Minggu, 11 April 2021

Viral, Autopilot Tesla Nyerah di Jalanan Vietnam

 Sebuah sistem autopilot pada mobil selayaknya bisa mengatasi bermacam kondisi di jalan raya. Dari yang sederhana, sampai yang rumit. Karena itulah, dalam pengujiannya, sistem semacam ini harus dihadapkan sampai kondisi yang paling berat.

Untuk itulah Tesla mengembangkan teknologi penerus Autopilot, yang nama resminya adalah Full Self-Driving (FSD) suite. Sistem FSD ini seharusnya bisa mengatasi bermacam kondisi di jalanan, seperti pejalan kaki yang menyebrang jalan ataupun sepeda motor yang berkendara di dekatnya.


Namun teknologi tersebut saat ini masih dikembangkan dan belum diterapkan di mobil-mobil Tesla yang saat ini sudah beredar di pasaran. Sepertinya, sistem autopilot ini belum siap untuk beroperasi penuh di daerah-daerah tertentu. Setidaknya itu yang terlihat dari video yang baru-baru ini viral, yang menunjukkan sistem autopilot Tesla 'menyerah' menghadapi jalanan yang sangat padat.


Dalam video tersebut terlihat sebuah Tesla Model X di jalanan Ho Chi Minh City, Vietnam, yang kondisi lalu lintasnya sangat semrawut. Bahkan seorang pengendara yang sudah biasa pun mungkin akan stres saat berkendara di kondisi tersebut.


Tesla Model X tersebut terlihat sedang beroperasi dalam mode Autopilot, dan terjebak dalam lalu lintas yang sangat padat. Terlihat banyak sepeda motor di sekitar mobilnya.


Dari video terlihat kalau Tesla tersebut hanya berjalan dengan kecepatan sangat rendah, yaitu 6 km/jam, untuk mendekati kendaraan di depannya. Namun ketika kepadatan semakin tinggi, sistem autopilot tersebut langsung meminta pengemudi untuk mengambil alih kendali kendaraan.


Kondisi jalanan seperti di video tersebut adalah kondisi yang biasa di beberapa negara, seperti di Indonesia, tepatnya Jakarta, atau juga di India. Kondisi jalanan seperti ini adalah tantangan berat bagi Tesla untuk mengoperasikan sistem autopilotnya. Karena itulah Tesla tampaknya harus mempercepat pengembangan FSD Beta yang lebih pintar, dan mungkin bisa mengatasi kondisi lalu lintas yang sangat semrawut.

https://cinemamovie28.com/movies/dirty-dancing/


Aneka HP Baru, Sang Penantang di Bulan April


Ada banyak HP baru meluncur di bulan Maret. Tapi kalau mau bersabar, bulan April juga akan dirilis HP baru yang tidak kalah canggihnya.

Bulan April ini rencananya sejumlah produsen akan meluncurkan HP baru ke pasaran. Kalau Anda memutuskan menabung di bulan Maret, mungkin bulan April ini saatnya belanja HP baru.


Apa saja pilihannya? Dihimpun detikINET, Minggu (4/4/2021) inilah rekomendasi HP baru yang akan meluncur pada bulan April:


1. Realme 8 dan 8 Pro

Realme 8 Series akan meluncur di Indonesia pada 7 April 2021 mendatang. Saat ini belum banyak yang diketahui tentang Realme 8 dan Realme 8 Pro. Berdasarkan bocoran yang beredar, kedua ponsel ini akan menjadi ponsel mid-range pertama dari Realme yang menggunakan display AMOLED.


Bocoran spesifikasi Realme 8 adalah chipset MediaTek Helio G95, baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepan 50W. Untuk kamera, di bagian belakangnya tersemat kamera 64 MP, 8 MP (ultra-wide), 2 MP (makro) dan 2 MP (B&W).


Sementara itu Realme 8 Pro akan mengusung panel Super AMOLED berukuran 6,4 inch Full HD+, refresh rate 60Hz, namun dengan touch sampling rate 180Hz. Ia ditenagai Snapdragon 720G dengan dua pilihan RAM, yakni 6 GB dan 8 GB. Ruang penyimpanan internalnya 128 GB bisa ditambah microSD.

https://cinemamovie28.com/movies/the-evil-dead/

Harga HP Baru Terancam Naik Akibat Kelangkaan Chip

 Ibarat bom waktu, kelangkaan chip akibat pandemi COVID-19 akan berdampak pada produksi HP baru. Risikonya, harga HP baru bisa melambung tinggi.

Kelangkaan chip prosesor yang melanda industri elektronik kian memburuk. Berawal dari pandemi virus corona, kelangkaan chip diprediksi akan terjadi hingga tahun 2022 dan berimbas pada kenaikan harga ponsel.


Chip prosesor merupakan komponen penting dalam pembuatan produk elektronik, termasuk smartphone. Stok chip yang semakin langka mengakibatkan terhambatnya rantai pasokan komponen smartphone ini ke produsen.


Sejak mewabahnya pandemi COVID-19, banyak pabrik chip di China menutup kegiatan industrinya. Keadaan ini diperparah dengan adanya panic buying dari beberapa perusahaan untuk mengamankan stok mereka.


Ini menyebabkan terjadi lonjakan harga yang fantastis pada chip. Chip microcontroller dari STMicroelectronics mengalami kenaikan tujuh kali lipat, dari USD 2 menjadi USD 14.


Perusahaan raksasa ponsel seperti Samsung, Xiaomi, dan Realme telah mengkonfirmasi kelangkaan ini. Dikutip dari Reuters, Minggu (4/4/2021), Co-CEO dan mobile chief Samsung Electronics, Koh Dong-jin, mengatakan telah terjadi ketidakseimbangan pasokan permintaan dengan pasokan prosesor smartphone buatan Qualcomm.


"Kelangkaan ini sudah mencapai taraf ekstrem," tulis Vice President Xiaomi di media sosial. Langkanya stok chip dalam pasar global memungkinkan terjadinya kenaikan harga jual ponsel Xiaomi.


Kelangkaan chip prosesor juga membuat juru bicara Realme angkat bicara. Ia mengungkapkan bahwa chip yang diproduksi oleh Qualcomm sudah habis, sehingga Qualcomm mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan para vendor.


Di pihak lain, Foxconn yang merupakan perusahaan perakit sejumlah produk elektronik juga terkena imbasnya. Apple yang merupakan salah satu konsumen terbesar Foxconn pernah menunda peluncuran lini iPhone 12 dan lainnya.


Beberapa produsen chip telah berencana untuk melakukan ekspansi. Namun, hal ini tentu tidak bisa diwujudkan dalam waktu dekat mengingat proses produksinya yang rumit dan kompleks.


Di sisi lain, permintaan HP baru yang semakin meningkat dengan adanya kebijakan WFH dan pembelajaran jarak jauh, serta adanya beberapa perusahaan pabrikan ponsel yang terus merilis perangkat baru semakin menimbulkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan chip.


Biaya produksi yang semakin meningkat akibat harga chip yang sangat mahal otomatis akan membuat para perusahaan ponsel terpaksa menaikkan harga penjualan HP baru.

https://cinemamovie28.com/movies/keep-the-aspidistra-flying/


Viral, Autopilot Tesla Nyerah di Jalanan Vietnam


Sebuah sistem autopilot pada mobil selayaknya bisa mengatasi bermacam kondisi di jalan raya. Dari yang sederhana, sampai yang rumit. Karena itulah, dalam pengujiannya, sistem semacam ini harus dihadapkan sampai kondisi yang paling berat.

Untuk itulah Tesla mengembangkan teknologi penerus Autopilot, yang nama resminya adalah Full Self-Driving (FSD) suite. Sistem FSD ini seharusnya bisa mengatasi bermacam kondisi di jalanan, seperti pejalan kaki yang menyebrang jalan ataupun sepeda motor yang berkendara di dekatnya.


Namun teknologi tersebut saat ini masih dikembangkan dan belum diterapkan di mobil-mobil Tesla yang saat ini sudah beredar di pasaran. Sepertinya, sistem autopilot ini belum siap untuk beroperasi penuh di daerah-daerah tertentu. Setidaknya itu yang terlihat dari video yang baru-baru ini viral, yang menunjukkan sistem autopilot Tesla 'menyerah' menghadapi jalanan yang sangat padat.


Dalam video tersebut terlihat sebuah Tesla Model X di jalanan Ho Chi Minh City, Vietnam, yang kondisi lalu lintasnya sangat semrawut. Bahkan seorang pengendara yang sudah biasa pun mungkin akan stres saat berkendara di kondisi tersebut.

https://cinemamovie28.com/movies/tumbledown-4/