Selasa, 20 April 2021

Demi 5G, Operator Seluler Saudara XL Axiata Mau Merger

 Celcom yang notabene adalah saudara dari operator seluler XL Axiata akan segera merger dengan Digi. Merger Celcom dan Digi akan menjadikannya sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Malaysia.

Penggabungan dua entitas perusahaan tersebut saat ini sudah mencapai tahap lanjutan, yang artinya dalam waktu dekat merger akan tercapai. Bahkan, Celcom Digi Berhard akan jadi nama baru setelah proses merger berakhir.


"Kedua belah pihak akan bekerja untuk menyelesaikan perjanjian sehubung dengan transaksi yang diusulkan dalam kuartal kedua 2021," ujar Axiata Group Berhard dalam siaran pers perusahaan dikutip detikINET dari Mashable, Sabtu (10/4/2021).


Sebagai informasi, Celcom adalah anak perusahaan dari Axiata Group Berhard yang melayani beberapa pasar berkembang di Asia, salah satunya di Indonesia dengan keberadaan XL Axiata. Sebelum di bawah Axiata Group Berhard, Celcom adalah perusahaan milik Telekom Malaysia, penyedia layanan broadband terbesar di negeri Jiran.


Sedangkan, Digi merupakan anak perusahaan dari Telenor Asia yang dimiliki oleh perusahaan Telenor dari Norwegia, salah pemain telekomunikasi terbesar di dunia dengan fokus pasar Skandinavia dan Asia.


Axiata bersama dengan Lembaga Pendanaan Malaysia akan menguasai lebih dari 51% saham perusahaan pasca merger Celcom dan Digi. Adapun, Telenor Asia akan memiliki 33,1% saham perusahaan.


Sebagai bagian dari merger, Axiata mengatakan, mereka akan menerima saham baru yang diterbitkan di Digi sebesar 33,1% dalam bentuk saham pasca-transaksi yang bernilai USD 483,6 juta atau RM 2 Miliar. Mayoritas dari jumlah tersebut berasal dari Digi sebagai hutang baru, lalu sisanya bersumber dari Telenor Asia.


"Transaksi ini tunduk pada pemegang saham perusahaan Celcom dan Digi, penerimaan persetujuan regulasi, dan syarat serta ketentuan lainnya," kata Axiata.


Tujuan dari merger Telecom dan Digi ini untuk menciptakan operator seluler Malaysia terbesar dengan kekuatan memegang 19 juta pelanggan di negara tersebut.


Selain itu, penggabungan kedua perusahaan ini juga untuk merealisasikan rencana besar dalam pergelaran jaringan 5G dan potensi lainnya.


"Di mana konektivitas merupakan pendorong digitalisasi yang kritis, industri telekomunikasi akan memainkan peran integral dalam mendukung keputusan pemerintah untuk mempercepat layanan 5G dan memberikan kecepatan dan layanan broadband berkualitas tinggi," pungkasnya.

https://movieon28.com/movies/perfect-imperfection/


Adopsi iOS 14 Capai 90% di Semua Perangkat Apple


- iPhone kerap membanggakan tingkat update tercepatnya karena para pengguna langsung memasang update firmware terbaru begitu dirilis oleh Apple.

Menurut laporan dari Mixpanel, ada sekitar 90,45% pengguna iOS memakai iOS 14 pada perangkat mereka. Meski dari Apple sendiri belum secara resmi mengungkapkan tingkat adopsi iOS 14 untuk saat ini. Meski demikian angka tersebut dinilai masuk akal jika menggunakan data sebelumnya.


Di mana pada Februari 2021 Apple merilis jumlah adopsi pada iOS 14 yang telah mencapai 86% untuk perangkat yang dirilis selama empat tahun terakhir. Adopsi mencapai 80% untuk semua perangkat iPhone.


Dilansir detikINET dari GSM Arena, tingkat adopsi Android 11 hanya mencapai 25% untuk ponsel di Amerika Serikat (AS).


Hal ini berbeda dengan iOS. Setiap kali iOS baru dirilis, jumlah adopsinya seringkali melampaui tingkat adopsi pendahulunya. iOS 14 sendiri diluncurkan pada 16 September 2020 hal ini berarti hanya kurang waktu setahun OS ini sudah nyaris mencapai 100% digunakan di seluruh perangkat Apple.

https://movieon28.com/movies/highly-classified-the-world-of-007/

Mesin Cuci Ini Dirancang Untuk Bersihkan Earphone

  Earphone nirkabel saat ini menjadi populer karena ukuran kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Namun yang jadi masalahnya earphone karena sering digunakan kerap menimbulkan kerak dari kotoran telinga dan benda-benda lainnya.

Nah, untuk itu sebuah perusahaan bernama Cardlax memiliki solusinya dengan meluncurkan mesin cuci kecil yang dinamai Cardlax Earbuds Washer yang dirancang untuk mencuci bersih sebuah earphone.


Dilansir detiKINET dari Ubergizmo, seperti demo yang ditampilkan dalam video pengguna hanya perlu memasukkannya ke bagian yang disesuaikan untuk membantu mengikis semua kotoran yang telah menumpuk di sekitar earphone dan mesin akan berputar untuk mencucinya.


Hal ini terdengar baru meski belum diketahui seberapa efektifnya dalam membersihkan earbud namun alat ini dapat bekerja dengan sangat baik untuk membersihkannya.


Perusahaan ini mengklaim bahwa mesin cuci benar-benar akan berfungsi dengan sejumlah besar merek dan berbagai model. Komponen mesin cuci dapat dilepas dan dicuci untuk digunakan kembali. Cardlax EarBuds Washer dibanderol USD 33 atau sekitar Rp 490 ribu.

https://movieon28.com/movies/passengers/


Demi 5G, Operator Seluler Saudara XL Axiata Mau Merger


Celcom yang notabene adalah saudara dari operator seluler XL Axiata akan segera merger dengan Digi. Merger Celcom dan Digi akan menjadikannya sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Malaysia.

Penggabungan dua entitas perusahaan tersebut saat ini sudah mencapai tahap lanjutan, yang artinya dalam waktu dekat merger akan tercapai. Bahkan, Celcom Digi Berhard akan jadi nama baru setelah proses merger berakhir.


"Kedua belah pihak akan bekerja untuk menyelesaikan perjanjian sehubung dengan transaksi yang diusulkan dalam kuartal kedua 2021," ujar Axiata Group Berhard dalam siaran pers perusahaan dikutip detikINET dari Mashable, Sabtu (10/4/2021).


Sebagai informasi, Celcom adalah anak perusahaan dari Axiata Group Berhard yang melayani beberapa pasar berkembang di Asia, salah satunya di Indonesia dengan keberadaan XL Axiata. Sebelum di bawah Axiata Group Berhard, Celcom adalah perusahaan milik Telekom Malaysia, penyedia layanan broadband terbesar di negeri Jiran.


Sedangkan, Digi merupakan anak perusahaan dari Telenor Asia yang dimiliki oleh perusahaan Telenor dari Norwegia, salah pemain telekomunikasi terbesar di dunia dengan fokus pasar Skandinavia dan Asia.


Axiata bersama dengan Lembaga Pendanaan Malaysia akan menguasai lebih dari 51% saham perusahaan pasca merger Celcom dan Digi. Adapun, Telenor Asia akan memiliki 33,1% saham perusahaan.


Sebagai bagian dari merger, Axiata mengatakan, mereka akan menerima saham baru yang diterbitkan di Digi sebesar 33,1% dalam bentuk saham pasca-transaksi yang bernilai USD 483,6 juta atau RM 2 Miliar. Mayoritas dari jumlah tersebut berasal dari Digi sebagai hutang baru, lalu sisanya bersumber dari Telenor Asia.


"Transaksi ini tunduk pada pemegang saham perusahaan Celcom dan Digi, penerimaan persetujuan regulasi, dan syarat serta ketentuan lainnya," kata Axiata.


Tujuan dari merger Telecom dan Digi ini untuk menciptakan operator seluler Malaysia terbesar dengan kekuatan memegang 19 juta pelanggan di negara tersebut.


Selain itu, penggabungan kedua perusahaan ini juga untuk merealisasikan rencana besar dalam pergelaran jaringan 5G dan potensi lainnya.


"Di mana konektivitas merupakan pendorong digitalisasi yang kritis, industri telekomunikasi akan memainkan peran integral dalam mendukung keputusan pemerintah untuk mempercepat layanan 5G dan memberikan kecepatan dan layanan broadband berkualitas tinggi," pungkasnya.

https://movieon28.com/movies/jackie-chan-my-story/