Sabtu, 06 Februari 2021

Headset VR Apple Harganya Bakal Tembus Rp 42 Juta?

 - Apple sejak lama disebut tengah menggarap perangkat augmented dan virtual reality. Namun kini beredar rumor kalau perangkat tersebut akan dijual pada 2022.

Dilansir The Information, Jumat (5/2/2021), terungkap sejumlah informasi terkait headset tersebut, termasuk gambar render yang kabarnya berbasis pada prototipe terakhir yang dibuat.


Headset tersebut kabarnya menggunakan bahan kain berjaring (mesh), yang dipilih karena bobotnya lebih ringan, dan juga harganya lebih mahal. Laporan tersebut menyebutkan kalau headset VR Apple ini harganya bisa mencapai USD 3.000 atau sekitar Rp 42 juta.


Harga ini jauh lebih mahal dibanding kebanyakan headset VR standalone lain. Contohnya adalah Oculus Quest 2 yang harganya USD 299.


Dari gambar render itu juga terlihat kalau ada bagian dari headset yang meminjam desain dari perangkat Apple lain. Seperti headband ala Apple Watch dan juga kain berjaring yang sama seperti di HomePod.


Lalu soal jeroannya, headset ini kabarnya menawarkan kemampuan VR dan mixed reality, yang bisa didapat dari belasan kamera yang berfungsi untuk mendeteksi gerakan, seperti gerakan tangan, dan juga sensor LIDAR, serupa dengan yang ada di iPhone 12 Pro dan iPad Pro, untuk memetakan ruangan.


Dua layar yang dipakai disebut mempunyai resolusi 8K lengkap dengan teknologi eye tracking. Jika benar, ini adalah layar VR dengan resolusi paling tinggi dibanding perangkat yang ada di pasaran saat ini.


Namun layar tersebut tak akan terus menerus dijalankan dengan resolusi 8K. Perangkat akan menggunakan teknologi eye tracking untuk menentukan arah mata pengguna, dan memberikan resolusi lebih tinggi di arah yang dilihat. Sementara bagian yang tak dilihat akan ditampilkan dengan resolusi lebih rendah.


Hal ini dilakukan untuk meningkatkan performanya, karena menjalankan dua layar dengan resolusi masing-masing 8K membutuhkan kemampuan komputasi yang tinggi. Untuk itulah Apple disebut tengah mengembangkan chip Apple Silicon baru yang lebih kencang dibanding M1 untuk dipakai di headset ini.


Apple saat ini disebut tengah bereksperimen dengan sejumlah metode untuk mengontrol headsetnya. Seperti pendeteksi gerakan tangan dan mata, tombol putar di pinggir headset, dan lainnya.


Headset ini sendiri dideskripsikan sebagai perangkat VR namun dengan beberapa fungsi AR. Apple bakal menjadikan headset ini sebagai batu loncatan untuk tujuan akhir mereka, sebuah perangkat AR ringan yang tak ada bedanya dengan kacamata biasa.

https://maymovie98.com/movies/river/


Google Pixel Bisa Mengukur Detak Jantung Pakai Kamera


- Google akan menambahkan fitur dua fitur kesehatan menarik untuk ponsel Pixel dan ponsel Android lainnya. Fitur ini bisa membaca detak jantung dan pernapasan pengguna hanya bermodalkan kamera.

Fitur ini nantinya bisa diakses lewat aplikasi Google Fit yang bisa diunduh di ponsel. Google mengatakan kedua fitur ini hanya ditujukan untuk memonitor kesehatan pengguna, dan tidak bisa mengevaluasi atau mendiagnosa kondisi medis.


Untuk mengukur tingkat pernapasan menggunakan aplikasi Fit, pengguna cukup mengarahkan kamera depan ponsel mereka ke kepala dan dada. Dokter biasanya mengukur tingkat pernapasan pasien dengan melihat naik turunnya dada mereka, dan Google ingin meniru prosedur itu.


"Teknik machine learning yang kita manfaatkan pada dasarnya mencoba meniru hal itu," kata Product Manager Google Health Jack Po, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (5/2/2021).


Untuk mengukur detak jantung, pengguna cukup menaruh jarinya di kamera belakang. Monitor detak jantung buatan Google mirip seperti fitur yang ada di beberapa ponsel Galaxy lawas, termasuk Galaxy S10, tapi kini sudah tidak digunakan lagi.


Data detak jantung dari aplikasi Google tidak begitu komprehensif jika dibandingkan data yang diperoleh dari perangkat wearable yang bisa memonitor detak jantung secara terus menerus sepanjang hari. Tapi dengan menaruh fitur ini di ponsel, Google berharap makin banyak orang bisa menggunakannya.


"Banyak orang, terutama di kelas ekonomi yang kurang beruntung saat ini, tidak memiliki perangkat seperti wearable, tapi masih akan mendapatkan manfaat dari kemampuan untuk mengukur tingkat pernapasan, detak jantung, dan lain-lain," ucap Po.

https://maymovie98.com/movies/the-river/


4 Pekerjaan Digital yang Cocok untuk Milenial Coba

 Masa transisi dari kehidupan kampus ke dunia kerja, menjadi proses penting untuk milenial Z. Inilah 4 pekerjaan digital yang cocok untuk kalian.

Tak heran jika banyak dari milenial Z yang senang untuk mengeksplor kemampuan untuk mempersiapkan diri ke dunia kerja. Salah satu bidang yang sering diincar oleh milenial ialah pekerjaan yang asyik, penuh motivasi, dan cocok dengan kemampuan yang dimiliki.


Apalagi sekarang zamannya serba digital. Nah, berikut ini 4 pekerjaan digital yang cocok untuk milenial coba:


1. Penulis artikel

Pekerjaan satu ini tak hanya tertuju untuk para lulusan bahasa dan sastra saja, lho. Buat kamu yang suka menulis di buku pribadi, blog, atau media sosial juga berpotensi jadi penulis artikel di sebuah media.


Biasanyanya pekerjaan ini mengutamakan kemampuan menulis, menyusun tulisan, hingga wawasan terhadap suatu topik.


Pekerjaan ini cocok untuk milenial yang suka dengan konten-konten seperti konten game, gaya hidup, olahraga, kuliner, hingga wisata. Menarik kan detikers?


2. Content creator

Akrab dengan berbagai media sosial adalah identitas milenial. Bahkan secara tak sadar, banyak dari milenial yang membuat konten-konten kreatif untuk akunnya.


Seperti membuat foto yang menarik, gambar unik, hingga video-video kreatif. Dengan potensi konten yang dibuat, para milenial bisa saja bekerja sebagai seorang content creator, lho.


Pekerjaan content creator banyak dibutuhkan di industri kreatif seperti perusahaan rintisan (Start-Up) hingga perusahaan media.


Tugasnya tentu saja adalah membuat konten-konten yang kreatif untuk menarik audience. Biasanya seorang Content Creator juga bisa berkolaborasi dengan tokoh atau publik figur dalam mengerjakan sebuah proyek. Tertarik?

https://maymovie98.com/movies/a-star-is-born/


3. Socmed specialist

Nah, kalo pekerjaan satu ini dari namanya pasti milenial sudah pernah dengar kan? Namun siapa sangka ternyata pekerjaan Socmed Specialist tidak sesederhana yang detikers bayangkan, lho.


Banyak dari milenial yang mengira bahwa bekerja sebagai social media cuma jadi admin saja, padahal Socmed specialist adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola seluruh media sosial perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan brand awareness, memperkuat usaha marketing, sehingga bisa mendorong angka penjualan.


Tentu menjadi Socmed specialist memiliki tantangan tersendiri untuk para milenial, karena kebiasaan bermain media sosial mereka akan diuji di pekerjaan ini.


4. Reporter

Jika biasanya milenial melakukan selfie atau memotret momen-momen seru dengan HP-nya, maka pekerjaan ini juga cocok untuk mereka.


Yap! Karena menjadi seorang reporter tak hanya soal mencari berita tapi juga menemukan momen-momen penting untuk disebarluaskan menjadi sebuah informasi.


Tentu saja di balik sebuah berita yang tersebar luas ada seorang reporter yang bertugas melakukan peliputan berita di lapangan. Bahkan tak jarang perannya bisa jadi ganda yakni orang belakang layar ketika membuat berita dan orang depan layar saat harus menjadi pewawancara.


Menariknya, sebagai reporter akan memiliki pengalaman bertemu dengan tokoh-tokoh penting ataupun publik figur kenamaan, lho. Wah pasti seru ya?


Nah, buat para milenial usia 17-22 tahun #detikIniBisa memiliki pengalaman kerja menjadi penulis artikel, content creator, socmed specialist, hingga reporter seperti di atas, lho! Penasaran?


Yuk Ikuti Magang Online detikcom Batch 2. Daftar sekarang hanya di aplikasi detikcom.

https://maymovie98.com/movies/ariana-grande-excuse-me-i-love-you/