebaran 2021.

Menkes Budi menegaskan bahwa saat ini ketersediaan tempat tidur di rumah sakit di Indonesia secara nasional masih aman. Seandainya ada lonjakan kasus COVID-19 setelah lebaran, pemerintah telah mempersiapkan antisipasinya.


"Dari awal pandemi 3.500 bed isolasi, sekarang sudah kita tambah jadi 78.000. Saat ini terpakai 25.000. Kita masih ada buffer 53.000 bed (200%+). Semoga lonjakan kasus tidak setinggi ini," cuit Menkes Budi dalam akun Twitter pribadinya, @BudiGSadikin, Selasa (11/5/2021).


Sebelumnya Pandu menilai kapasitas layanan kesehatan di Indonesia tidak akan cukup untuk menampung lonjakan kasus COVID-19 setelah lebaran nanti. Belum lagi risiko terjadinya penularan varian baru Corona, karena tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik.


"Pak Menkes @BudiGSadikin perlu menyiapkan kapasitas layanan kesehatan, tak akan cukup bila lonjakan sangat tinggi. Vaksinasi lansia pun tak didukung maksimal," cuit Pandu melalui akun Twitter pribadinya, @drpriono1.


Pada Senin kemarin, Menkes Budi juga menjelaskan saat ini ada sekitar 7.500 ICU secara nasional yang telah disiapkan untuk pasien COVID-19.


"Untuk rumah sakit, total tempat tidur yang kita miliki sekitar 390.000, yang bisa dipakai COVID karena harus isolasi ada sekitar 70.000-an. Kita juga punya ICU untuk yang parah, secara nasional, 22.000. Tapi, ICU yang didesikasikan untuk COVID ada sekitar 7.500," jelas Menkes Budi dalam konferensi pers, Senin (10/5/2021).


"Untuk ICU, kita sudah menyiapkan 7.500-an dan sekarang yang sudah terisi 2.500-an. Jadi kita juga masih punya room kosong sekitar dua kali lipat dari kondisi sekarang," tuturnya.

https://trimay98.com/movies/teenage-master/

Awas! Sudah Ada 10 Kasus Corona 'Mutan Ganda' B1617 India di Indonesia

 Satgas Penanganan COVID-19 mengingatkan, saat ini tiga varian virus Corona yang dikategorikan Variant of Concern (VoC) sudah masuk Indonesia. Termasuk di antaranya adalah B1617 dari India yang dikenal sebagai 'mutan ganda'.

"Berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing tanggal 9 Mei 2021, terdapat 1 kasus varian B117, 10 kasus B1617, dan 1 kasus varian B1351," kata juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, Selasa (11/5/2021).


Varian B117 merupakan varian baru yang pertama kali ditemukan di Inggris, sedangkan B1351 dikenal juga sebagai 'varian raja' asal Afrika Selatan.


Tidak disebutkan sebaran kasus-kasus tersebut, namun sebelumnya Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut belakangan ini banyak varian India masuk ke Indonesia.


"Akhir-akhir ini yang masuk cukup banyak adalah varian dari India. Varian ini banyak kita temui di Sumatera Selatan," kata Menkes dalam siaran pers Senin (10/5/2021).


Sebaran kasus yang dipaparkan Menkes saat itu adalah sebagai berikut:


Sumsel

- Palembang

1 kasus B117, 2 kasus B1617.2


- Prambulih


1 kasus B1617.1


- Penukal Abab Lematang Iir

1 kasus B1617.2


Kalimantan Tengah

- Gunung Mas

1 kasus B1617.2


- Palangka Raya

2 kasus B1617.2


Bali

-Denpasar

1 kasus B117


- Badung

1 kasus B1351


Sumatera Utara

- Medan

1 kasus B117


- Tanjung Balai

1 kasus B117


Jawa Barat

- Karawang

2 kasus B117


DKI Jakarta

- Jakarta Selatan

1 kasus B1617.2


Kalimantan Selatan

- Tapin

1 kasus B117

https://trimay98.com/movies/a-chinese-odyssey-part-one-pandoras-box/


Salah Suntik, Wanita Ini Dapat 6 Dosis Vaksin Corona Sekaligus!


Seorang wanita di Italia mengalami overdosis vaksin Corona. Perawat yang menyuntik salah ambil satu vial penuh yang setara dengan 6 dosis dan diberikan sekaligus!

Kejadian ini dialami seorang wanita 23 tahun di Noa Hospotal di Tuscany, Italia. Ia menerima vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech.


Kesalahan terjadi ketika perawat mengira vial atau kemasan vaksin yang disuntikkannya telah mengalami pengenceran. Sebelum digunakan, vaksin yang kemasan 6 dosis seharusnya memang diencerkan dan dimasukkan vial yang baru.


"Dia pkir sudah diencerkan," kata Dr Tommaso Bellandri, direktur keamanan pasien untuk otoritas kesehatan Tuscany, dikutip dari Livescience.


Perawat segera menyadari kesalahannya, lalu pasien dimonitor selama 24 jam di rumah sakit. Ia diberi cairan dan obat-obat penangkal demam sebagai pencegahan.


Beruntung, wanita ini tidak mengalami efek samping serius. Satu-satunya keluhan yang dialaminya adalah nyeri di tempat penyuntikan, dan ia sudah bisa meninggalkan rumah sakit pada 10 Mei.


Rumah sakit tengah menginvestigasi kesalahan tersebut.


Disindir Soal Kesiapan Faskes COVID-19 Usai Lebaran, Ini Respons Menkes


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjawab sindiran Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono tentang kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi lonjakan kasus COVID-19 setelah lebaran 2021.

Menkes Budi menegaskan bahwa saat ini ketersediaan tempat tidur di rumah sakit di Indonesia secara nasional masih aman. Seandainya ada lonjakan kasus COVID-19 setelah lebaran, pemerintah telah mempersiapkan antisipasinya.


"Dari awal pandemi 3.500 bed isolasi, sekarang sudah kita tambah jadi 78.000. Saat ini terpakai 25.000. Kita masih ada buffer 53.000 bed (200%+). Semoga lonjakan kasus tidak setinggi ini," cuit Menkes Budi dalam akun Twitter pribadinya, @BudiGSadikin, Selasa (11/5/2021).


Sebelumnya Pandu menilai kapasitas layanan kesehatan di Indonesia tidak akan cukup untuk menampung lonjakan kasus COVID-19 setelah lebaran nanti. Belum lagi risiko terjadinya penularan varian baru Corona, karena tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik.


"Pak Menkes @BudiGSadikin perlu menyiapkan kapasitas layanan kesehatan, tak akan cukup bila lonjakan sangat tinggi. Vaksinasi lansia pun tak didukung maksimal," cuit Pandu melalui akun Twitter pribadinya, @drpriono1.

https://trimay98.com/movies/china-dragon/