Selasa, 23 Februari 2021

Elon Musk Jawab Alasan Tesla Investasi di Bitcoin, Bukan Dogecoin

 - Elon Musk angkat suara mengenai Tesla yang investasi pada Bitcoin, bukan Dogecoin. Padahal bos perusahaan mobil listrik ini sering membahas soal Dogecoin hingga membuat saham Doge ikut naik.

Dalam cuitannya di Twitter, Musk mengatakan investasi Tesla tidak secara langsung mencerminkan pendapatnya. Ia pun mengatakan bahwa ia adalah seorang engineer dan menolak dikatakan sebagai investor.


"Aku bahkan tidak memiliki saham yang diperdagangkan secara publik selain Tesla," tulis pengusaha miliarder itu.


Elon Musk tidak tiba-tiba saja membicarakan mengenai hal ini. Ia menuliskan tweet itu karena ingin merespon ucapan dari Changpeng Zhao CEO of Binance. Cuplikan dari omongan Zhao mengatakan 'Aku terkejut Elon begitu bersemangat dengan Dogecoin'.


Diketahui, Tesla menginvestasikan USD 1,5 miliar (sekitar Rp 21 triliun) dalam Bitcoin dan mengatakan akan menerima cryptocurrency untuk pembayaran dalam waktu dekat. Pembelian ini setara dengan 7,9% dari uang tunai yang dimiliki Tesla pada 2020. Musk juga mengatakan dalam penampilannya di aplikasi Clubhouse bahwa dia adalah pendukung Bitcoin.

https://trimay98.com/movies/the-deal-5/


80% Orang Tertular Virus Corona di 5 Tempat Ini


 Banyak faktor yang jadi penyebab penularan virus Corona, mulai dari tingkat kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan hingga tempat publik yang cenderung rawan menjadi tempat terjadinya penularan virus.

Tempat-tempat yang dianggap paling rawan terjadi penularan tersebut biasanya karena merupakan pusat berkumpulnya orang atau masyarakat, atau menjadi jalur lalu lalang masyarakat umum.


Dalam sebuah wawancara dengan CNN, seorang ahli bernama Dr. Sanjay Gupta menyebutkan bahwa kita tidak perlu melakukan lockdown asalkan masyarakat disiplin memakai masker dan menghindari kelima lokasi ini dengan cara apa pun.


Karena kondisi lingkungannya yang sedemikian rupa, penularan virus Corona sangat mudah terjadi di lima tempat berikut ini, seperti dikutip dari laporan BGR.


Tiga dari lima tempat tersebut saling terkait, yakni bar, kafe, dan restoran. Tentunya cukup jelas mengapa tiga tempat ini rawan penularan COVID-19, salah satu alasannya karena tiga tempat ini diatur sedemikian rupa tertutup dalam ruangan.


"Ditambah lagi ada banyak pelanggan yang berdekatan satu sama lain, dan Anda harus melepaskan masker wajah ketika makan dan minum, saat itulah virus mudah menular," kata Gupta.


Dua tempat lainnya yang disebut Gupta cukup problematis, yakni hotel dan tempat ibadah. Tentunya karena di kedua tempat ini banyak orang berlalu lalang sepanjang hari.


"Terutama hotel, banyak di antaranya sebelumnya dari bandara yang sangat berpotensi menjadi penyebar COVID-19," kata Gupta.


"Lima tempat ini ada lokasi-lokasi utama di mana 80% transmisi secara viral terjadi di masyarakat kita," tutupnya.


Taktik China Siapkan Yuan Digital Gantikan Dollar AS


 China tak ingin ketinggalan soal teknologi, termasuk mata uang digital. Yuan digital dipersiapkan sejak jauh-jauh hari yang digadang-gadang bisa menggantikan posisi dollar AS sebagai mata uang global.

Dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Minggu (21/2/2021) inilah aneka langkah China mempersiapkan Yuan digital:


Siap 'Dominasi' Dunia


Pada September 2020, People's Bank of China (PBOC) disebut sudah melakukan uji coba di sejumlah wilayah di China. Penambang Bitcoin asal China Chandler Guo menyebut sistem pembayaran yang dibuat oleh China yang disebut dengan DCEP. Guo menyebutkan DCEP ini akan menjadi mata uang resmi China dalam versi digital dan akan menjadi mata uang global yang mendominasi.


"Suatu hari nanti semua orang di dunia akan menggunakan DCEP," kata dia.


Guo mengatakan keberhasilan DCEP ini dilandasi dengan banyaknya orang China yang berada di luar negeri. Kendati begitu, banyak yang mempertanyakan juga, pengembangan mata uang ini akan menimbulkan kekhawatiran jika uang itu digunakan untuk memata-matai warga China.


Sama seperti Bitcoin, DCEP menggunakan teknologi blockchain untuk memverifikasi transaksi. Dalam praktiknya blockchain ini tidak memerlukan bank jika ingin melakukan pembayaran satu sama lain.

https://trimay98.com/movies/the-deal-3/

Bill Gates Bela Donald Trump: Blokir Permanen Facebook Tindakan Ekstrim

 Dewan pengawas di Facebook akan memutuskan dalam beberapa minggu mendatang apakah mantan presiden Donald Trump harus mendapatkan kembali akses ke platform atau menghadapi larangan permanen. Bill Gates pun angkat suara dan membela Donald Trump.

Gates yang dianggap sebagai mentor oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg mempertimbangkan keputusan yang akan datang dan mengatakan kepada Yahoo Finance. Pria yang merupakan seorang filantropi dan aktif dalam ranah pemanasan global juga vaksin ini beranggapan bahwa larangan permanen Trump akan sangat memalukan dan menjadi tindakan ekstrim.


Tak hanya itu, Gates memperingatkan, langkah seperti itu akan menyebabkan polarisasi. Sebab, pengguna dengan pandangan politik yang berbeda bisa terpecah di berbagai jejaring sosial.


"Kalau dia menyebarkan kebohongan tentang integritas pemilu, apakah itu perlu diberi label? Apakah dia sebenarnya kurang penting dalam hal menimbulkan masalah di masa depan daripada di masa lalu?" kata mantan CEO Microsoft tersebut.


"Tapi sayang sekali jika mereka harus melakukan tindakan ekstrim seperti itu," tambahnya.


Gates lebih setuju pada pendekatan yang lebih moderat yang diambil oleh Facebook sebelum penangguhan, di mana perusahaan memberi label pada postingan yang bermasalah. Dia mencatat bahwa apa yang Trump ucapkan di masa depan mungkin tidak memerlukan tindakan dramatis karena kata-katanya kemungkinan akan berdampak lebih kecil karena ia sudah menjadi mantan presiden.


Diketahui Facebook tanpa batas waktu menangguhkan akun Trump di Facebook dan Instagram pada 7 Januari, sehari setelah pendukung Trump menyerang Capitol. Twitter secara permanen melarang Trump pada 8 Januari. Demikian melansir Yahoo! Finance.

https://trimay98.com/movies/the-deal-2/


Elon Musk Jawab Alasan Tesla Investasi di Bitcoin, Bukan Dogecoin


- Elon Musk angkat suara mengenai Tesla yang investasi pada Bitcoin, bukan Dogecoin. Padahal bos perusahaan mobil listrik ini sering membahas soal Dogecoin hingga membuat saham Doge ikut naik.

Dalam cuitannya di Twitter, Musk mengatakan investasi Tesla tidak secara langsung mencerminkan pendapatnya. Ia pun mengatakan bahwa ia adalah seorang engineer dan menolak dikatakan sebagai investor.


"Aku bahkan tidak memiliki saham yang diperdagangkan secara publik selain Tesla," tulis pengusaha miliarder itu.


Elon Musk tidak tiba-tiba saja membicarakan mengenai hal ini. Ia menuliskan tweet itu karena ingin merespon ucapan dari Changpeng Zhao CEO of Binance. Cuplikan dari omongan Zhao mengatakan 'Aku terkejut Elon begitu bersemangat dengan Dogecoin'.


Diketahui, Tesla menginvestasikan USD 1,5 miliar (sekitar Rp 21 triliun) dalam Bitcoin dan mengatakan akan menerima cryptocurrency untuk pembayaran dalam waktu dekat. Pembelian ini setara dengan 7,9% dari uang tunai yang dimiliki Tesla pada 2020. Musk juga mengatakan dalam penampilannya di aplikasi Clubhouse bahwa dia adalah pendukung Bitcoin.


80% Orang Tertular Virus Corona di 5 Tempat Ini


 Banyak faktor yang jadi penyebab penularan virus Corona, mulai dari tingkat kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan hingga tempat publik yang cenderung rawan menjadi tempat terjadinya penularan virus.

Tempat-tempat yang dianggap paling rawan terjadi penularan tersebut biasanya karena merupakan pusat berkumpulnya orang atau masyarakat, atau menjadi jalur lalu lalang masyarakat umum.


Dalam sebuah wawancara dengan CNN, seorang ahli bernama Dr. Sanjay Gupta menyebutkan bahwa kita tidak perlu melakukan lockdown asalkan masyarakat disiplin memakai masker dan menghindari kelima lokasi ini dengan cara apa pun.


Karena kondisi lingkungannya yang sedemikian rupa, penularan virus Corona sangat mudah terjadi di lima tempat berikut ini, seperti dikutip dari laporan BGR.


Tiga dari lima tempat tersebut saling terkait, yakni bar, kafe, dan restoran. Tentunya cukup jelas mengapa tiga tempat ini rawan penularan COVID-19, salah satu alasannya karena tiga tempat ini diatur sedemikian rupa tertutup dalam ruangan.


"Ditambah lagi ada banyak pelanggan yang berdekatan satu sama lain, dan Anda harus melepaskan masker wajah ketika makan dan minum, saat itulah virus mudah menular," kata Gupta.


Dua tempat lainnya yang disebut Gupta cukup problematis, yakni hotel dan tempat ibadah. Tentunya karena di kedua tempat ini banyak orang berlalu lalang sepanjang hari.

https://trimay98.com/movies/the-deal/