Senin, 26 April 2021

Awas! Bug di CS:GO Dipakai Hacker Curi Data Pribadi

 Game legendaris Counter Strike: Global Offensive (CS:GO) diam-diam memiliki celah keamanan kritis yang memungkinkan hacker untuk mengambil alih komputer pengguna dan mencuri data pribadi.

Bug ini ditemukan oleh The Secret Club, kelompok hacker white hat, yang menemukan bahwa hacker bisa mengeksploitasi celah tersebut menggunakan sistem undangan atau invite dari Steam.


Jika korban mengklik link undangan tersebut, hacker bisa mengambil alih komputer dan menyedot informasi pribadi dari siapa pun yang menerima undangan tersebut, seperti dikutip dari The Verge, Sabtu (17/4/2021).


Parahnya, hacker bisa menyalahgunakan bug ini dan membuatnya menyebar secara otomatis, mirip seperti worm. Jadi korban yang terinfeksi bisa menyebarkan bug ini ke teman-teman mereka lainnya.


Celh ini ditemukan di game engine Source yang dikembangkan oleh Valve. Beberapa game populer buatan Valve juga menggunakan engine ini termasuk CS:GO, Half-Life, Half-Life 2, Garry's Mod, Team Fortress, Left 4 Dead dan Portal.


Beberapa game yang menggunakan engine Source sudah tidak lagi dihantui celah tersebut. Tapi celah keamanan tersebut masih ada di CS:GO dan masih belum ditambal oleh Valve.


Usut punya usut, peneliti keamanan dan salah satu anggota The Secret Club bernama Florian telah melaporkan bug ini kepada Valve pada tahun 2019. Kepada Motherboard, Florian mengatakan ia menghubungi Valve lewat Hacker One, program bug bounty yang digunakan studio game tersebut.


Dalam percakapannya dengan Florian, Valve menggolongkan bug tersebut sebagai 'kritis' tapi mereka justru mengaku lambat bertindak untuk merespon bug tersebut.


"Saya sejujurnya sangat kecewa karena mereka selalu mengabaikan saya," kata Florian kepada Motherboard.


Keberadaan bug yang belum ditambal ini tentu mengkhawatirkan bagi pemain CS:GO. Walaupun usianya sudah hampir 10 tahun, game FPS ini masih menjadi salah satu game paling populer di Steam dan menjadi salah satu game esports terbesar di dunia.

https://tendabiru21.net/movies/her-name-was-christa/


Google Earth Perlihatkan Perubahan Bumi yang Mengerikan


 Ingin melihat perubahan Bumi yang mengerikan? Buka saja Google Earth. Lewat fitur barunya, Timelapse, kita disajikan bukti visual bagaimana manusia telah merusak planet ini.

Sejak diperkenalkan, Google Earth telah menjadi perangkat lunak menarik yang memungkinkan siapa saja untuk melihat gambar permukaan Bumi. Bersama tim dari Universitas Carnegie Mellon, kini hadir video timelapse di Google Earth, yang menurut raksasa pencarian internet itu menjadi pembaruan terbesar yang telah dilakukan sejak 2017.


Menurut Rebecca Moore, Direktur Earth Engine and Outreach Google Earth, Timelapse telah dikembangkan menggunakan 24 juta citra satelit dari 37 tahun terakhir (1984 hingga 2020) sebelum dikompilasi menjadi pengalaman 4D interaktif.


"Membuat video timelapse seukuran planet membutuhkan jumlah yang signifikan dari apa yang kami sebut 'pemecah pixel' di Earth Engine, platform cloud Google untuk analisis geospasial. Butuh lebih dari 2 juta jam pemrosesan di ribuan mesin di Google Cloud untuk mengumpulkan 20 petabyte citra satelit menjadi satu mosaik video berukuran 4,4 terapixel, itu setara dengan 530.000 video dalam resolusi 4K," jelasnya dalam blog resmi Google.


Melalui Timelapse, pengguna dapat memilih tempat mana pun di planet ini yang ingin mereka tonton timelapse-nya selama empat dekade. Mereka dapat mencari lokasi melalui bilah pencarian.


Google juga telah menambahkan Voyager, di mana pengguna dapat mengakses tur interaktif. Tur tersebut memiliki 5 tema utama, yakni Hutan yang Berubah, Keindahan yang Rapuh, Sumber Energi, Planet yang Menghangat, dan Perluasan Perkotaan. Kesemuanya akan membuka mata kamu mengenai perubahan yang tengah terjadi di Bumi ini.


"Bagi orang lain, efek perubahan iklim terasa abstrak dan jauh, seperti mencairnya lapisan es dan surutnya gletser. Dengan Timelapse di Google Earth, kami memiliki gambaran yang lebih jelas tentang planet yang sedang berubah tepat di ujung jari kamu, gambar yang tidak hanya menunjukkan masalah tetapi juga solusi, serta fenomena alam yang sangat indah yang terungkap selama beberapa dekade," ujar Rebecca.


Untuk mengakses Timelapse, kamu bisa membuka g.co/Timelapse dari browser. Jika ingin mendownload 800 video Timelapse dalam format 2D dan 3D dapat mengunjungi g.co/TimelapseVideos.

https://tendabiru21.net/movies/we-are-many/


Microsoft Edge Punya Mode Anak yang Lindungi dari Konten Berbahaya

 Internet bisa dipenuhi dengan segala macam informasi pendidikan, tetapi juga bisa menjadi tempat yang berbahaya dengan konten yang meragukan khususnya buat anak-anak

Microsoft pun baru saja memperbarui browser Edge-nya dengan menghadirkan Mode Anak yang dapat membantu para orang tua melindungi aktivitas online anak-anak mereka.


"Mode Anak membatasi situs yang dapat diakses anak-anak - dari awal ada sekitar 70 situs anak populer yang diizinkan, tetapi Anda dapat sepenuhnya menyesuaikan daftar dalam beberapa klik di pengaturan Microsoft Edge," tulis Microsoft seperti dilansir detikINET dari Ubergizmo.


"Jika anak Anda mencoba menavigasi ke situs di luar daftar yang diizinkan, mereka akan disambut dengan halaman blokir yang ramah, mendorong mereka untuk meminta izin atau mencoba menavigasi ke tempat lain," lanjutnya.


Selama proses pengaturan, orang tua dapat memilih kelompok usia di bawah anak-anak mereka dan akan memenuhi pengalaman penjelajahan yang sesuai. Misalnya, mereka yang berusia di bawah 9-12 tahun akan diberi akses ke artikel dari MSN for Kids yang akan menyediakan artikel pendidikan dan informatif tentang berbagai topik.


Selain fitur pelindung, Mode Anak di Edge juga telah dirancang agar terlihat ceria, penuh warna, menyenangkan, dan sengaja dibuat agar terlihat seperti browser yang sama sekali berbeda. Fitur tersebut seharusnya sudah aktif saat ini. Jadi jika Anda memiliki Edge, yang perlu Anda lakukan hanyalah mengecek ketersediaan fitur ini.

https://tendabiru21.net/movies/for-we-are-many/


Awas! Bug di CS:GO Dipakai Hacker Curi Data Pribadi


Game legendaris Counter Strike: Global Offensive (CS:GO) diam-diam memiliki celah keamanan kritis yang memungkinkan hacker untuk mengambil alih komputer pengguna dan mencuri data pribadi.

Bug ini ditemukan oleh The Secret Club, kelompok hacker white hat, yang menemukan bahwa hacker bisa mengeksploitasi celah tersebut menggunakan sistem undangan atau invite dari Steam.


Jika korban mengklik link undangan tersebut, hacker bisa mengambil alih komputer dan menyedot informasi pribadi dari siapa pun yang menerima undangan tersebut, seperti dikutip dari The Verge, Sabtu (17/4/2021).


Parahnya, hacker bisa menyalahgunakan bug ini dan membuatnya menyebar secara otomatis, mirip seperti worm. Jadi korban yang terinfeksi bisa menyebarkan bug ini ke teman-teman mereka lainnya.


Celh ini ditemukan di game engine Source yang dikembangkan oleh Valve. Beberapa game populer buatan Valve juga menggunakan engine ini termasuk CS:GO, Half-Life, Half-Life 2, Garry's Mod, Team Fortress, Left 4 Dead dan Portal.


Beberapa game yang menggunakan engine Source sudah tidak lagi dihantui celah tersebut. Tapi celah keamanan tersebut masih ada di CS:GO dan masih belum ditambal oleh Valve.


Usut punya usut, peneliti keamanan dan salah satu anggota The Secret Club bernama Florian telah melaporkan bug ini kepada Valve pada tahun 2019. Kepada Motherboard, Florian mengatakan ia menghubungi Valve lewat Hacker One, program bug bounty yang digunakan studio game tersebut.


Dalam percakapannya dengan Florian, Valve menggolongkan bug tersebut sebagai 'kritis' tapi mereka justru mengaku lambat bertindak untuk merespon bug tersebut.


"Saya sejujurnya sangat kecewa karena mereka selalu mengabaikan saya," kata Florian kepada Motherboard.


Keberadaan bug yang belum ditambal ini tentu mengkhawatirkan bagi pemain CS:GO. Walaupun usianya sudah hampir 10 tahun, game FPS ini masih menjadi salah satu game paling populer di Steam dan menjadi salah satu game esports terbesar di dunia.

https://tendabiru21.net/movies/made-for-you-with-love/